Dear Aybun and all mom's

saya Evi mamanya kayra, anak saya kayra umurnya 4 tahun
dia dari umur 2 tahun sudah saya biasakan menggosok gigi, tapi ya itu tadi 
pasta giginya pasti deh ditelen
padahal saya udah nyuruh buat nggak nelen tuh pasta gigi, tapi karena rasanya 
yang enak dan aroma dari pasta gigi tersebut disukai anak2 maka amblaslah pasta 
giginya ditelan abis.

Saya khawatir juga dengan kebiasaan di seperti itu, karena kebiasaan itu 
terbawa sampai sekarang saat dia udah umurnya 4 tahun, dan saya selalu beli 
pasta gigi yang ada label "aman kalau tertelan" apakah pasta gigi yang ada 
tulisan tersebut betul betul aman nggak yaaa....??
please dong minta saran dari All Mom's dan Ayahbunda gimana cara menyiasatin 
supaya kayra nggak telan pasta gigi lagi...??

Regards
Evi - Kayra's Mom

  ----- Original Message ----- 
  From: [EMAIL PROTECTED] 
  To: [email protected] 
  Sent: Saturday, August 30, 2008 5:00 AM
  Subject: [Ayahbunda-Online] Awas! Bahaya di Balik Pasta Gigi Anak


  Semoga bermanfaat

  Sent from my BlackBerry® wireless device from XL GPRS/EDGE/3G network



------------------------------------------------------------------------------
  From: Nurdin <[EMAIL PROTECTED]>
  Date: Fri, 29 Aug 2008 11:07:16 -0700 (PDT)
  To: tiwifatih khalifa<[EMAIL PROTECTED]>
  Subject: Fw: [img-nut] Awas! Bahaya di Balik Pasta Gigi Anak




        --- On Fri, 29/8/08, Fajar TM <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

          From: Fajar TM <[EMAIL PROTECTED]>
          Subject: [img-nut] Awas! Bahaya di Balik Pasta Gigi Anak
          To: "komunitas37 komunitas37" <[EMAIL PROTECTED]>, "img 92" <[EMAIL 
PROTECTED]>, "smansa" <[EMAIL PROTECTED]>, "Aris DKP" <[EMAIL PROTECTED]>
          Date: Friday, 29 August, 2008, 2:56 PM


                HPA Dent dengan Herba terpilih bebas Fluoride. Tahukah Anda 
bahaya Fluoride bagi kesehatan?

                Si kecil sedang rajin menggosok gigi? Kebiasaan baik ini pantas 
ditanamkan sejak dini sebagai pola hidup sehat. Namun, di balik kebiasaan baik 
ini sebaiknya Anda perlu berhati-hati dengan pasta gigi si kecil.

                Berdasarkan riset, pasta gigi yang digunakan si kecil (apalagi 
yang ditambahkan perasa buah untuk memikat anak) terbukti memiliki kandungan 
yang cukup membahayakan. Fluoride yang ditambahkan pada pasta gigi bisa 
menimbulkan osteoporosis dan kerusakan sistem syaraf. Apalagi, jika si kecil 
doyan mengisap habis pasta gigi yang rasanya enak.

                Sejak tahun 1960-an, penggunaan fluoride pada pasta gigi 
menjadi perdebatan panjang di kalangan ilmuwan. Sebagian dari mereka yakin 
bahwa fluoride dapat membantu menjaga kesehatan gigi. Kelompok yang 
menentangnya berargumen bahwa penggunaan fluoride dapat menimbulkan berbagai 
efek samping yang berbahaya.

                Pada dasarnya, pasta gigi mengandung berbagai jenis fluoride. 
Fluoride yang banyak digunakan adalah jenis sodium monofluoro fosfat (MFP) dan 
sodium fluoride (NaF). Menurut Iman Firmansyah, Tim Peneliti Lembaga Konsumen 
Jakarta Public Interest Research and Advocacy Center (LKJ PIRAC), di Indonesia, 
kandungan fluoride pada pasta gigi anak ternyata cukup besar, yaitu antara 
800-1500 ppm. Padahal di beberapa negara, batas maksimal kandungan fluoride 
mulai dikurangi. Contohnya, di negara Eropa, Australia, dan New Zealand 
kandungan fluoride berkisar 250-500 ppm.

