Memang kita harus hati-hati banget sama Yayasan baby sitter... Dan ngecek lagi setiap pasal sebelum tanda tangan kontrak, karena klo dilihat dari perjanjiannya mereka sangat melindungi diri sekali... pasal kewajiban majikan bisa dari a-z. tapi pasal kewajiban yayasan cuma a-e. Dan sebaiknya sema kesepakatan dibuat tertulis, jd klo terjadi sesuatu dilain hari kita punya bukti. Saya pernah mengalami kejadian mengecewakan dari Yayasan Citra Kartini, Bintaro. Mungkin bbrp teman sdh pernah baca mengenai postingan saya mengenai hal ini. Karena merasa terlindungi oleh pasal "jika baby sitter sakit merupakan tanggungan majikan, kecuali operasi akan ditanggung keluarga" Yayasan Citra Kartini ini lepas tangan sama sekali ketika baby sitternya yang baru saya ambil 3 hari masuk RS karena pangkreatitis akut dan menghabiskan biaya yang sangat besar. Bahkan yang harus menghubungi pihak keluarga & menunggui di RS harus sy juga. Jahatnya lagi ketika suster ini mau pulang kampung untuk berobat dan meminta ijazahnya, tidak diberikan oleh pihak Yayasan. Pelajaran yang saya ambil dari masalah ini adalah 1. Lebih berhati-hati dalam memilih yayasan, karena Yayasan yang kelihatannya bonafit seperti Citra Kartini, yang bisa pasang iklan hampir disetiap edisi Ayahbunda ternyata kenyataannya nol besar. 2. Lebih meneliti stiap pasal dalam perjanjian dengan Yayasan. Misal: jika ada pasal diatas, sy akan menambahkan notes "Max Rp.../hari" & "Yayasan memberi pekerja yang sehat" Mudah2an pengalaman2 buruk sy dan yang lain dengan Yayasan2 BS bisa menjadi pelajaran bagi yang lain agar lebih berhati-hati. Thx.
Irarosa Ardhi Boediono http://irarosa.multiply.com/ ________________________________ From: Afrida Margaretha <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Sunday, November 9, 2008 6:26:58 AM Subject: Re: Bls: [Ayahbunda-Online] [Sharing] YAYASAN BABY SITTER REKOMENDASI DARI BRAWIJAYA HOSPITAL(to:mba Indy) Dear all, Saya juga pernah mengalami hal yg sama dgn mbak winnie dr yys yg sama atas rekomen Brawijaya Hospital, bedanya BS yg ada ditemapat sy disuruh utk menggoda supir yg ada dirmh sy yg telah married punya 3 anak dgn begitu BS minta plg dgn alasan diganggu oleh supir sy (ceritanya mala diputar balikan) dan yys tdk memberikan ganti ke sy dgn alasan tdk ada orang! hanya janji2 manis yg ditawarkan kenyataannya nol besar! Buat para mom sebaiknya hati2 dlm memilih yys BS dan sebaiknya tdk mencari dr FEGA MULIA krn pemiliknya tdk bertanggung jwb hanya janji2 palsu!!!!!!! ! Mama Ayesha & Aretha On 11/7/08, Andi Ruli <rulinovich94@ yahoo.com> wrote: > > Dear Mba Indy..., > > ngomong2,yayasan BSnya dimana yah??aku kepikiran untuk hire BS,tapi buat > batita soalnya yang di rumah kan pulang pergi mau aku hibahkan (emang kereta > api??hehe) buat ibuku aja...kalo BS buat batita itu bayarannya sama gak yah > dengan BS yang buat bayi??thx yah... > > regards > -ibunya andra- > --- On Wed, 11/5/08, Indy Kamal <[EMAIL PROTECTED] co.id> wrote: > > From: Indy Kamal <[EMAIL PROTECTED] co.id> > Subject: Bls: [Ayahbunda-Online] [Sharing] YAYASAN BABY SITTER REKOMENDASI > DARI BRAWIJAYA HOSPITAL > To: Ayahbunda-Online@ yahoogroups. com > Date: Wednesday, November 5, 2008, 8:49 AM > > > > > > > > > > > memang rata-rata yayasan penyalur tenaga kerja sekarang pada komersil ya... > Alhamdulillah, yayasan BS tempat aku ambil suster ngga