bunda,
jujur saja saya tidak tahu persis undang-undang untuk aborsi tetapi aborsi 
model cerita bunda jelas tidak dizinkan. aborsi yang diizinkan hanya karena 
keselamatan nyawa ibu hamil terancam atau sebaliknya keadaan janin tidak dapat 
dipertahankan. jelas keduanya membutuhkan pemeriksaan medis oleh yang 
berkompeten. tidak hanya rasa si bunda atau pertimbangan ekonomi.
dalam cerita bunda, menurut saya, jelas sang boss tidak punya hati nurani dan 
tidak bermoral karena tanpa alasan yang jelas memerintahkan aborsi hanya karena 
dia lah sang boss. ibu hamil tersebut mestinya mendengarkan kata hatinya 
sendiri. janin dalam kandungan sudah diperhitungkan bahkan dalam hukum warisan. 
kecuali apabila dia dilahirkan meninggal. itu saya yakin benar. bagaimana pun, 
sebagai manusia, kita tidak punya hak sama sekali menghilangkan nyawa manusia 
lain walau pun masih dalam kandungan tanpa dasar yang kuat.
menurut saya, ajak si ibu hamil mendengarkan kata hati dan kembalikan kepada 
pedoman agama yang diyakininya. pertimbangan ekonomi bukan alasan aborsi. janin 
yang digugurkan selamanya akan tinggal menghantui kehidupan ibunya. sekali 
lagi, ajaklah untuk kembali kepada pedoman agama yang diyakininya. 
pendapat saja yah,




      

Kirim email ke