Dear Moms,
 
Mau sharing juga nih tenang anak laki2....anak kedua-ku, Kyran (3 tahun 2 
bulan). Aku tidak mau menyebut dia nakal, tapi dia memang (kadang) suka memukul 
kakaknya, berebut mainan, melempar mainan dan tidak menghabiskan makanan yang 
dimintanya. Cukup mengesalkan? Yap.
 
Sebagai single mother, tentu saja saya tidak bisa begitu saja berhenti bekerja 
dan mendampingi anak-anak saya di rumah (walau rasanya pengeeeen banget 
berhenti kerja).... Akhirnya saya mencoba tegas dengan menerapkan 'hukuman' 
yang tidak akan membuat trauma bagi anak2. Hukuman yang saya berikan adalah 
'membuang' mobil2an-nya (maklum anak laki2, koleksi mobil2annya banyak dan 
semua disayang)....saya baru menerapkan beberapa hari yang lalu....dan 
alhamdulillah, semakin saya 'serius' menghukum dia, ada banyak perubahan dari 
perilakunya....
 
Saya cuma berpikir, dia melakukan itu pasti untuk mendapat perhatian. Yap, 
sudah pasti. Bagaimana tidak? Si Ibu yang bekerja 9-5 dan kadang mesti pulang 
lebih malam tidak bisa mendampinginya sepanjang minggu. Aku sendiri sudah 
berjanji Sabtu dan Minggu adalah hari untuk anak2....kalaupun harus ada 
aktivitas yang aku lakukan, harus mengajak anak-anak. Thats the only way. Dan 
di Sabtu Minggu itu lah saat aku harus berusaha mencoba memahami dan mengerti 
apa yang diinginkan anak-anak....menjadi bagian dari diri mereka....(lha kok 
aku malah curhat ya??)
 
Dan satu hal lagi, jangan mengecap anak dengan stempel "anak nakal"... Anak2 
itu semuanya baik, hanya saja mereka punya sesuatu yang khas untuk menarik 
perhatian kita....so, sepertinya kita harus tahu apa penyebabnya....dan 
bagaimana menanganinya...jangan semata mengecapnya sebagai "anak nakal".... 
mereka itu "malaikat" yang punya segudang cara untuk mencari 
perhatian...hehehehe...
 
Semoga membantu
rin
 
Re: Bls: [Ayahbunda-Online] (Ask) Menangani anak laki-laki 
Posted by: "boedoet" [EMAIL PROTECTED]   intan_utoyo 
Mon Oct 6, 2008 7:38 pm (PDT) 
maaf hanya memberi pandangan dari sisi yg berbeda :)
apakah sudah pernah mencoba berpikir untuk mengorbankan sementara pekerjaan
kita dan "merengkuh kembali" (minjem bahasa mbak nyesa ehhehe), kembali ke
rumah, berada disamping anak kapanpun dia butuh, memeluk anak saat dia
merasa ingin dipeluk, menciumnya setiap saat, bermain ebrsama, menjaga anak
sendiri 24 jam?
bisa jadi karena si anak memang sedang lepas kendali sedang sementara tidak
ada yg biosa mengendalikannya selain ibunya sendiri? selain itu, banyak
kasus anak menjadi sangat nakal karena merasa tidak memiliki orang yg
disayanginya :)


Back to top Reply to sender | Reply to group | Reply via web post 


 


      

Kirim email ke