begitu... > > > indy > mama kia&abyan > > > --- Pada Sab, 1/11/08, Winnie Hartoro <winniehartoro@ yahoo.com> menulis: > > Dari: Winnie Hartoro <winniehartoro@ yahoo.com> > Topik: [Ayahbunda-Online] [Sharing] YAYASAN BABY SITTER REKOMENDASI DARI > BRAWIJAYA HOSPITAL > Kepada: Ayahbunda-Online@ yahoogroups. com > Tanggal: Sabtu, 1 November, 2008, 12:15 AM > > > > > Dear Parents... > > Pengalaman yang tidak menyenangkan yang berhubungan dengan baby sister > akhirnya terjadi pada saya juga. Terlebih lagi penyalurnya juga AMAT > SANGAT TIDAK KOPERATIF DAN MELEPAS TANGGUNG JAWAB. > > Penyalur baby sitter ini saya dapat atas rekomendasi dari Brawijaya > Women and Children Hospital. > > Nama Yayasan: FEGA MULIA > Pemilik : Ibu ATIK > Alamat: Jl. Buana II No.18, Pondok Pinang, Jakarta Selatan > Telp: 769 - 8982 , 0818 - 693212 > > Akhir Mei 2008 saya menghubungi Brawijaya Hospital untuk minta > referensi penyalur baby sitter. Setelah mendapatkan no telp sang > pemilik, langsung saya hubungi. Saya utarakan kalau saya membutuhkan > baby sitter yang masih muda, dengan maksud supaya tidak cepat - cepat > minta izin keluar untuk menikah. Menurut sang pemilik, ada satu baby > sitter yang cocok dengan permintaan saya. Langsung sorenya saya dan > ibu saya datang kesana untuk menjemput si baby sitter. > > Sambil menunggu si baby sitter bersiap - siap, sang pemilik > mengutarakan bahwa dia kenal baik dengan keluarga si baby sitter ini. > Jadi bisa dan akan MENJAMIN bahwa baby sitter ini akan bekerja dengan > baik dan tidak dengan mudah atau cepat keluar untuk menikah karena > menurut BELIAU si baby sitter ini amat sangat ingin bekerja. > > Lalu saya diberikan formulir pendaftaran dan peraturan serta ketentuan > dari 'YAYASAN'. Disitu tertulis bahwa jika terjadi ketidakcocokan > selama 3 bulan pertama maka pemakai jasa akan diberikan sebanyak 1 > kali penggantian. Khusus untuk point tersebut, saya lalu mengajukan > pertanya kepada SANG PEMILIK. Bagaimana kalau tiba - tiba si baby > sitter minta keluar dengan berbagai alasan setelah tiga bulan? Apa > benar - benar tidak akan dicarikan pengganti? SANG PEMILIK bilang, > khusus untuk Ibu kalau ada apa - apa setelah itu tetap akan saya BANTU. > > Sampai detik ini si baby sitter baru bekerja 6 bulan di rumah kami dan > tiba2 minta pulang dengan alasan ayahnya sakit tekanan darah tinggi. > Lalu saya tanya berapa lama dia akan pulang. Dia jawab kalau ibunya > melarang dia untuk kembali bekrja alias KELUAR. Saya tekankan ke baby > sitter saya bahwa saya akan meminta pengganti dulu kepada SANG > PEMILIK, mengingat dia pernah berjanji demikian seperti yang saya > sebutkan di atas. > > Tapi kenyataannya NOL BESAR. Belum lama tadi SANG PEMILIK menelpon > saya, dan mengatakan saya ini orang ANEH, karena meminta > pertanggungjwaban setelah terlalu lama memakai jasa si baby sitter. > Tentunya amat sangat TIDAK SOPAN ya. Saya yang awalnya masih berusaha > untuk berbicara baik - baik, otomatis langsung emosi. Saya rasa > siapapun akan marah kalau dibilang aneh oleh orang yang semestinya > memenuhi janji - janji surganya itu beberapa bulan yang lalu. > > Masih dengan berusaha menahan marah, saya ingatkan SANG PEMILIK apa - > apa saja yang pernah diucapkan atau dijanjikan dia terhadap saya. > Termasuk bahwa dia akan BERTANGGUNG JAWAB MENGENAI PERGANTIAN BABY > SITTER WALAUPUN