Hmmm...

Saya punya bbrp sodara yg PNS
Jujur aja iri...
Iri dgn jam kerja nya ya...

Kk ku sengaja beli rmh di deket kantornya, tiap 2 jam pulang tuk nyusui, coba 
kalo pegawai swasta, kayanya mustahil deh...

Ada lagi tanteku, kalo jam10an mhilang dr kantor, jemput anaknya sekolah trus 
anter plg, baru abis itu dia ke kantor lg. Di swasta? Mana mgkn ya moms...

Bsyukur deh mom jd PNS...

dian_bundanya cheryl 
FB : Dian Yunita
YM : dianyunitadrg

Powered by my redcurveBerry®
geniusphone :)

-----Original Message-----
From: Ratri Edhi <[email protected]>

Date: Sat, 30 May 2009 06:37:26 
To: <[email protected]>
Cc: <[email protected]>
Subject: Re: [Ayahbunda-Online] WTA: Lebih pentingin mana urusan kerjaan sama 
keluarga?


To mom Dea...

Pertanyaan mommy Dea jawabannya kalo menurut saya sama-sama penting 
kedua-duanya. Kenapa? Karena kalau sudah berkomitmen untuk bekerja maka 
konsekuensi dari pekerjaan seperti pulang larut malam (kadang-kadang), 
mengikuti pelatihan atau seminar, maupun melakukan perjalanan dinas merupakan 
hal-hal yang tidak bisa dihindari. Saya berpendapat seperti ini karena saya 
sendiri PNS dan memiliki putri yang baru menginjak usia 22 bulan. Makanya 
hal-hal seperti yang mommy Dea alami sering saya alami juga. 
Makanya sebelum saya dulu menikah (beda kasus ya ama mbak Dea) saya sudah 
menekankan ke suami saya kalau tujuan saya bekerja ada 3 (tiga). 
Pertama, untuk mengapresiasikan diri karena kita sudah sekolah capek-capek dan 
mendapatkan gelar namun akan sia-sia jika ilmu yang diperoleh tidak diamalkan 
ke orang lain. 
Kedua, untuk aspek otonomi dalam penggunaan uang. Karena wanita adalah manajer 
keuangan dalam keluarga, akan lebih flexible dan bijaksana jika kita tidak 
mengganggu post-post anggaran yang telah diberikan oleh suami untuk keperluan 
kita sendiri.Misal: kita tidak akan merasa bersalah jika kita mempercantik diri 
ke salon dengan uang sendiri, membeli baju yang diidam-idamkan dengan uang 
sendiri, dst.
Ketiga, aspek supporting family economy. Karena jaman sekarang, kondisi 
perekonomian serba tidak menentu maka lebih baik jika dalam sebuah keluarga ada 
2 orang (suami dan istri) yang bekerja sehingga jika salah satu terkena imbas 
dari dampak perekonomian nasional (e.g phk, usaha gulung tikar, dsb) tidak akan 
mengganggu perekonomian keluarga secara keseluruhan karena kita masih bekerja. 
Setau saya, sampai detik ini PNS adalah pekerjaan yang tidak begitu berpengaruh 
terhadap dampak perekonomian, Disamping itu segala sesuatu jika ditanggung 
berdua tentu akan lebih ringan dibandingkan dengan ditanggung sendiri. Misal 
untuk urusan askes, aspendidikan dst.

Setelah suami memahami tujuan tersebut, saya juga sering bercerita bagaimana 
atmosfer kehidupan PNS yang amat sangat jauh berbeda dengan swasta. DI PNS 
umumnya, jika kita rajin maka atasan memperhatikan kita, dan sistem persaingan 
antar pegawai tidak terlalu kentara karena udah ada sistem penggolongan yang 
tidak memungkinkan seorang junior tiba-tiba jadi bos meskipun memiliki 
kompetensi. Disamping itu, menjadi PNS bagi seorang ibu adalah sebuah anugerah 
karena jika anak atau keluarga sakit, tidak begitu sulit mendapatkan ijin dari 
atasan, dan tidak ada konsekuensi dipecat atau dipotong gajinya.Manajemen waktu 
pun sangat flexible dibandingkan swasta dan BUMN

Tugas-tugas lembur hanya diberikan berdasarkan tipe atasan atau tipe pekerjaan 
saja. Mungkin hal ini juga berlaku di swasta.Umumnya tugas tersebut tidak 
terjadi tiap hari.
Karena memang ada bulan-bulan sibuk seperti April, Juli, dan November. 

