Ikutan aaaaahhhhh......
Sammmma dong dgn aku...
Saat lahiran anak ke 1 (bagas) 11 thn yg lalu....boro2 mikir anak ke 3 dan ke 4 
(sesuai permintaan suami tercinta).....mikir buat hamil anak ke 2 aja hrs 
mengumpulkan tekad yg kuat.
Anak pertama lahir dgn berat 3,95kg secara normal. Mules sehari semalem.
Selama hamil menderita ambeien...gak bisa pup. Setiap pup pasti nangis bombay. 
Stlh melahirkan, gak bisa nyaman saat memberi ASI....krn gak bisa duduk selama 
1 bln akibat ambeien nya. 

Tapi....... masa trauma itu hilang dgn sendirinya. Dan kita sendiri yg hrs 
menghilangkan trauma itu dgn cara jgn selalu mengingat2 masa2 yg tidak nyaman 
dan selalu ingat masa2 bahagia saja....... 
Saat usia bagas 11bln.....saya lepaskan IUD saya. Dan sebulan kemudian saya 
hamil anak ke 2. 

Melahirkan anak ke 2 (Sekar).....ternyata saya lebih sulit lagi. Hampir2 saja 
saya tidak bisa menikmati masa2 indah melihat anak2 tumbuh besar.
Sekar lahir dgn berat 4,05kg dan mules sehari semalam. Saat melahirkan, terjadi 
pendarahan hebat. Hb saya drop jd 5. Saya shock. Tekanan darah sy sdh 60/50.
Stlh semua dilalui.....dan seiring sekar besar, trauma itu tidak pernah hilang 
(wlupun saat itu sy sdh pasrah jika Allah akan mengakhiri hidup saya). 
Saya trauma wlupun hy sekedar melewati RS itu.

Tidak disangka dan tidak diduga.....Allah berkehendak lain. Saat sekar berusia 
5 thn, saya hamil anak ke 3. Saya memang tidak memakai IUD. Krn ternyata saya 
alergi terhdp bahan bakunya. Saya memakai KB kalender. Selama 5 thn aman. Dan 
"kebobolan" krn kuasa Allah swt. Manusia hy bisa berencana......tp Allah swt yg 
menentukan.
Saya ketakutan. Tp dengan bantuan suami, saya berhasil melalui semuanya. Dgn 1 
syarat.....saya tidak mau melahirkan di bogor dan dgn DSOG di bogor. Krn sdh 
hilang kepercayaan (ups....ma'af).
Akhirnya sy melahirkan secara cesar di jkt. 
Moms bisa bayangkan....bagaimana rasanya saat menanti detik2 masuk ruang 
oprasi. Rasanya seperti mau masuk ruang eksekusi.
Bahkan sejak malam hari pun saya sudah stres. Hb saya drop gara2 stres.

Tapi Alhamdulilah.......zikir dan do'a selalu saya panjatkan. Tidak ada yg bisa 
membantu kita selain pertolongan Allah swt.
Krn......klu kita ketakutan yg berlebihan.....bahkan mendekati 
paranoid.....menurut saya artinya kita tidak percaya dgn adanya tangan Allah 
swt. Takdir itu adalah kuasa Allah swt.
Kita sebagai umat manusia hy bertugas berdo'a dan berusaha agar hal2 yg buruk 
tidak terjadi. 
Tp hasil akhir dari semua do'a yg kita panjatkan dan usaha yg kita 
lakukan.....itu adalah urusan Allah swt. 
Tapi yakin lah......selama do'a kita ikhlas dan usaha kita maksimal.....serta 
yg penting adalah.......kita selalu BERPRASANGKA BAIK pada Allah swt bahwa Dia 
tidak akan mencelakakan umat-Nya.....maka Allah akan memberikan balasan yg 
setimpal pada kita.




Regards,
YUSRI
email: [email protected]
YM: yusri_smpn1

Sent from my BlackBerry® wireless device

-----Original Message-----
From: novia novia <[email protected]>

Date: Sat, 21 Mar 2009 00:05:09 
To: <[email protected]>
Subject: [Ayahbunda-Online] Pingin Punya Anak Tapi Banyak Tapinya :re : kuwalik 
:p



wakakak ...
saya merasakan semuanya itu, ditambah dengan keadaan rumah tangga sepanjang 
kehamilan yang tidak nyaman dikenang apalagi dijalani lagi, ditambah saya sudah 
37 tahun (2 bulan lagi), ditambah dengan secara genetis banyak penyakit yang 
mengintai dari kedua belah pihak. 
dengan faktor sebanyak itu siy, saya memutuskan untuk tidak punya anak lagi. 
meskipun okta lahir dengan selamat secara normal, mulas nggak keruan 2 hari, 
dan ngedennya 2 jam. dan sekarang menurut saya jadinya sehat, lucu, ganteng, 
dan pintar sekali. (ini jelas subyektif yah ;-p 
yah, itu rencana saya sebagai manusia. tetapi Tuhan belum tentu menyetujui 
rencana saya. 
sahabat saya akhirnya melahirkan anak keempat dengan berbagai metode 
kontrasepsi yang kebobolan. setelah empat, langsung steril. 
tetangga saya, anaknya yang ketiga sudah berumur 9 tahun ketika 5 bulan yang 
lalu akhirnya melahirkan anak keempat. 
jujur, saya takut sekali juga. tetapi saya kan hanya bisa berdoa dan berusaha. 
salam,


      

Kirim email ke