SETELAH MELEWATI BATAS WAKTU YANG TERTERA YAITU 3 > BULAN. Dengan seenaknya SANG PEMILIK untuk KESEKIAN KALI mengatakan > kalau saya ANEH dan mentertawakan saya. Rasanya amat sangat wajar > kalau emosi saya meledak. > Saya: Ibu jangan mentertawakan saya. Saya hanya menagih janji Ibu. Dan > dari tadi saya berbicara secara baik2. Kenapa jadi Ibu yang > marah2 dan ngatain saya aneh. Sopan amat! Saya hanya memegang > omongan yang keluar dari mulut Ibu waktu saya datang untuk > menjemput si baby sitter, bahwa ibu akan membantu saya di luar > batas waktu yang ditentukan. > SANG PEMILIK: Ibu ini aneh banget. Wong udah make si suster lama > banget kok malah sekarang dia mau keluar saya musti > tanggung jawab. Disitu kan tertulis kalo cuma ada waktu > 3 bulan. Ibu baca kan? Ibu tanda tangan kan? > Saya: Lama banget? Emang berapa lama, bu? Coba Ibu inget2, diliat lagi > kertasnya. > SANG PEMILIK: Ya nggak tau. Kata si suster udah 8 bulan. > Saya: 8 bulan? 8 bulan, bu??? Yang bener aja. Coba Ibu liat sendiri di > kertasnya. Enak aja main bilang 8 bulan. > SANG PEMILIK: (MENCOBA MENGELAK) Ya pokoknya udah melebihi 3 bulan > kan, bu. Di kertasnya kan jelas. > Saya: Justru karena ibu menyanggupi untuk bertanggung jawab melebihi 3 > bulan itu makanya saya minta pertanggungjawaban ibu sekarang. > Walaupun cuma omongan tapi itu termasuk janji. Janji adalah > hutang. Dan hutang harus ditepati. Ibu kan lebih tua dari saya. > Mustinya ibu lebih ngerti kan? Apa Ibu mau saya tuduh > bahwa ini adalah konspirasi dari yayasan untuk mengeruk uang > dari saya?'. > SANG PEMILIK: Ya ndak mau. > Saya: Lha...trus kalau kejadiannya seperti ini namanya apa? > SANG PEMILIK: Ya terus Ibu maunya apa?? Mau dicariin gantinya? > Saya: Ya jelas lah. Ada?? > SANG PEMILIK: Nggak ada. (dengan nada melemah) > Saya: Nah tuh kan. Pasti alasannya gak ada. Alasan klise dari yayasan > tuh ya begini. > SANG PEMILIK: Jadi Ibu maunya apa? Mau diganti uang? (DENGAN > NADA YANG JAUH LEBIH TINGGI DAN EMOSIONAL DARI SAYA) > Saya: Iya boleh!! > SANG PEMILIK: Kalo gitu biarin dia pulang besok dan gak usah dikasih > uang!! > Saya: (LANGSUNG BANTING TELPON) > > Astaghfirullah. ...itu orang ngakunya beragama tapi kok kelakuannya > kasar begitu. Saya gak habis pikir. Saya benar - benar tidak terima > dibilang aneh. Berulang kali pula. Saya yang menjadi korban kok malah > dia yang lebih marah, lebih galak dan malah menyepelekan saya. Saya > hanya menagih janjinya dulu. Itu saja. Tidak lebih dan tidak kurang. > Kalau memang dia tidak punya pengganti dan bisa menawarkan memberikan > ganti rugi berupa uang kembali, ya kenapa tidak ditawarkan langsung di > awal pembicaraan. Jadi tidak perlu mengata2i orang yang notabene > memberi pendapatan buat dia juga. Justru buat saya dia yang ANEH. > > Semoga di milis ini ada pegawai/pemilik (atau kerabat) dari Brawijaya > Children and Women Hospital. Saya amat sangat menganjurkan agar BCWH > tidak merekomendasikan yayasan itu lagi. Mungkin saja kejadian - > kejadian yang tidak mengenakkan dengan yayasan ini sudah pernah > terjadi sebelumnya, hanya saja tidak diketahui oleh pihak BCWH. > > Terima kasih, > > Winnie Hartoro > > > > > > Nama baru untuk Anda! > Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan > @rocketmail. > Cepat sebelum diambil orang lain! > > > > > > > > > > > > > > > > -- Sent from my mobile device