Menurut saya, ada baiknya mommy Dea mengkomunikasikan hal-hal tersebut ke suami 
sehingga ada sedikit pengertian. Apalagi jika suami mommy Dea juga bekerja 
sebagai karyawan atau PNS. Terlebih lagi, di lingkungan PNS akan diterapkan 
sistem remunerasi yang sudah tidak memungkinkan bagi kita untuk pulang sebelum 
pukul 5 sore.

Demikian pendapat saya, mohon maaf jika ada yang kurang berkenan.



--- Pada Jum, 29/5/09, [email protected] 
<[email protected]> menulis:

Dari: [email protected] <[email protected]>
Topik: Re: [Ayahbunda-Online] WTA: Lebih pentingin mana urusan kerjaan sama 
keluarga?
Kepada: [email protected]
Tanggal: Jumat, 29 Mei, 2009, 4:12 PM

Alo mba Maria, suamiku jg PNS jd aq tau bngt gmn nybelinnya jadwal kerjaannya. 
Ud rencana k control k dokter sore, suami ud siap plg tnyt kabag-ny ngasi 
kerjaan mepet sama jam pulang, jdilah k dokter sendirian. (Ko malah jd ikutan 
curhat)
Kl aq pribadi s aq memilih pekerjaan yg membebaskan aq utk bisa bersama anak2q 
(makanya aq jd guru) krn aq paling g bisa/tahan kl anak2 lama2 sama org lain 
selain umi-ny.
Coba aja d kompromikan lg sama suami, toh kerjaan mepet jam plg kerja atopun 
seminar2 g sering2 khan? 
Sori kl kurang mbantu.

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-----Original Message-----
From: [email protected]

Date: Thu, 28 May 2009 15:20:06 
To: <[email protected]>
Subject: [Ayahbunda-Online] WTA: Lebih pentingin mana urusan kerjaan sama 
keluarga?


Dear Mom(s)...
Klo momie pada saat jaman modern ini, kira2 gimana pendapat mom(s), lebih 
penting mana urusan kerjaan sama keluarga? 

Jadi gini, suami saya memperbolehkan saya kerja. Hanya saja sesuai dengan jam 
kerja yang berlaku PNS yaitu jam 7 Pagi s/d jam 15 hari sabtu libur. Kebetulan 
saya bekerja sebagai PNS. Nah kadang2 atasan saya, kepala seksi atau kepala 
bagian memberikan kerjaan tambahan bahkan saat2 mendekati jam pulang.

Nah suami saya berkeinginan saya meskipun bekerja tetapi tetep memperhatikan 
anak, keluarga dan rumah, disisi lain saya susah menolak kerjaan yang diberikan 
mendadak oleh atasan. Karena sudah terlalu banyak orang dikantor membicarakan 
tentang saya yang mempermasalahkan saya pulang selalu awal bahkan pada saat 
atasan saya blm pulang, saya sudah pulang tetapi saya pulang sesuai jam pulang 
kantor. Saya juga sering ada seminar serta pelatihan, yang akhirnya saya sering 
ijin utk pulang cepat.

Saya bingung, harus mengikuti aturan siapa? Di satu sisi, saya ingin menjadi 
ibu rumahtangga dan istri yang baik, disisi lain saya ingin baik di kerjaan 
juga dimata temen2 dan atasan saya. Hal ini sering menjadi perdebatan antara 
saya dan suami... 

Mungkin dr temen2 milis ada solusi atau hal ini juga sering/pernah dialami oleh 
mom(s)?

Makasih banyak yach...


Momie Aliya Anindya Mahira (Dea)
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

------------------------------------

Subscribe: [email protected]
Unsubscribe: [email protected]

Info Belanja si Kecil: [email protected]
Yahoo! Groups Links





------------------------------------

Subscribe: [email protected]
Unsubscribe: [email protected]

Info Belanja si Kecil: [email protected]
Yahoo! Groups Links






      Yahoo! Toolbar kini dilengkapi Anti-Virus dan Anti-Adware gratis.
Download Yahoo! Toolbar sekarang.
http://id.toolbar.yahoo.com

Kirim email ke