maaf hanya memberi pandangan dari sisi yg berbeda :)
apakah sudah pernah mencoba berpikir untuk mengorbankan sementara pekerjaan
kita dan "merengkuh kembali" (minjem bahasa mbak nyesa ehhehe), kembali ke
rumah, berada disamping anak kapanpun dia butuh, memeluk anak saat dia
merasa ingin dipeluk, menciumnya setiap saat, bermain ebrsama, menjaga anak
sendiri 24 jam?
bisa jadi karena si anak memang sedang lepas kendali sedang sementara tidak
ada yg biosa mengendalikannya selain ibunya sendiri? selain itu, banyak
kasus anak menjadi sangat nakal karena merasa tidak memiliki orang yg
disayanginya :)