Aku juga suka nih cerita2 begini.. memotivasi kita bahwa selalu ada alasan untuk kita tersenyum dan tertawa sekalipun kita sedang termehek-mehek. hehehehe...
2009/2/28 Dona Kuswoyo <[email protected]> > Maaf kalau ada yang sudah pernah terima. > But, I really like this one... > Really need an insight... > > Dona :) > > --- On *Wed, 2/25/09, Satria Dharma <[email protected]>* wrote: > > > A Blind Man Story > > Seorang anak laki2 tunanetra duduk di tangga sebuah bangunan dengan sebuah > topi terletak di dekat kakinya. Ia > mengangkat sebuah papan yang bertuliskan: 'Saya buta, tolong saya.' Hanya > ada beberapa keping uang di dalam topi itu. > > Seorang pria berjalan melewati tempat anak ini. Ia mengambil beberapa > keping uang dari sakunya dan menjatuhkannya ke dalam topi itu. Lalu ia > mengambil papan, membaliknya dan menulis beberapa kata. Pria ini menaruh > papan itu kembali sehingga orang yang lalu lalang dapat melihat apa yang ia > baru tulis.. > Segera sesudahnya, topi itu pun terisi penuh. Semakin banyak orang memberi > uang ke anak tuna netra ini. Sore itu pria yang telah mengubah kata-kata di > papan tersebut datang untuk melihat perkembangan yang terjadi. Anak ini > mengenali langkah kakinya dan bertanya, 'Apakah bapak yang telah mengubah > tulisan di papanku tadi pagi? Apa yang bapak tulis?' > > Pria itu berkata, 'Saya hanya menuliskan sebuah kebenaran. Saya > menyampaikan apa yang kamu telah tulis dengan cara yang berbeda.' Apa yang > ia telah tulis adalah: 'Hari ini adalah hari yang indah dan saya tidak bisa > melihatnya..' > Bukankah tulisan yang pertama dengan yang kedua sebenarnya sama saja? > > Tentu arti kedua tulisan itu sama, yaitu bahwa anak itu buta. > Tetapi, tulisan yang pertama hanya mengatakan bahwa anak itu buta. > Sedangkan, tulisan yang kedua mengatakan kepada orang-orang bahwa mereka > sangatlah beruntung bahwa mereka dapat melihat. Apakah kita perlu terkejut > melihat tulisan yang kedua lebih efektif? > > Moral dari cerita ini: Bersyukurlah untuk segala yang kau miliki. Jadilah > kreatif. Jadilah innovatif. Berpikirlah dari sudut pandang yang berbeda dan > positif. > > Ajaklah orang-orang lain menuju hal-hal yang baik dengan hikmat. Jalani > hidup ini tanpa dalih dan mengasihi tanpa rasa sesal. Ketika hidup memberi > engkau 100 alasan untuk menangis, tunjukkan pada hidup bahwa engkau memiliki > 1000 alasan untuk tersenyum. > Hadapi masa lalumu tanpa sesal. > Tangani saat sekarang dengan percaya diri. > Bersiaplah untuk masa depan tanpa rasa takut. > Peganglah iman dan tanggalkan ketakutan. > > Orang bijak berkata, 'Hidup harus menjadi sebuah proses perbaikan yang > terus berlanjut, membuang kejahatan dan mengembangkan kebaikan... Jika > engkau ingin menjalani hidup tanpa rasa takut, engkau harus memiliki hati > nurani yang baik sebagai tiketnya. > > Hal yang terindah adalah melihat seseorang tersenyum.. > Tapi yang terlebih indah adalah mengetahui bahwa engkau adalah alasan di > belakangnya! ! . > > > > -- Emaknya Amori, Nanako
