Mbak wulan dan Mbak Wening,
Ketika Razka berusia 18 bulan saya konsultasi ke psikolog, diskusi tentang 
proses perkembangan Razka, kemampuannya berbicara, antisipasi perilaku Razka 
yang moody dan cenderung tantrum.
 
Pada kesempatan ini, sang psikolog sempat menanyakan apakah Razka merangkak? 
lalu saya tanyakan apa hubungannya. 
 
Dan ini sekilas penjelasan beliau; 
Bahwa dalam proses merangkak, yaitu ketika sang anak melakukan gerakan yang 
bergantian antara kanan kiri, sesungguhnya yang bergerak secara bergantian 
bukan hanya kakinya, tetapi juga pundak, tangan, pinggang, paha, lutut, sampai 
telapak kaki. Dan pada tahap awal ini sang anak melatih keseimbangan seluruh 
organ tubuhnya begitu juga proses tumbuh kembang sang anak menjadi lebih 
seimbang. Motorik yang seimbang membawa dampak yang cukup besar pada tumbuh 
kembangnya kelak, salah satunya adalah kemampuannya berkonsentrasi. Karena pada 
sejatinya keseimbangan tubuh ini juga mempengaruhi kemampuan emosi dan sosial 
si anak, dalam tubuh yang seimbang maka anak menjadi lebih tenang, tidak mudah 
tantrum, lebih mudah diarahkan, lebih bahagia, ujungnya.....jadi gampang 
konsentrasi.
 
Jadi intinya melatih keseimbangan semua gerak organ tubuh sejak dini sangat 
baik buat perkembangan sang anak kelak. Kenapa merangkak? apakah tidak ada cara 
lain? karena merangkak adalah satu cara alami yang dilakukan oleh hampir semua 
bayi, dan memang merupakan tahap awal perkembangannya, merangkak adalah cara 
yang bisa dilakukan si bayi, mungkin kalau sudah bisa naik sepeda atau gerak 
tubuh lainnya, tentu statementnya adalah bersepeda dapat meningkatkan kemampuan 
konsentrasi ya....
 
Bila anak kita terlanjur tidak merangkak, tetap stimulus dengan memberinya 
contoh cara merangkak, misalnya ketika bermain dengannya kita juga merangkak, 
mengambil mainan di kolong meja makan, ajak lomba merangkak, bermain peran 
menjadi kuda dsb.
Cara lain adalah rajin menepuk secara bergantian bagian tubuh seperti kedua 
lutut, paha, telapak kaki, pundak, lengan, secara lembut tapi cukup terasa. Hal 
ini juga dapat menenangkan si anak lho....
 
Saya menyikapi hal ini dengan positif karena kita sebagai orangtua kan hanya 
bisa ikhtiar secara optimal --pinjam istilah Mamut-- :)

Semoga berkenan ya mom, mungkin ada pandangan bunda lain yang lebih tepat.
 
Salam maniez,
-bundanya Razka-
  

Widya D. Setyawati 
[email protected] 
[email protected] 
ph.: 021-31931935
http://oui-day.blogspot.com
http://masrazka.multiply.com
YM: widya.setyawati 
 




      

Kirim email ke