Untuk diingat KODE PLASTIK
Penulis
: Bunda Zahra (Bunda
[email protected])
Bicara soal plastik
sepertinya tidak bisa lepas dari kehidupan kita sehari-hari.
Dari perabot rumah tangga, perangkat elektronik dan terutama
plastik sebagai kemasan atau wadah makanan dan minuman.
Pemberitaan
soal plastik beberapa waktu lalu sempat ramai karena beberapa
produk botol susu bayi terbuat dari plastik yang berbahaya.
Ini sempat membuat saya shock juga lho, karena dengan alasan
asi saya yang belum juga mencukupi sampai hari ketujuh
setelah
si kecil lahir, terpaksa diberi susu formula. Apa botol susu
yang saya gunakan untuk si kecil aman? Karena ternyata
dampaknya
cukup serius, jika masuk ke dalam tubuh dan terakumulasi
dapat mengakibatkan kanker, perubahan hormon, mempengaruhi saraf
dan perkembangan janin di dalam rahim.
Sejak saat itu
saya memutuskan untuk selalu melihat kode plastik kemasan
makanan
dan minuman sebelum memutuskan membeli, terutama demi
keamanan
si kecil.
Sampai hari berikutnya di sebuah supermarket saya kebingungan
menatap angka 1 di dalam segitiga tanda panah melingkar di
bawah
kemasan juice yang ingin saya beli. Ini nomor yang aman gak
ya?
Nomor berapa yang aman untuk makanan dan minuman?
Setelah hunting
di internet dan diketik rapih, saya meminta suami juga si
mbak
yang bantu di rumah untuk menghapal kode - kode ini. Lalu
saya
tempel di pintu kulkas agar jika tetap lupa saat sedang di
supermarket,
bisa telp rumah dan minta orang rumah melihatnya.
Kode
Bahan
baku plastik
Untuk
mengemas
Polyethylene
terephtalate (PTE atau PETE)
Aiir minum,
minuman berkarbonasi, jus, saus, jeli, selai dan minyak
goreng
High
density polyethylene (HDPE)
Susu, yogurt
dan galon air Sminum
#
Polyvinyl
chloride (PVC) atau disebut vinil
(Cling wrap),
wadah kue kering atau cokelat.
Low
density polyethylene (LDPE)
Plastik kemasan
rapat (cling wrap) roti, makanan beku dan botol plastik
yang dapat ditekan
Polypropylene
(PP)
Sup, saus
tomat dan margarin
#
Polystyrene
(PS)
Dikenal dalam
bentuk kemasan stereofom
#
Polycarbonate
mengandung bisphenol-A yg berbahaya & dpt bermigrasi.
Plastik ini tahan suhu tinggi. Ada yg menggunakan sbg
botol susu bayi & alat2 makan (sendok, garpu, pisau)
plastik.
Catatan
: # Berbahaya jika digunakan untuk makanan atau minuman.
Untuk plastik
kode 4 meskipun aman, sebaiknya jangan diisi ulang lebih
dari
3 kali.
Hal lain
yang harus diingat tetap hindari memanaskan makanan dengan
wadah atau bungkus yg terbuat dari plastik dalam microwave.
Jangan pula menggunakan tempat dari plastik untuk menaruh
makanan panas dan berminyak. Karena migrasi (perpindahan)
komponen plastik ke dalam makanan selama pemanasan atau
pada
suhu tinggi semakin besar. kecuali untuk wadah plastik yang
telah dijamin keamanannya atau food grade.
Jadi jika akan
membeli makanan panas, berminyak, atau berkuah, sebaiknya
membawa
sendiri wadah plastik food grade dari rumah. Ehm, agak repot
juga ya, kalau tiba-tiba di tengah perjalanan pulang kantor
atau malling ngiler melihat sop konro dan ingin membungkusnya
untuk dimakan di rumah bareng suami.
Dari berbagai sumber. (bz)