                Hasil penelitian Departemen Kesehatan Belgia menyimpulkan bahwa 
penggunaan fluoride secara berlebihan dapat menyebabkan osteoporosis dan 
kerusakan sistem syaraf. Ini mendorong pemerintah Belgia melarang beredarnya 
segala jenis tablet dan permen yang mengandung fluoride. Pemerintah Belgia juga 
sedang mempresentasikan hasil penelitiannya di depan anggota Uni Eropa untuk 
memperoleh kesepakatan bersama pelarangan pasta gigi yang mengandung fluoride.

                Seorang pakar lainnya, Profesor Dirk Vanden Berghe, 
Mikrobiologist Universitas Antwerp, Swedia, menyatakan, sekitar 30-40 persen 
pasta gigi ditelan anak-anak pada saat mereka menyikat giginya atau melalui air 
ludah. Inilah yang menyebabkan mereka mengalami overdosis fluoride. Apalagi, 
produsen umumnya menambahkan aroma seperti rasa buah yang disukai anak-anak. 
Padahal semakin besar kandungan fluoride dalam pasta gigi anak, maka makin 
besar pula risiko kesehatan yang akan dideritanya kelak. Kelebihan fluoride 
pada anak dapat dilihat dari tanda-tanda fisik anak banyak mengeluarkan ludah, 
indera perasa jadi tumpul, badan gemetar, pernapasan berat dan anak jadi cepat 
lelah.

                Sementara, menurut ahli gigi India dari Maulana Azad Medical 
College (MAMC) Dr Pakaj Goel, pasta gigi yang mengandung fluoride tidak cocok 
digunakan untuk anak-anak di bawah umur empat tahun. Pakaj menambahkan, jika 
pasta gigi berfluoride sering tertelan dalam jumlah yang signifikan maka dapat 
mengakibatkan fluorosis pada anak, kerapuhan tulang, dan pertumbuhannya 
terhambat. Bahkan, Dr Mahesh Verma, Kepala Pusat Penelitian Gigi MAMC 
menyebutkan, literatur medis melarang pemberian pasta gigi berfluoride kepada 
anak-anak di bawah umur lima tahun.

                Menurut Iman, riset Tim Peneliti LKJ-PIRAC) pada 
September-Oktober 2002 terhadap kandungan fluoride dan pengamatan kemasan pasta 
gigi anak menyimpulkan bahwa dari sembilan produk yang diuji, delapan merek 
pasta gigi yang beredar menggunakan fluoride di atas 1000 ppm. Hanya satu 
produk mengandung floride di bawah 500 ppm.”Namun, pasta gigi itu ternyata 
produk impor dari Australia,” ungkapnya.

                Tim peneliti juga menemukan terdapat perbedaan jumlah kandungan 
fluoride yang signifikan antar hasil uji laboratorium dengan penghitungan 
teoritis berdasarkan pelabelan dalam kemasan. Bahkan, ada satu merek pasta gigi 
yang tak mencantumkan kadar fluoridenya.
                Iman juga menemukan, hanya satu produk yang melengkapi 
kemasannya dengan peringatan pihak produsen atas bahaya yang akan terjadi bila 
anak menelan fluoride. Namun, peringatan disajikan dalam bahasa Inggris. Juga 
hanya satu produk yang melengkapi kemasannya dengan petunjuk penggunakan 
seberapa banyak pasta gigi yang boleh digunakan untuk anak. ”Petunjuk itu 
disajikan dalam bahasa Inggris juga,” ujarnya.

                Sementara, As’ad Nugroho, koordinator program PIRAC menyatakan, 
pihaknya menuntut Badan Pengawasan Obat dan Makanan (POM) untuk menurunkan 
standar kandungan fluoride pada pasta gigi, khususnya untuk anak-anak dari 
800-1500ppm menjadi 250-500 ppm. ”Badan POM harus segera menginstruksikan 
penarikan seluruh produk pasta gigi anak yang masih mengandung fluoride lebih 
dari 500 ppm,” tegasnya.

                PIRAC juga meminta para produsen menghilangkan penambahan rasa 
yang dapat meningkatkan keinginan anak-anak untuk menelan pasta gigi saat 
mereka menggosok gigi. Mereka juga mendesak produsen pasta gigi anak memberikan 
peringatan dan keterangan dalam kemasannya mengenai batas aman pasta gigi yang 
digunakan anak. (hilman hilmansyah). Sumber www.tempo.co. id. 

                diposting oleh
                http://www.agungy. co.nr/ 

       


------------------------------------------------------------------------------
  Get your preferred Email name! 
  Now you can @ymail.com and @rocketmail.com. 

   

Kirim email ke