wah penjelasannya top markotop mbak widyaaaa mbak, juga ditanya psikolog ttg boneka gak? "apa anaknya suka boneka?"= suka "boneka spt orang?"= suka "boneka bulu?"=suka dalam hati kok ada pertanyaan spt itu ya karena jawabannya SUKA, dan gak masalah jd aku gak sempat tanya knapa ada pertanyaan itu. mamut http://nikanikaikanshop.multiply.com---> toko http://nikanikaikan.multiply.com--->rumah
--- On Thu, 5/28/09, Widya Setyawati <[email protected]> wrote: From: Widya Setyawati <[email protected]> Subject: Re: [Ayahbunda-Online] Anak tidak merangkak, ketika besar jd kurang konsentrasi? To: [email protected] Cc: [email protected], [email protected] Date: Thursday, May 28, 2009, 10:09 PM Mbak wulan dan Mbak Wening, Ketika Razka berusia 18 bulan saya konsultasi ke psikolog, diskusi tentang proses perkembangan Razka, kemampuannya berbicara, antisipasi perilaku Razka yang moody dan cenderung tantrum. Pada kesempatan ini, sang psikolog sempat menanyakan apakah Razka merangkak? lalu saya tanyakan apa hubungannya. Dan ini sekilas penjelasan beliau; Bahwa dalam proses merangkak, yaitu ketika sang anak melakukan gerakan yang bergantian antara kanan kiri, sesungguhnya yang bergerak secara bergantian bukan hanya kakinya, tetapi juga pundak, tangan, pinggang, paha, lutut, sampai telapak kaki. Dan pada tahap awal ini sang anak melatih keseimbangan seluruh organ tubuhnya begitu juga proses tumbuh kembang sang anak menjadi lebih seimbang. Motorik yang seimbang membawa dampak yang cukup besar pada tumbuh kembangnya kelak, salah satunya adalah kemampuannya berkonsentrasi. Karena pada sejatinya keseimbangan tubuh ini juga mempengaruhi kemampuan emosi dan sosial si anak, dalam tubuh yang seimbang maka anak menjadi lebih tenang, tidak mudah tantrum, lebih mudah diarahkan, lebih bahagia, ujungnya.... jadi gampang konsentrasi. Jadi intinya melatih keseimbangan semua gerak organ tubuh sejak dini sangat baik buat perkembangan sang anak kelak. Kenapa merangkak? apakah tidak ada cara lain? karena merangkak adalah satu cara alami yang dilakukan oleh hampir semua bayi, dan memang merupakan tahap awal perkembangannya, merangkak adalah cara yang bisa dilakukan si bayi, mungkin kalau sudah bisa naik sepeda atau gerak tubuh lainnya, tentu statementnya adalah bersepeda dapat meningkatkan kemampuan konsentrasi ya..... Bila anak kita terlanjur tidak merangkak, tetap stimulus dengan memberinya contoh cara merangkak, misalnya ketika bermain dengannya kita juga merangkak, mengambil mainan di kolong meja makan, ajak lomba merangkak, bermain peran menjadi kuda dsb. Cara lain adalah rajin menepuk secara bergantian bagian tubuh seperti kedua lutut, paha, telapak kaki, pundak, lengan, secara lembut tapi cukup terasa. Hal ini juga dapat menenangkan si anak lho.... Saya menyikapi hal ini dengan positif karena kita sebagai orangtua kan hanya bisa ikhtiar secara optimal --pinjam istilah Mamut-- :) Semoga berkenan ya mom, mungkin ada pandangan bunda lain yang lebih tepat. Salam maniez, -bundanya Razka- Widya D. Setyawati widya.setyawati@ yahoo.com widya...@gmail. com ph.: 021-31931935 http://oui-day. blogspot. com http://masrazka. multiply. com YM: widya.setyawati
