Iya ya... jadi ingat weekend kemarin waktu saya bawa Razka [19bln] ikut trial class di sebuah preschool, dia langsung berlari menuju permainan yang tersedia --Alhamdulillah sudah gak takut lagi spt sebelumnya-- tapi ketika anak lain bergabung, Razka tetap "ari" alias asik sendiri dengan mainan yang ditangannya, begitu pun ketika diajak berkumpul untuk melakukan kegiatan bersama, Razka masih ingin asik dengan permainannya. Saya langsung bertanya dalam hati "wajarkah sikapnya?" "mengapa anak lain mau bergabung dalam permainan bersama, sedangkan Razka tidak?" "apakah karena ini baru pertama kalinya?" "mungkinkah Razka punya bakat indicipline?" Saya hampir panik lho... [heheh lebai yach?] Tapi setelah membaca posting Mbak Yusri mengenai mengajarkan anak berbagi, saya jadi termotivasi untuk lebih tenang, bersabar, dan menyadari bahwa setiap anak punya tahapan yang berbeda, serta berusaha menyikapinya dengan wajar selama memang masih dalam tahap normal kan ya Mbak... Hmmm saya juga lagi senang nih Razka sedikit-sedikit sudah bisa bilang Oma, Yayah [untuk panggil ayah], dan uwang [untuk pulang], kapan ya bisa bilang bunda, susu, minum, makan, pergi, mbak, dan lain lain hihihihi sabar..... sabar.... Salam maniez, -bundanya Razka-
Widya D. Setyawati [email protected] [email protected] ph.: 021-31931935 http://oui-day.blogspot.com http://masrazka.multiply.com YM: widya.setyawati --- On Mon, 2/16/09, - Yusri - <[email protected]> wrote: Moms Sharing, ya.... Jangan khawatir dgn kebiasaan si kecil yg blm mau berbagi. Utk anak2 usia sekian (kurang dari 3thn) memang masih dlm taraf bermain sendiri (soliter). Itu adalah bagian dari proses yg wajar dan normal. Nanti ada masanya si anak akan berbagi dan bermain dalam kelompok. Recent Activity 23 New MembersVisit Your Group Group Charity City Year Young people who change the world Y! Messenger All together now Host a free online conference on IM. Everyday Wellness on Yahoo! Groups Find groups that will help you stay fit. ..
