uhu uhu ...
teringat deh, saat kehamilan dan mengasuh okta masih bayi banget. seperi yang
ditulis mbak fanny. seperti yang dirasakan mbak felicia. seperti yang dirasakan
bunda yang lain juga.
saya juga jauh dari keluarga. makanya pulsa telpon bikin kantong jebol. setiap
hari saya nelpon papa saya. entah mengapa mama saya bukan mama yang enak buat
curhat. padahal sesama mama yah. malah saya curhat sampai nangis-nangis ke papa
saya.
saya -alhamdulillah- punya sahabat sejak sma yang belum menikah dan mau
mengerti keadaan saya. hampir setiap wiken dia naik bus 4 jam untuk mengunjungi
saya dan mendengarkan keluh kesah saya berjam-jam. pokoknya jadi keranjang
sampah untuk membuang uneg-uneg dalam hati.
dulu, kalau okta nangis, saya ikut nangis. jadi nggak keruan. air mata
bercucuran tidak bisa ditahan. rasanya menderita sendiri di dunia.
saking nggak enaknya rasa saat hamil dan bayinya okta dulu, saya tidak ingin
hamil lagi. saya tidak mau okta punya adik. emoh. cukup sekali saja.
saya tidak menyesali punya anak. saya bahagia dan bersyukur punya kesempatan
menjadi ibu. melahirkan secara normal. menyusui eksklusif 6 bulan bahkan sampai
sekarang. tetapi sekali saja. okta saja. paling ganteng sedunia. kesayangan
saya.
usul saya :
- cari kesempatan untuk istirahat sebanyak mungkin
- ikut bobo' kalau bayinya bobo'
- kalau tidak bobo', carilah kegiatan yang tidak menguras energi yang
menyenangkan (baca novel sambil mendengarkan musik, dipijat, berendam air
hangat dengan sabun wangi, facial dibantu si mbak, dan sebagainya)
- mintalah bantuan dan dukungan sebanyak mungkin baik dari keluarga, suami
terutama, teman, sahabat, tetangga, si mbak, profesional, dan sebagainya
- keluarkan semua perasaan baik lisan kepada suami, teman, dan sebagainya juga
secara tertulis dengan email kepada kami di milis atau menulis jurnal harian
atau membuat blog
- bersyukurlah bahwa memiliki kesempatan menjadi ibu adalah hal yang sangat
berharga dan tidak ternilai
- banyak berdoa dan beribadah sesuai dengan kepercayaan agar diberikan
kekuatan, kesehatan, kesabaran, dan keikhlasan dalam mengasuh anak
suasana hati bunda yang menyenangkan juga berpengaruh kepada bayi lho. kalau
bundanya merasa ringan hatinya dan riang, bayinya biasanya ikut tenang. kalau
bundanya hatinya rusuh, bayinya ikut tidak dan jadi rewel.
hope it helps,