Semoga bermanfaat
Sent from my BlackBerry® wireless device from XL GPRS/EDGE/3G network

-----Original Message-----
From: Nurdin <[EMAIL PROTECTED]>

Date: Fri, 29 Aug 2008 11:07:16 
To: tiwifatih khalifa<[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Fw: [img-nut] Awas! Bahaya di Balik Pasta Gigi Anak




--- On Fri, 29/8/08, Fajar TM <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: Fajar TM <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [img-nut] Awas! Bahaya di Balik Pasta Gigi Anak
To: "komunitas37 komunitas37" <[EMAIL PROTECTED]>, "img 92" <[EMAIL 
PROTECTED]>, "smansa" <[EMAIL PROTECTED]>, "Aris DKP" <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Friday, 29 August, 2008, 2:56 PM











HPA Dent dengan Herba terpilih bebas Fluoride. Tahukah Anda bahaya Fluoride 
bagi kesehatan?

Si kecil sedang rajin menggosok gigi? Kebiasaan baik ini pantas ditanamkan 
sejak dini sebagai pola hidup sehat. Namun, di balik kebiasaan baik ini 
sebaiknya Anda perlu berhati-hati dengan pasta gigi si kecil.

Berdasarkan riset, pasta gigi yang digunakan si kecil (apalagi yang ditambahkan 
perasa buah untuk memikat anak) terbukti memiliki kandungan yang cukup 
membahayakan. Fluoride yang ditambahkan pada pasta gigi bisa menimbulkan 
osteoporosis dan kerusakan sistem syaraf. Apalagi, jika si kecil doyan mengisap 
habis pasta gigi yang rasanya enak.

Sejak tahun 1960-an, penggunaan fluoride pada pasta gigi menjadi perdebatan 
panjang di kalangan ilmuwan. Sebagian dari mereka yakin bahwa fluoride dapat 
membantu menjaga kesehatan gigi. Kelompok yang menentangnya berargumen bahwa 
penggunaan fluoride dapat menimbulkan berbagai efek samping yang berbahaya.

Pada dasarnya, pasta gigi mengandung berbagai jenis fluoride. Fluoride yang 
banyak digunakan adalah jenis sodium monofluoro fosfat (MFP) dan sodium 
fluoride (NaF). Menurut Iman Firmansyah, Tim Peneliti Lembaga Konsumen Jakarta 
Public Interest Research and Advocacy Center (LKJ PIRAC), di Indonesia, 
kandungan fluoride pada pasta gigi anak ternyata cukup besar, yaitu antara 
800-1500 ppm. Padahal di beberapa negara, batas maksimal kandungan fluoride 
mulai dikurangi. Contohnya, di negara Eropa, Australia, dan New Zealand 
kandungan fluoride berkisar 250-500 ppm.

Hasil penelitian Departemen Kesehatan Belgia menyimpulkan bahwa penggunaan 
fluoride secara berlebihan dapat menyebabkan osteoporosis dan kerusakan sistem 
syaraf. Ini mendorong pemerintah Belgia melarang beredarnya segala jenis tablet 
dan permen yang mengandung fluoride. Pemerintah Belgia juga sedang 
mempresentasikan hasil penelitiannya di depan anggota Uni Eropa untuk 
memperoleh kesepakatan bersama pelarangan pasta gigi yang mengandung fluoride.

Seorang pakar lainnya, Profesor Dirk Vanden Berghe, Mikrobiologist Universitas 
Antwerp, Swedia, menyatakan, sekitar 30-40 persen pasta gigi ditelan anak-anak 
pada saat mereka menyikat giginya atau melalui air ludah. Inilah yang 
menyebabkan mereka mengalami overdosis fluoride. Apalagi, produsen umumnya 
menambahkan aroma seperti rasa buah yang disukai anak-anak. Padahal semakin 
besar kandungan fluoride dalam pasta gigi anak, maka makin besar pula risiko 
kesehatan yang akan dideritanya kelak. Kelebihan fluoride pada anak dapat 
dilihat dari tanda-tanda fisik anak banyak mengeluarkan ludah, indera perasa 
jadi tumpul, badan gemetar, pernapasan berat dan anak jadi cepat lelah.

Sementara, menurut ahli gigi India dari Maulana Azad Medical College (MAMC) Dr 
Pakaj Goel, pasta gigi yang mengandung fluoride tidak cocok digunakan untuk 
anak-anak di bawah umur empat tahun. Pakaj menambahkan, jika pasta gigi 
berfluoride sering tertelan dalam jumlah yang signifikan maka dapat 
mengakibatkan fluorosis pada anak, kerapuhan tulang, dan pertumbuhannya 
terhambat. Bahkan, Dr Mahesh Verma, Kepala Pusat Penelitian Gigi MAMC 
menyebutkan, literatur medis melarang pemberian pasta gigi berfluoride kepada 
anak-anak di bawah umur lima tahun.

Menurut Iman, riset Tim Peneliti LKJ-PIRAC) pada September-Oktober 2002 
terhadap kandungan fluoride dan pengamatan kemasan pasta gigi anak menyimpulkan 
bahwa dari sembilan produk yang diuji, delapan merek pasta gigi yang beredar 
menggunakan fluoride di atas 1000 ppm. Hanya satu produk mengandung floride di 
bawah 500 ppm.”Namun, pasta gigi itu ternyata produk impor dari Australia,” 
ungkapnya.

Tim peneliti juga menemukan terdapat perbedaan jumlah kandungan fluoride yang 
signifikan antar hasil uji laboratorium dengan penghitungan teoritis 
berdasarkan pelabelan dalam kemasan. Bahkan, ada satu merek pasta gigi yang tak 
mencantumkan kadar fluoridenya.
Iman juga menemukan, hanya satu produk yang melengkapi kemasannya dengan 
peringatan pihak produsen atas bahaya yang akan terjadi bila anak menelan 
fluoride. Namun, peringatan disajikan dalam bahasa Inggris. Juga hanya satu 
produk yang melengkapi kemasannya dengan petunjuk penggunakan seberapa banyak 
pasta gigi yang boleh digunakan untuk anak. ”Petunjuk itu disajikan dalam 
bahasa Inggris juga,” ujarnya.

Sementara, As’ad Nugroho, koordinator program PIRAC menyatakan, pihaknya 
menuntut Badan Pengawasan Obat dan Makanan (POM) untuk menurunkan standar 
kandungan fluoride pada pasta gigi, khususnya untuk anak-anak dari 800-1500ppm 
menjadi 250-500 ppm. ”Badan POM harus segera menginstruksikan penarikan seluruh 
produk pasta gigi anak yang masih mengandung fluoride lebih dari 500 ppm,” 
tegasnya.

PIRAC juga meminta para produsen menghilangkan penambahan rasa yang dapat 
meningkatkan keinginan anak-anak untuk menelan pasta gigi saat mereka menggosok 
gigi. Mereka juga mendesak produsen pasta gigi anak memberikan peringatan dan 
keterangan dalam kemasannya mengenai batas aman pasta gigi yang digunakan anak. 
(hilman hilmansyah). Sumber www.tempo.co. id. 
 
diposting oleh
http://www.agungy. co.nr/
 














      Try cool new emoticons, skins, plus more space for friends. 
Download Yahoo! Messenger Singapore now!
http://sg.messenger.yahoo.com

Kirim email ke