saya baru2 ini dpt email di bawah ini dr temen, mengenai razia preman nah sekedar kepikir aja, kalau utk razia preman aja para petinggi kepolisian bersedia di hubungi utk menerima laporan ttg prema, bagaimana dgn laporan ttg anak buah nya (polisi) yg nakal ?
harusnya hal ini akan jd penegakan hukum yg bagus sekali..... sama sama....bila ada warga yg salah, dihukum....sama, bila ada aparat (polisi) yg salah atau nakal, jg ditindak secara hukum yg berlaku. tp, gimana yah ? Semoga bermanfaat.. *Jakarta* - Anda menjadi korban preman atau kapak merah? Jika iya, Anda bisa langsung mengontak kapolda dan kapolres setempat. Ajakan ini dilontarkan Kabareskrim Mabes Polri Irjen Pol Susno Duaji dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (4/11/2008). Jika menjadi korban preman, Anda bisa mengontak: Kapolda Jawa Timur 0812.1030.086. Kapolda DIY 0812.3876.159. Kapolwiltabes Semarang 0812.710.7771. Kapolwiltabes Surabaya 0811.611.980. Kapoltabes Yogyakarta 0815.7741415 Kapoltabes Medan 0812.64920007. Kapolres Jakarta Pusat 0811.902355 Kapolres Jakarta Selatan 0812.111.8686 Kapolres Jakarta Timur 081.222.12212 Kapolres Jakarta Barat 0813.111.97777 Kapolres Jakarta Utara 0811.844321 Kapolres Bekasi 0817.0868686 Petugas KP3 Bandara Soekarno-Hatta 0811.854.170 Kapolres Depok 0812.303.9065. Kapolres Bekasi Kabupaten 0812.123.8989 Kapolres Tangerang Kabupaten 021.93. 778989. Kapolres Tangerang 0815.1111.8778 Kapolres KP3 Tanjung Priok 0811.891213. Kapolres Kepulauan Seribu 0818.617171 Menurut Susno, operasi pemberantasan kejahatan jalanan ini digelar sejak 2 November 2008 hingga masyarakat aman. Sasaran mulai dari preman, kampak merah, parkir liar, hingga debt collector. "Kalau masyarakat merasa aman, operasi tetap tidak akan berhenti sampai preman tidak ada," cetus Susno. Bagaimana jika aparat tidak merespon? "Silakan hubungi Direktorat I Keamanan Transnasional Bareskrim Mabes Polri nomor 021.721.8941 dan bisa langsung ke Kabareskrim 0815.977.1977, " kata Susno. Dikatakan dia, pejabat di wilayah akan diminta pertanggungjawaban. "Apabila ada kapolres yang tidak merespon, tolong ditulis besar-besar. Apabila kapolres marah laporkan karena berarti dia bekerjasama dengan preman," papar dia.*(aan/gah)* Sumber: Detik.com 4 November 2008 2008/11/15 Dody <[EMAIL PROTECTED]> > karena ketika SIM atau STNK kita sudah di tangan mereka, sangat > riskan, karena kita rugi waktu, kalau sampe dikerjain seperti kasus > saya. > > oleh karena itu, butuh lembaga, atau pihak yg bisa untuk ngelaporin > tindak tanduk polisi polisi preman ini. > yg bikin mereka juga ngeper. hehehehe ada ga? > > atau pake teknik poto poto? mengancam masuk koran? > > jadi inget di tipi ada acara yg ngerekam polisi nilang bule di bali. > tapi uang damainya 100rb, karena ga pake helm. pake ga ngaku lagi, > padahal jelas jelas kerekam. > hahahaha... > > Dody > > On 11/15/08, - Yusri - <[EMAIL > PROTECTED]<yusri_ayahbundaonline%40yahoo.co.id>> > wrote: > > > > Nah........yg paling sulit adalah beradu argumentasi dengan polisi tanpa > > emosi. > > Utk saya, sangat susah menahan emosi saat berhadapan dengan polisi yg > > mencari2 kesalahan dan berusaha mempersulit kita. > > > > > > > > > > Regards, > > YUSRI > > email: [EMAIL PROTECTED] <yusribb%40yahoo.co.id> > > YM: yusri_smpn1 > > > > Sent from my BlackBerry(R) wireless device > > > > -----Original Message----- > > From: "Deka Inspiration" <[EMAIL PROTECTED]<deka.inspiration%40gmail.com> > > > > > > Date: Wed, 12 Nov 2008 09:54:46 > > To: <[email protected]<Ayahbunda-Online%40yahoogroups.com> > > > > Subject: Re: [Ayahbunda-Online] Fw: tips surat tilang! > > > > > > klo pengalaman saya, saya kena slip biru tapi ga ditulis nominalnya. Jadi > > ketika saya ke BRI, petugas BRI tidak bersedia menerima pembayaran dari > saya > > > > karena tidak ada nilai nominalnya. Akhirnya saya ke kantor polisi, di > pintu > > > > gerbang saya dicegat oleh polisi2 muda .. mereka minta 40rb. > > > > Oke, saya berikan 40rb, tapi saya minta tanda terima. Eh merekanya > ngeyel, > > ini bukan supermarket, pake tanda terima segala. Saya bilang, "ini kan > > lembaga milik negara, pasti adalah tanda terimanya. Saya bayar listrik > juga > > > > ada tanda terimanya .." (sambil berharap mereka tidak cukup pintar untuk > > menyadari bahwa PLN adalah Persero ) > > > > Tetapi tetap juga mereka bersikeras. Akhirnya saya ubah strategi, ya udah > > deh, ga apa-apa ga ada tanda terimanya. Tapi saya ingin konsultasi, ada > ga > > ya peraturan undang-undangnya yang menyatakan kalo melanggar forbidden > way > > kena 40ribu? Kan saya warga negara .. masak saya tidak boleh tahu ..? > > > > Akhirnya mereka menyerah, saya disuruh masuk ke dalam, usut punya usut .. > > akhirnya mereka dimarahi oleh atasannya. Saya mendapat tanda bukti resmi > > pembayaran tilang senilai 20rb, dan uang 20rb dikembalikan lagi ke saya. > > > > Sebenarnya di dalam ada bagian khusus untuk menangani tilang, tapi jalan > > masuknya gang kecil dan kesannya kumuh. Dan sepertinya tulisan petunjuk > arah > > > > sengaja dibuat kecil agar tidak terlihat dari luar, agar ada banyak > korban > > yang bisa dicegat di depan. Bersamaan dengan saya saat itu, ada 5 orang > > juga yang dicegat di depan. Semuanya Bapak-bapak. Tetapi waktu saya ajak > > masuk ke dalam, mereka semua menyerah, tidak berminat ikut ke dalam.. > sudah > > > > keder duluan .. :-p > > > > Saat itu semua argumentasi saya sampaikan dengan baik, tidak pakai emosi. > > Alhamdulillah dengan cara halus, berhasil juga memberi pelajaran pada > para > > polisi yang main preman.. :p > > > > > > Salam > > > > ----- Original Message ----- > > From: Dody > > To: [email protected]<Ayahbunda-Online%40yahoogroups.com> > > Sent: Tuesday, November 11, 2008 1:40 AM > > Subject: Re: [Ayahbunda-Online] Fw: tips surat tilang! > > > > > > . > > -- deleted -- > > > > > > > > -- > Blass > http://kaos-bandung.blogspot.com > > >
