Mama-nya Matthew,

duh....sedih banget ya. Iya, wajar ya perasaannya. Maunya pasti anak
dekat dengan mamanya.

Kalo dalam bayanganku, karena aku tidak bekerja lagi, biarpun
mama-papa sama2 bekerja, tapi mama biasanya masih harus berkutat
dengan aktivitas rumah tangga ya. Mungkin...itu membuat waktu Mom dan
Matthew, kalo diitung2, lebih sedikit dari waktu antara Papa dan
Matthew. Jadi ya wajar kalo memang Matthew lebih akrab sama Papa, atau
orang2 yang sehari-harinya lebih dekat sama dia.

Tapi Mom kan juga sudah sediakan waktu tuh Sabtu dan Minggu. Buat
hari-hari itu, menjadi 'quality time' buat Mom dan Matthew. Mempererat
bonding semaksimal mungkin.

Mom jangan terlalu tegang dan pengen semua kelihatan hasilnya dalam
waktu singkat. Percaya deh, Matthew tau dan ngerasa kok siapa yang
Mamanya. Semakin Mom tegang, senyum dan tawanya jadi 'terasa' tidak
ikhlas, dan Matthew akan ngerasain itu. Jadi dicoba merubah dari diri
sendiri dulu. Kan gak bisa juga Mom memiliki harapan agar Matthew yang
berubah dengan sendirinya. Anak kecil bersikap sebagaimana kita
bersikap terhadapnya.

Pertama baca postingan Mom, aku pengen mereply, tapi aku takut salah,
karena aku gak punya pengalaman begini. Tapi baca lagi, huhuhu...sedih
banget ya, akhirnya aku beraniin diri merespon. Semoga membantu ya,
dan nggak usah sedih lagi.

Salam,
Grace


--- In [email protected], amelia norma
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
aku merasa iri terhadap orang2 yang sering dilempari senyum oleh anakku...

> Mamanya Matthew - 6m2w3d


Kirim email ke