BETUL BANGET...
DSOG-ku juga ngga menyarankan ibu hamil minum susu. Gizi udah didapet
dari makanan yang kita makan. Kecuali kalo throw out terus n ngga
doyan makan, baru deh minum susu untuk ganti zat2 yang terbuang.

Waktu abis melahirkan aku sempat didatengin sama detail girl salah
satu produsen susu ibu hamil n menyusui. Biasa, dia nawar2in susu ibu
menyusui gitu kan, sampe merembet2 nanya waktu hamil dulu aku minum
susu apa.
Aku bilang... "Waktu hamil saya nggak minum susu, kata dokter saya
nggak perlu kalo makannya udah cukup"
Si detail girl : "Ooo...dulu sama dokter XXX ya...??"
Hahaha...jadi udah terkenal DSOG-ku itu 'anti susu ibu hamil'...

DSOG-ku juga wanti2 banget jangan sampe waktu hamil berat badan naik
melebihi 10kg (selama masa hamil), jadi kira2 dalam sebulan maksimal
naiknya 1kg aja. Bumil gemuk bukan berarti tanpa resiko kan...
Dan nggak jaminan BB ibunya naik banyak, BB anaknya pasti juga banyak.
Makanya dia nggak nyaranin minum susu biar BB bumil nggak overweight.

- Arie -
http://zaafarani.multiply.com
http://profiles.friendster.com/chezarie



--- In [email protected], "ANTO" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> 
> ----- Original Message ----- 
> From: Nigella Sativa 
> To: [EMAIL PROTECTED] ; Nhc Plus ; Ikmal Kosmojaya ;
Keadilan 4all 
> Sent: Friday, August 01, 2008 11:25 AM
> Subject: [keadilan4all] Ibu Hamil Tak Wajib Minum Susu -Yang baru di
Blog imunisasihalal.wordpress.com-
> 
> 
>
http://www.kompas.com/read/xml/2008/08/01/10374025/ibu.hamil.tak.wajib.minum.susu
> 
> Jumat, 1 Agustus 2008 | 10:37 WIB
> 
> Ibu Hamil Tak Wajib Minum Susu
> 
> Bila kebutuhan gizi sudah terpenuhi dari makanan sehari-hari, minum
susu malah bisa mengakibatkan kelebihan berat badan.
> 
> "SUDAH minum susu? Jangan sampai lupa lo, ini demi janinmu." Nasihat
seperti
> ini rasanya tak asing lagi buat kita yang berbadan dua, seolah minum
> susu merupakan kewajiban. Hingga, mereka yang tak doyan susu pun
> akhirnya memaksakan diri meminumnya. Sampai-sampai ada lo ibu hamil
> yang khawatir akan perkembangan janinnya hanya gara-gara perut si ibu
> tak bisa menerima susu alias selalu mual-muntah setiap kali minum susu.
> 
> "Memang,
> ibu hamil perlu makanan tambahan. Si ibu kan bukan cuma memberi makan
> dirinya, tapi juga janinnya," kata dr Victor Tambunan dari bagian Gizi
> FKUI-RSUP Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Penambahan itu mencakup kalori,
> protein, kalsium, vitamin, dan mineral.
> 
> Untuk kalori, dibutuhkan
> sebanyak 300 kkal per hari. Kalori sangat penting untuk pembentukan
> energi tubuh. Sementara itu, kebutuhan protein sekitar 12 gr per hari
> dan berguna untuk pertumbuhan janin, plasenta, cairan amnion, jaringan
> uterus, hemoglobin, plasma protein, serta untuk cadangan maternal kala
> melahirkan dan laktasi. Suplai protein yang dianjurkan, sebagian besar
> hendaknya dari sumber hewani karena sumber ini menyediakan asam amino
> dalam kombinasi optimal.
> 
> Kalsium diperlukan untuk pembentukan
> tulang dan gigi janin, serta peningkatan metabolisme kalsium si ibu.
> Ibu hamil menahan sekitar 30 gr kalsium selama kehamilan. Sebagian
> besar ada di tulang yang dapat dengan mudah dimobilisasi untuk
> pertumbuhan janin pada kehamilan lanjut.
> 
> Akan halnya vitamin,
> yang diperlukan per harinya: 200 mikrogram RE vitamin A; 10 mikrogram
> vitamin D; 10 mg vitamin E; 65 mg vitamin K; 0,2 mg tiamin; 0,2 mg
> riboflavin; 0,1 mg niasin; 0,3 mikrogram vitamin B12; dan 150 mg asam
> folat. Sedangkan mineral yang dibutuhkan per harinya: 20 mg zat besi, 5
> mg seng, 400 mg kalsium, 25 mikrogram yodium, 15 mikrogram selenium.
