Bunda, semoga hari ini, kita semakin memantaskan diri untuk setiap doa yang kita ucapkan lirih dalam kedamaian kepada Beliau Yang Maha Pengasih.
Tulisan ini 'bersemayam' dalam file saya hingga berminggu-minggu. Beberapa menit yang lalu hampir saja saya delete, karena point-point yang ada dalam kepala saya beberapa waktu yang lalu saat saya memilih judul ini, rasanya sudah terlalu 'basi' dituangkan. Tapi lantas saya teringat sebuah nasehat dari orang bijak, bahwa "seseorang dinilai atas apa yang telah diselesaikannya, bukan seberapa banyak yang bisa dia mulai ". Sehingga, rasanya 'proses' pembuatan yang berlarut-larut tidak bisa lagi saya jadikan alasan. Dan bukankah sudah saatnya kita berhenti mencari beribu alasan untuk tidak melakukan sesuatu yang penting ? Lantas, saya memutuskan untuk melanjutkannya saja dengan apa yang sedang ingin saya ungkapkan sekarang. Semoga bermanfaat. Tadi malam, dalam sebuah les bahasa Jepang yang saya ikuti, Sensei (guru) saya menyuruh kami melilih satu buah kanji -yaitu huruf yang berasal dari China- untuk menggambarkan tahun yang telah lalu, dan satu kanji lain yang dipilih sebagai representasi harapan untuk tahun ini. Bingung tentu saja, karena rasanya tidak ada huruf pun yang betul-betul tepat bisa mewakili apa yang telah terjadi tahun lalu dan harapan yang diinginkan terjadi tahun ini. Tapi bagaimanapun kami harus memutuskannya dalam waktu 10 menit untuk berpikir yang diberikan Sensei, dan lantas mempresentasikan alasan pemilihan huruf tersebut di depan kelas sepanjang 2-3 menit presentasi. Izinkan saya membagi pengalaman presentasi saya tersebut pada Bunda. Selengkapnya... http://bundakreatif.com/proud.htm
