memang rata-rata yayasan penyalur tenaga kerja sekarang pada komersil ya...
Alhamdulillah, yayasan BS tempat aku ambil suster ngga begitu...


indy
mama kia&abyan


--- Pada Sab, 1/11/08, Winnie Hartoro <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
Dari: Winnie Hartoro <[EMAIL PROTECTED]>
Topik: [Ayahbunda-Online] [Sharing] YAYASAN BABY SITTER REKOMENDASI DARI 
BRAWIJAYA HOSPITAL
Kepada: [email protected]
Tanggal: Sabtu, 1 November, 2008, 12:15 AM










    
            Dear Parents...



Pengalaman yang tidak menyenangkan yang berhubungan dengan baby sister

akhirnya terjadi pada saya juga. Terlebih lagi penyalurnya juga AMAT

SANGAT TIDAK KOPERATIF DAN MELEPAS TANGGUNG JAWAB.



Penyalur baby sitter ini saya dapat atas rekomendasi dari Brawijaya

Women and Children Hospital. 



Nama Yayasan: FEGA MULIA

Pemilik : Ibu ATIK 

Alamat: Jl. Buana II No.18, Pondok Pinang, Jakarta Selatan

Telp: 769 - 8982 , 0818 - 693212 



Akhir Mei 2008 saya menghubungi Brawijaya Hospital untuk minta 

referensi penyalur baby sitter. Setelah mendapatkan no telp sang

pemilik, langsung saya hubungi. Saya utarakan kalau saya membutuhkan

baby sitter yang masih muda, dengan maksud supaya tidak cepat - cepat

minta izin keluar untuk menikah. Menurut sang pemilik, ada satu baby

sitter yang cocok dengan permintaan saya. Langsung sorenya saya dan

ibu saya datang kesana untuk menjemput si baby sitter.



Sambil menunggu si baby sitter bersiap - siap, sang pemilik

mengutarakan bahwa dia kenal baik dengan keluarga si baby sitter ini.

Jadi bisa dan akan MENJAMIN bahwa baby sitter ini akan bekerja dengan

baik dan tidak dengan mudah atau cepat keluar untuk menikah karena

menurut BELIAU si baby sitter ini amat sangat ingin bekerja.



Lalu saya diberikan formulir pendaftaran dan peraturan serta ketentuan

 dari 'YAYASAN'. Disitu tertulis bahwa jika terjadi ketidakcocokan

selama 3 bulan pertama maka  pemakai jasa akan diberikan sebanyak 1

kali penggantian. Khusus untuk point tersebut, saya lalu mengajukan

pertanya kepada SANG PEMILIK. Bagaimana kalau tiba - tiba si baby

sitter minta keluar dengan berbagai alasan setelah tiga bulan? Apa

benar - benar tidak akan dicarikan pengganti? SANG PEMILIK bilang,

khusus untuk Ibu kalau ada apa - apa setelah itu tetap akan saya BANTU.



Sampai detik ini si baby sitter baru bekerja 6 bulan di rumah kami dan

tiba2 minta pulang dengan alasan ayahnya sakit tekanan darah tinggi.

Lalu saya tanya berapa lama dia akan pulang. Dia jawab kalau ibunya

melarang dia untuk kembali bekrja alias KELUAR. Saya tekankan ke baby

sitter saya bahwa saya akan meminta pengganti dulu kepada SANG

PEMILIK, mengingat dia pernah berjanji demikian seperti yang saya

sebutkan di atas.



Tapi kenyataannya NOL BESAR. Belum lama tadi SANG PEMILIK menelpon

saya, dan mengatakan saya ini orang ANEH, karena meminta

pertanggungjwaban setelah terlalu lama memakai jasa si baby sitter.

Tentunya amat sangat TIDAK SOPAN ya. Saya yang awalnya masih berusaha

untuk berbicara baik - baik, otomatis langsung emosi. Saya rasa

siapapun akan marah kalau dibilang aneh oleh orang yang semestinya

memenuhi janji - janji surganya itu beberapa bulan yang lalu. 



Masih dengan berusaha menahan marah, saya ingatkan SANG PEMILIK apa -

apa saja yang pernah diucapkan atau dijanjikan dia terhadap saya.

