Maaf kalau ada yang sudah pernah terima.
But, I really like this one...
Really need an insight...

Dona :)

--- On Wed, 2/25/09, Satria Dharma <[email protected]> wrote:


A Blind Man Story



Seorang anak laki2 tunanetra duduk di tangga sebuah bangunan dengan sebuah topi 
terletak di dekat kakinya. Ia

mengangkat sebuah papan yang bertuliskan: 'Saya buta, tolong saya.' Hanya ada 
beberapa keping uang di dalam topi itu.



Seorang pria berjalan melewati tempat anak ini. Ia mengambil beberapa keping 
uang dari sakunya dan menjatuhkannya ke dalam topi itu. Lalu ia mengambil 
papan, membaliknya dan menulis beberapa kata. Pria ini menaruh papan itu 
kembali sehingga orang yang lalu lalang dapat melihat apa yang ia baru tulis..

Segera sesudahnya, topi itu pun terisi penuh. Semakin banyak orang memberi uang 
ke anak tuna netra ini. Sore itu pria yang telah mengubah kata-kata di papan 
tersebut datang untuk melihat perkembangan yang terjadi. Anak ini mengenali 
langkah kakinya dan bertanya, 'Apakah bapak yang telah mengubah tulisan di 
papanku tadi pagi? Apa yang bapak tulis?'



Pria itu berkata, 'Saya hanya menuliskan sebuah kebenaran. Saya menyampaikan 
apa yang kamu telah tulis dengan cara yang berbeda.' Apa yang ia telah tulis 
adalah: 'Hari ini adalah hari yang indah dan saya tidak bisa melihatnya..'

Bukankah tulisan yang pertama dengan yang kedua sebenarnya sama saja?



Tentu arti kedua tulisan itu sama, yaitu bahwa anak itu buta.

Tetapi, tulisan yang pertama hanya mengatakan bahwa anak itu buta. Sedangkan, 
tulisan yang kedua mengatakan kepada orang-orang bahwa mereka sangatlah 
beruntung bahwa mereka dapat melihat. Apakah kita perlu terkejut melihat 
tulisan yang kedua lebih efektif?



Moral dari cerita ini: Bersyukurlah untuk segala yang kau miliki. Jadilah 
kreatif. Jadilah innovatif. Berpikirlah dari sudut pandang yang berbeda dan 
positif.



Ajaklah orang-orang lain menuju hal-hal yang baik dengan hikmat. Jalani hidup 
ini tanpa dalih dan mengasihi tanpa rasa sesal. Ketika hidup memberi engkau 100 
alasan untuk menangis, tunjukkan pada hidup bahwa engkau memiliki 1000 alasan 
untuk tersenyum.

Hadapi masa lalumu tanpa sesal.

Tangani saat sekarang dengan percaya diri.

Bersiaplah untuk masa depan tanpa rasa takut.

Peganglah iman dan tanggalkan ketakutan.



Orang bijak berkata, 'Hidup harus menjadi sebuah proses perbaikan yang terus 
berlanjut, membuang kejahatan dan mengembangkan kebaikan... Jika engkau ingin 
menjalani hidup tanpa rasa takut, engkau harus memiliki hati nurani yang baik 
sebagai tiketnya.



Hal yang terindah adalah melihat seseorang tersenyum..

Tapi yang terlebih indah adalah mengetahui bahwa engkau adalah alasan di 
belakangnya! ! .




 

      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke