Mbak, makasih buat advisenya yah... --- On Fri, 10/31/08, Grace Y. Wulanda <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Grace Y. Wulanda <[EMAIL PROTECTED]> Subject: [Ayahbunda-Online] Re: Sedihhh...Matthew koq gitu sama Mama?? To: [email protected] Date: Friday, October 31, 2008, 10:10 PM Mama-nya Matthew, duh....sedih banget ya. Iya, wajar ya perasaannya. Maunya pasti anak dekat dengan mamanya. Kalo dalam bayanganku, karena aku tidak bekerja lagi, biarpun mama-papa sama2 bekerja, tapi mama biasanya masih harus berkutat dengan aktivitas rumah tangga ya. Mungkin...itu membuat waktu Mom dan Matthew, kalo diitung2, lebih sedikit dari waktu antara Papa dan Matthew. Jadi ya wajar kalo memang Matthew lebih akrab sama Papa, atau orang2 yang sehari-harinya lebih dekat sama dia. Tapi Mom kan juga sudah sediakan waktu tuh Sabtu dan Minggu. Buat hari-hari itu, menjadi 'quality time' buat Mom dan Matthew. Mempererat bonding semaksimal mungkin. Mom jangan terlalu tegang dan pengen semua kelihatan hasilnya dalam waktu singkat. Percaya deh, Matthew tau dan ngerasa kok siapa yang Mamanya. Semakin Mom tegang, senyum dan tawanya jadi 'terasa' tidak ikhlas, dan Matthew akan ngerasain itu. Jadi dicoba merubah dari diri sendiri dulu. Kan gak bisa juga Mom memiliki harapan agar Matthew yang berubah dengan sendirinya. Anak kecil bersikap sebagaimana kita bersikap terhadapnya. Pertama baca postingan Mom, aku pengen mereply, tapi aku takut salah, karena aku gak punya pengalaman begini. Tapi baca lagi, huhuhu...sedih banget ya, akhirnya aku beraniin diri merespon. Semoga membantu ya, dan nggak usah sedih lagi. Salam, Grace --- In Ayahbunda-Online@ yahoogroups. com, amelia norma <matthewdiva@ ...> wrote: > aku merasa iri terhadap orang2 yang sering dilempari senyum oleh anakku... > Mamanya Matthew - 6m2w3d