Termasuk bahwa dia akan BERTANGGUNG JAWAB MENGENAI PERGANTIAN BABY

SITTER WALAUPUN SETELAH MELEWATI BATAS WAKTU YANG TERTERA YAITU 3

BULAN. Dengan seenaknya SANG PEMILIK untuk KESEKIAN KALI mengatakan

kalau saya ANEH dan mentertawakan saya. Rasanya amat sangat wajar

kalau emosi saya meledak. 

Saya: Ibu jangan mentertawakan saya. Saya hanya menagih janji Ibu. Dan

      dari tadi saya berbicara secara baik2. Kenapa jadi Ibu yang 

      marah2 dan ngatain saya aneh. Sopan amat! Saya hanya memegang 

      omongan yang keluar dari mulut Ibu waktu saya datang untuk 

      menjemput si baby sitter, bahwa ibu akan membantu saya di luar 

      batas waktu yang ditentukan. 

SANG PEMILIK: Ibu ini aneh banget. Wong udah make si suster lama 

              banget kok malah sekarang dia mau keluar saya musti  

              tanggung jawab. Disitu kan tertulis kalo cuma ada waktu 

              3 bulan. Ibu baca kan? Ibu tanda tangan kan?

Saya: Lama banget? Emang berapa lama, bu? Coba Ibu inget2, diliat lagi 

      kertasnya.

SANG PEMILIK: Ya nggak tau. Kata si suster udah 8 bulan.

Saya: 8 bulan? 8 bulan, bu??? Yang bener aja. Coba Ibu liat sendiri di 

      kertasnya. Enak aja main bilang 8 bulan.

SANG PEMILIK: (MENCOBA MENGELAK) Ya pokoknya udah melebihi 3 bulan 

              kan, bu. Di kertasnya kan jelas.

Saya: Justru karena ibu menyanggupi untuk bertanggung jawab melebihi 3 

      bulan itu makanya saya minta pertanggungjawaban ibu sekarang. 

      Walaupun cuma omongan tapi itu termasuk janji. Janji adalah 

      hutang. Dan hutang harus ditepati. Ibu kan lebih tua dari saya. 

      Mustinya ibu lebih ngerti kan? Apa Ibu mau saya tuduh    

      bahwa ini adalah konspirasi dari yayasan untuk mengeruk uang   

      dari saya?'. 

SANG PEMILIK: Ya ndak mau. 

Saya: Lha...trus kalau kejadiannya seperti ini namanya apa?

SANG PEMILIK: Ya terus Ibu maunya apa?? Mau dicariin gantinya? 

Saya: Ya jelas lah. Ada??

SANG PEMILIK: Nggak ada. (dengan nada melemah)

Saya: Nah tuh kan. Pasti alasannya gak ada. Alasan klise dari yayasan 

      tuh ya begini. 

SANG PEMILIK: Jadi Ibu maunya apa? Mau diganti uang? (DENGAN 

              NADA YANG JAUH LEBIH TINGGI DAN EMOSIONAL DARI SAYA)

Saya: Iya boleh!! 

SANG PEMILIK: Kalo gitu biarin dia pulang besok dan gak usah dikasih 

              uang!! 

Saya: (LANGSUNG BANTING TELPON)

              

Astaghfirullah. ...itu orang ngakunya beragama tapi kok kelakuannya

kasar begitu. Saya gak habis pikir. Saya benar - benar tidak terima

dibilang aneh. Berulang kali pula. Saya yang menjadi korban kok malah

dia yang lebih marah, lebih galak dan malah menyepelekan saya. Saya

hanya menagih janjinya dulu. Itu saja. Tidak lebih dan tidak kurang.

Kalau memang dia tidak punya pengganti dan bisa menawarkan memberikan

ganti rugi berupa uang kembali, ya kenapa tidak ditawarkan langsung di

awal pembicaraan. Jadi tidak perlu mengata2i orang yang notabene

memberi pendapatan buat dia juga. Justru buat saya dia yang ANEH.



Semoga di milis ini ada pegawai/pemilik (atau kerabat) dari Brawijaya

Children and Women Hospital. Saya amat sangat menganjurkan agar BCWH

tidak merekomendasikan yayasan itu lagi. Mungkin saja kejadian -

kejadian yang tidak mengenakkan dengan yayasan ini sudah pernah

terjadi sebelumnya, hanya saja tidak diketahui oleh pihak BCWH.



Terima kasih,



Winnie Hartoro

 




      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      
___________________________________________________________________________
Nama baru untuk Anda! 
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. 
Cepat sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

Kirim email ke