> 
> Cukup Dua Gelas Sehari
> Nah,
> susu yang terbuat dari susu sapi dianggap merupakan sumber nutrien yang
> mendekati ideal, khususnya untuk memenuhi kebutuhan protein dan kalsium
> bagi ibu hamil dan menyusui. Selain itu, di dalam susu juga terkandung
> kalori dari gula susu (laktosa), vitamin dan mineral. "Jadi, bisa
> dibilang susu adalah makanan yang hampir sempurna, hingga bisa
> dijadikan alternatif untuk mencukupi kebutuhan tambahan makanan bagi
> ibu hamil," kata Victor.
> 
> Namun, bukan berarti ibu hamil wajib
> minum susu, lo. Apalagi sampai mengandalkan susu, amat tak dianjurkan.
> Soalnya, susu juga punya kelemahan, yaitu kurang zat besi. Padahal, zat
> besi pun amat penting untuk ibu hamil. "Kekurangan zat besi akan
> membuat si ibu mengalami anemia dan mempengaruhi kecerdasan si janin."
> Meski tak tertutup kemungkinan si janin sehat-sehat saja sekalipun
> ibunya mengalami anemia berat. Artinya, janin tak mengalami kekurangan
> zat besi sedikitpun. Sebab, adakalanya bayi ibarat parasit, mengisap
> seluruh persediaan zat si ibu hingga ibu mengalami kekurangan zat-zat
> tertentu tapi janinnya tak kekurangan. Namun begitu, tetap harus
> dipikirkan kebutuhan zat besi ini, yang bisa diperoleh dari makanan
> sumber lain seperti hati sapi, sayur bayam atau sayur-sayuran berdaun
> hijau.
> 
> Lagi pula, bila terlalu banyak minum susu membuat kita
> jadi tak berselera makan makanan lain. Ingat, kan, susu mengandung
> protein tinggi? Nah, protein lebih lama diserap oleh lambung dibanding
> karbohidrat atau vitamin dan mineral. Makanya, hanya dengan minum susu,
> kadang sudah bikin kenyang. Jadi, minum susu cukup 2 gelas sehari, pagi
> dan malam. Namun minumnya jangan berbarengan dengan saat makan makanan
> pokok, tapi harus dipisah. Misal, makan malam jam 19.00, maka susu
> diminum sebelum tidur sekitar jam 22.00. Begitu pula bila sarapan.
> Minimal, jaraknya 2-3 jam, boleh diminum sebelum atau sesudah makan.
> 
> Jika
> susu diminum berbarengan dengan makanan pokok, maka sayuran dan beras
> yang kita makan bisa mengganggu penyerapan kalsium dari susu. Padahal,
> salah satu yang dipentingkan dari susu adalah kalsiumnya. "Pada sayuran
> dan kulit ari beras ada serat yang namanya asam fitat. Asam fitat
> inilah yang menghambat penyerapan dari kalsium itu." Selain itu, asam
> fitat juga menghambat penyerapan seng dan zat besi. "Jadi, mineral juga
> diganggu oleh asam fitat ini." Adapun yang dimaksud asam fitat ialah
> asam anorganik yang ada di biji-bijian serta gandum. Asam fitat hanya
> berguna untuk pertumbuhan tanaman itu sendiri, tapi tidak untuk manusia.
> 
> Kelebihan Berat Badan
> Dampak
> lain, bila kebutuhan gizi sudah terpenuhi hanya dari makanan yang kita
> konsumsi tapi kita tetap ingin minum susu, bisa mengalami kelebihan BB.
> Padahal, selama kehamilan juga perlu dijaga agar pertambahan BB tak
> melebihi aturan, yaitu antara 12-15 kg. "Bukankah BB yang meningkat
> juga berarti mengundang bahaya lain lagi?" ujar Victor. Si ibu bisa
> mengalami keracunan kehamilan, preeklampsia, maupun diabetes. Bahkan,
> tubuhnya pun bisa mengalami bengkak, entah di kaki maupun perut, selain
> juga mengakibatkan si ibu lekas lelah dan sulit menjaga keseimbangan
> badan.
> 
> Jadi, bila kebutuhan gizi si ibu memang sudah terpenuhi
> dari makanan yang dikonsumsi sehari-hari, ya, tak perlulah ditambah
> susu. Lain hal bila si ibu kekurangan gizi akibat morning sickness,
> misal, "tak mengapa kekurangannya itu diberikan dalam bentuk susu. Kita
> hitung, makanan pokok yang masuk ada berapa dan kebutuhan dia seberapa,
> lalu kita ambil selisihnya. Tentunya kebutuhan per individu ibu hamil
> tak sama, tergantung BB dan TB si ibu. Bila dia butuh 2000 kkal, misal,
> sedangkan makanan yang masuk hanya 1000 kkal dan yang 1000 kkal-nya
> lagi terbuang akibat muntah-muntah. Nah, kekurangannya ini bisa
> dipenuhi dengan susu."
