aku jg setuju bgt dgn tulisannya mba, meskipun tdk semua lelaki meminta 
istrinya perfect tp memang ada yg menuntut istrinya perfect, alhamdulillah 
suamiku bukan tipe yg menuntut aku sbg istri yg hrs serba bisa..

mia, mamanya rafa&rakan

--- In [email protected], "♡andinaY♡" <rauldi...@...> wrote:
>
> Moms,
> 
> Sbenernya ini tulisan iseng adik sepupuku sii,tp aku suka bgt,n terharu 
> membacanya..
> 
> " Sulitnya menjadi perempuan"
> 
> heem..sebenernya hanya sedang iseng saja bentuk pengalihan dari kemalasannya 
> mengerjakan UAS yang akan dikumpulkan bbrapa jam lagi hehehehmm,
> 
>  kenapa dikasih judul sulitnya menjadi perempuan? 
> 
> bukan bermaksud untuk menjadi feminis sama sekali tidak..hanya saja melihat 
> apa yang sedang terjadi pada dirinya dan banyak teman perempuannya, 
> membuatnya menjadi berpikir, sebenarnya sulit ternyata menjadi perempuan..
> 
> perempuan, seolah dituntut untuk memiliki 2 wajah sekaligus.. sosok keibuan 
> yang siap mengayomi, melindungi dan penuh kehangatan.. sesosok individu yang 
> bisa menghangatkan suasana rumah, seseorang yang tersenyum manis menyambut 
> suaminya datang dari bekerja, sesosok suara lembut menenangkan ketika sang 
> pacar sedang dilanda amarah..
> 
>  yaa hanya perempuan yang bisa.. dengan sigapnya bangun ditengah malam ketika 
> anak sakit dan tidak tidur menemani sang anak yang merengek minta 
> ditemani..begitu berat menjadi seorang perempuan..namun perempuan juga harus 
> memiliki wajah lain yang amat sangat berbeda dengan wajahnya yang penuh 
> dengan kelembutan..harus..harus..kami dituntut untuk itu untuk menjadi sosok 
> mandiri, tidak manja, pribadi yang tegar, berpikiran jernih dan 
> kuat..menjalani keseharian sebagai seorang pekerja, membantu mencari nafkah, 
> mencoba mencari peruntungan untuk dirinya yang pada akhirnya juga digunakan 
> untuk keluarga..
> 
> tapi kami sering kali disalahkan bila mengeluh, sering kali disalahkan bila 
> menuntut sedikit perhatian dari kalian.. kalian menganggap menangis adalah 
> bentuk kemanjaan perempuan, padahal apa kalian tau menangis adalah sebuah 
> bentuk luapan emosi.sama halnya dengan ketika kalian membentak kami, memukul 
> kami atau memaki kami, itu bentuk luapan emosi khan? lalu kenapa kalian bisa 
> membenarkan perilaku tersebut tapi tidak bisa menerima jika perempuan bisa 
> menangis? sekali lagi ini bukan sebuah bentuk pembelaan sebagai seorang 
> perempuan.. 
> 
> banyak juga dari kami yang tidak menangsi walau ingin..hanya mencoba berpikir 
> tentang sulitnya menjadi perempuan..apa kalian juga pernah membayangkan 
> sulitnya harus menjadi lembut dan perhatian serta pengertian disaat segudang 
> masalah bertumpuk dalam hati dan kalian tidak bertanya? apa kalian pernah 
> berpikir untuk menjadi sangat anggun dan cantik dimata kalian itu sangatlah 
> sulit? eiits, jangan bilang kalau kalian mau menerima kami apa adanya.hanya 1 
> dari 1000 yang benar-benar berpikir demikiaan *hehehehe*
> 
> belum lagi dalam setiap permasalahan harus perempuan yang mengerti dan 
> berpikiran jernih namun tetap memikirkan dengan perasaan..ya walau tidak 
> dapat dipungkiri perasaan kadang memegang peranan lebih besar..
> 
> serba salah, ibu kartini memang pengen perempuan maju tapi bukannya pada 
> hakekatnya kalian diciptakan untuk melindungi kami? bukankan otot kalian, 
> ketajaman pikiran kalian, kekuatan kalian diciptakan untuk melidungi 
> perempuan yang 'katanya lemah'? heem,tapi masih banyak jugaa yaa yang tidak 
> menyadarinyaa..sekuat apapun perempuan, dia tetap perempuan..sebatu apapun 
> kepalanya, dia tetap perempuan..sekeras apapun hatinya, dia tetap perempuan..
> 
> heemm, ibaratnyaa perempuan itu ager-ager yang dibungkus batu marmer 
> heheheheanalogi yang aneh memang.. yaaahh,begitulaaahkenapa tiba2 nulis 
> begini gw juga bingung cumaaan yaaa supaya si perempuan dan si priabisa lebih 
> menghargai satu sama lain dan saling menjaga kali yaaa...
> 
> Sent from my pinky♡Berry®  kadang Nyambung kadang nggaaa......!♡dina 
> chan♡
>


Kirim email ke