Dear all,

Alhamdulilah anak pertama kami telah lahir pada hari senin tanggal 1 Juni 2009 
di sebuah rumah sakit di bilangan Kebayoran dibantu oleh dr. Er melalui proses 
Cesar (semangat istri saya awalnya normal, tapi kontraksi dan mules udah 
berlangsung 3 hari namun bukaan belum terjadi, mau di induksi, tapi istri saya 
menolak minta di cesar saja karena belum ada bukaan plus kondisi bayinya 
"silent baby") pas di cesar terbukti air ketuban sudah mulai berwarna ijo.

Selanjutnya pihak RSPP menunjuk Dokter Anak Djarot Haryanto, yang jadi 
pertanyaan apakah dokter ini bagus??

Masalahnya begini, istri saya sangat ingin anak kami exclusive ASI, jam 4 lahir 
dengan cesar, jam 8 malam ASI sudah keluar, walaupun tidak banyak, tapi 
cukuplah buat si dedek untuk menyusui, setelah melewati 24 jam pertama tidak 
ada masalah berarti, udah mau masuk hari ke3 dokter anak Dr Djarot itu bilang 
berat badannya turun dari 3.22 menjadi 2.9 KG, hampir mendekati 10% para suster 
yang merawat mengatakan hal itu wajar pasti akan turun, terus Dr Djarot 
menyarankan tambahan susu formula, istri saya tetap menolak (memang sih ASI 
yang keluar tidak begitu lancar mungkin karena pengaruh psikologis rasa sakit 
setelah cesar).

masuk hari ke-3 berat badan bayi turun jadi sekitar 10% dari berat lahir dan 
agak kuning (kadar bilirubin masih 9), Dr Djarot mengambil tindakan fototherapy 
saya sempat bilang kadar 9 masih belum perlu, dari yang saya baca minimal 
bilirubinnya 12 baru fototherapy, kemudian Dr Djarot kalau tidak di terapi 
sinar kemungkinan akan naik dan asupan cairan masih perlu sehingga perlu 
tambahan susu formula. Sebelumnya saya dan istri pernah ikut seminar mengenai 
ASI dan bayi Kuning, karena ini pengalaman langsung pertama kami akhirnya kami 
berdua menyerah setelah melihat kondisi si bayi kelihatan melemah. Susu formula 
diberikan, besoknya tubuh si bayi timbul bercak2 merah, kami pun makin khawatir 
kemungkinan susunya gak pas, susunya Morinaga kata dokternya bukan karena susu 
tapi bawan alergi dari si ibu, istri saya memang alergi dingin. memang sih 
kadar bilirubin nya turun jadi 7.

Akhirnya susunya kami berhentikan dan kembali ke Asi, tapi pagi ini hari jumat 
di cek kadar bilirubin naik ke-9, lagi-lagi kami khawatir, dokternya bilang 
masih kurang cairan dan harus di terapi sinar lagi plus susu formula, dan 
dedeknya belum diperbolehkan pulang, walaupun hari ini seharusnya ibunya boleh 
pulang ditambah lagi si Dr Djarot menakut2i kalau kadar bilirubin masih tinggi 
hatinya bisa pecah, makin stress istri saya.

Setelah konsul dengan Dr Anak, jam 9nya dokter kandungan Erwinsyah dateng 
mengecek kondisi istri saya, hasilnya boleh pulang, namun istri saya sempat 
curhat ke beliau dan bilang gak jadi pulang karena anak kami masih harus di 
fototeraphy karena kadar bilirubin, dokternya sempat bilang kalau kadarnya 
masih 9 sebenarnya gak masalah, bayi lahir pasti kuning, dan keseringan 
fototherapy bisa mengakibatkan trauma.... Nah lo... kamipun jadi bingung apa 
yang harus kami lakukan?

Jujur kami ingin istri saya pulang supaya pikirannya lebih tenang sehingga 
produksi ASInya sesuai keinginan bayi kami, tapi bagaimana menghadapi 
dokternya???

Ada tanggapan dari para mom's disini? awalnya pas konsul pertama dengan Dr 
Djarot saya sudah gak sreg sama dia... gak perasaan aja sepertinya nih dokter 
gak enak diajak diskusi.



Regards
Pandu S


      

Kirim email ke