ini menurut pengalaman saya lho yah. mungkin tidak ilmiah. tapi menurut saya
sangat benar.
dari masih dalam kandungan, sejak saya berasa sering mual dan muntah, sebelum
di test pack, saya sudah menganggap anakku ada. saya sering mengajaknya bicara
dan menceritakan kepadanya apa yang sedang terjadi saat itu. kami ada dimana,
sedang apa, dan sebagainya. pernah sedang lewat rel kereta, saya kasih tahu
kalau suara gemuruh itu suara kereta api. tidak perlu takut. tapi mungkin
kaget. atau suara pesawat, petir, suara papanya, dan sebagainya.
saya juga berusaha melibatkannya dalam pembicaraan kami berdua. jadi kami
bertiga sebenarnya.
saya juga memutarkan musik yang saya sukai dan kadang membacakan buku tapi
tidak selalu buku anak.
apalagi setelah lahir. saya makin cerewet. banyak mengajaknya bicara. dan
sejauh ini dia bisa menyatakan pendapat dengan caranya sendiri apakah dia
setuju atau tidak bahakan mau atau tidak.
salam,