Mb Iva Makasih banyak yah..... Duh senengnya dapat support dari mb...jadi tenang dech....
Nanti aq coba pratekkin dech saran2nya :) [EMAIL PROTECTED] --- Pada Rab, 10/9/08, Lathifah Ambarwati <[EMAIL PROTECTED]> menulis: Dari: Lathifah Ambarwati <[EMAIL PROTECTED]> Topik: [Ayahbunda-Online] Tanya : Biar Anak deket Sama Kita Kepada: [email protected] Tanggal: Rabu, 10 September, 2008, 11:37 PM Halo Dina, Oh ya, sebelumnya terima ksih atas sapaan welcome yang hangat dari beberapa Bunda di sini, Bunda Iva (juga), NIluh, Fany, Nika, Novia, dll… Mengenai situasinya Dina, kalau boleh urun rembug, sebetulnya tidak selalu berpangkal pada keberhasilan si Nenek Rafa (Tante Dina) dalam “membangun hubungan” dengan Rafa. Sehingga opsi yang melibatkan keberadaan Nenek bukanlah solusi yang tepat karena bagaimanapun Rafa lebih aman bersama anggota keluarga. Instead of choosing that term, sebaiknya kita sebagai Ibu yang bekerja pun wajib segera membangun hubungan yang intens dengan anak sesering mungkin dan dengan segala macam cara. Bagaimana caranya? Misal: · Ketika di rumah, sering2lah berdekatan atau bahkan membawa Rafa dalam dekapan · Sering2lah mengajak Rafa berkomunikasi. Apa bisa bayi 8 bulan mendengar dan mengerti omongan orang dewasa? Mungkin tidak, tetapi bayi memahami intonasi suara orang dewasa, dan menerjemahkannya sebagai bentuk komunikasi. Tidak heran, ketika bayi menangis, dia akan berangsur2 diam ketika si ibu menenangkannya dengan kata dan irama yang menyejukkan, menentramkan dan membuat dia merasa aman. · Berkata2lah yang lembut di telinganya, sambil (bila perlu) usap2 dan cium pipi serta daerah telinganya dengan lembut pula, karena itu adalah daerah sensitive rangsangan. Ajaklah ia bicara seolah-olah ia mengerti apa yang anda bicarakan (walau sejatinya ia pun telah mengerti dan dapat merasakannya) · Jika Dina di kantor, mintalah Nenek Rafa untuk menyambungkan Dina dengan Rafa via telepon (bukan HP dan any fixed wireless phone, karena radiasinya tidak aman bagi bayi). Sapalah Rafa dengan nada yang antusias. Buatlah Rafa merasa penting, diperhatikan dan diingat oleh Ibunya yang sedang bekerja. · Bacakan cerita dengan intonasi suara yang bergairah. Kalau saya dulu sambil tiduran, pegang buku di dekatnya baby dan mulai menirukan aneka suara. Dan Alhamdulillah mereka rata2 antusias dan senang . Apa mereka mengerti ceritanya? I’m not really sure. Yang pasti mereka merespon dengan aneka celotehan yang aduuhh lutuna, hehehe. Padahal ketika itu mereka rata2 masih umur 5 bulan. Dan lebih alhamdulillahnya lagi, sampai sekarang mereka suka baca/pegang buku. I think it’s a great way to build their reading habit too. Si kakak yg umur 8 tahun tidak pernah kesulitan belajar dan jarang sekali minta bantuan saya untuk memahami aneka materi bacaan pelajaraan sekolah. Itu adalah beberapa contoh membangun kedekatan dengan anak/bayi yang sehari2nya tidak kita asuh secara full time karena harus bekerja di luar rumah. Selama ini cara itu cukup efektif buat saya. I had been in the same situation, bahkan tidak hanya saat anak pertama saja, hingga anak ke-3 pun saya selalu melibatkan neneknya sebagai pengganti keberadaan saya while I’m not around. Kebetulan saya tinggal di belakang rumah ibu ;p Tapi begitu sampai rumah, kegiatan utama adalah mengajak anak2 itu berkomunikasi. Bagi yang tidak tinggal berdekatan dengan orang tua/keluarga lainnya, minimal pengasuhnya juga diberikan pengertian yang sama. So, Dina, semoga membantu ya. Dan be proud karena dirimu telah berusaha menjadi ibu yang baik. Semoga berhasil. Salam, Lathifah Ambarwati (Iva) YM: ivabiz2004 http://gayahiduporg anic.wordpress. com http://mamaselma. wordpress. com www.friendster. com/mamaselma ___________________________________________________________________________ Dapatkan alamat Email baru Anda! Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain! http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/