> 
> Namun jangan dibalik, lo Bu. Bukan
> susunya yang digunakan untuk mencapai kebutuhan gizi ibu hamil,
> melainkan makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Susu hanya sekadar untuk
> mempermudah mencapai jumlah yang dibutuhkan. Jadi, makanan pokoklah
> yang harus ditambah. Untuk penambahan kalori, misal, bisa diperoleh
> dari bahan pokok seperti nasi, jagung, ubi, dan lainnya. Untuk protein,
> diperoleh dari sumber protein seperti daging, ikan, ayam, telur, tahu,
> tempe, dan sebagainya. Sedangkan vitamin dan mineral bisa didapat dari
> sayuran dan buah-buahan.
> 
> Dengan demikian, pola makan si ibu juga
> harus diubah: ia harus makan lebih banyak lagi. Persoalannya, tak semua
> ibu kuat makan banyak. Nah, bila si ibu makannya sangat sedikit, tentu
> ia bisa muntah jika dipaksa makan banyak. Padahal, kebutuhan tubuhnya
> meningkat, perlu tambahan 300 kkal setiap hari, belum lagi tambahan
> zat-zat lain. Otomatis, kalau makannya sedikit, tentu takkan bisa
> mengejar kekurangan tersebut. Hingga, sebagian ibu hamil lantas
> mengambil jalan pintas dengan menambahnya lewat susu. Jadi, karena
> kurang barulah ditambah dengan susu.
> 
> Jaga Kekurangan Makanan
> Intinya,
> jangan menganggap kalau sudah minum susu berarti sudah sehat dan
> dijamin tak kekurangan apa pun. Ini pendapat yang salah karena makanan
> tetap harus lengkap dengan menu seimbang. Jadi, tak perlu dipaksakan
> harus minum susu bila ibu hamil benar-benar tak doyan susu. Asalkan si
> ibu bisa memenuhi kebutuhan gizinya dari makanan, tanpa minum susu pun
> tak masalah.
> 
> Yang penting, tegas Victor, ibu hamil jangan sampai
> kekurangan makanan. Soalnya, kekurangan makanan akan berdampak pada
> janin. Bukankah penyerapan ke janin tergantung si ibu? "Jadi, bila
> kebutuhan gizi si ibu kurang, ya, bayi juga bisa terkena BBLR atau
> berat badan lahir rendah, yang akan berdampak pada kualitas si bayi
> selanjutnya."
> 
> Selain itu, bila kebutuhan ibunya tak terpenuhi, janin pun bisa
kekurangan asam folat, yang berdampak pada neural cube defect yang
mengakibatkan bayi cacat atau meninggal. "Walaupun kalau dilihat
> dari pola makan ibu-ibu di negara kita, sebenarnya kekurangan asam
> folat ini jarang terjadi karena ibu-ibu kita sering makan
> kacang-kacangan seperti tempe dan tahu," tutur Victor.
> 
> Tak Perlu Susu Khusus Ibu Hamil
> "Toh, kandungannya tak beda dengan susu full cream biasa asalkan
jangan yang skim karena berarti lemaknya sudah dibuang, padahal lemak
salah satu sumber energi pula," tutur Victor.
> 
> Memang,
> akunya, ada beberapa susu khusus ibu hamil yang ditambahkan zat
> tertentu semisal asam folat yang berguna untuk pertumbuhan otak bayi
> atau serabut-serabut sarafnya. Namun, bila kita makan hati sapi dan
> kacang-kacangan, tak perlu lagi harus minum susu mengandung asam folat.
> 
> Terlebih,
> dokter kandungan pun akan memberikan resep tablet asam folat buat ibu
> hamil jika memang si ibu membutuhkannya. Namun bila kebutuhan asam
> folat dalam tubuhnya sudah terpenuhi dari makanannya, dokter takkan
> memberikan. Jadi, tak ada alasan untuk mengonsumsi susu yang mengandung
> asam folat ya Bu. Apalagi harganya biasanya tak murah kan?
> 
> Susu Kedelai
> Dibanding
> susu sapi, susu kedelai memiliki zat besi lebih banyak. Namun
> kekurangannya, "susu kedelai mengandung asam fitat yang bisa menghambat
> penyerapan zat besi. Hingga, zat besi yang banyak itu jadi tak berguna
> karena tetap tak terserap dengan bagus," jelas Victor.
> 
> Selain
> itu, susu kedelai berasal dari nabati dan kualitasnya tak sebagus susu
> hewani. "Protein hewani punya nilai biologi lebih tinggi karena terdiri
> asam amino esensial yang komplet, sedangkan protein nabati asam
> aminonya tak lengkap."
> 
> Belum lagi susu nabati tak mengandung
> laktosa sehingga karbohidratnya sama dengan beras, yaitu berasal dari
> pati. Makanya, susu ini bagus buat orang yang tak tahan laktosa atau
> mengalami intoleransi laktosa.
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke