Selamat ya... Pasti seneeeng banget Sy jg hbs melahirkan, tapi anak k 3. Waktu d rs, sy langsung bilang klo ingin kasi asi exlusif. Jd baby memang ga pernah d kasih sufor. Kebetulan ada fasilitas rooming in.
Tapi hr k 2 berat badannya turun dr 2.9 jd 2.7 sudah 10 % nya. DSA nya jg bilang klo turun terus mau d kasih sufor. Trus saya berjuang terus kasih asi selama hari itu, walaupun bekas operasi msh sakit. Besoknya ternyata baby sy beratnya tetap, so g jd d ksih sufor Untuk baby kuning, kayanya pa pandu sdh betul tuh, kadar bilirubin yg d khawatirkan adalah 12. Kemarin sy bw baby pulang dengan kadar bilirubin 9. Trus d rumah d jemur terus dan pastinya asi jalan terus. Alhamdulillah sekarang baby ku BB nya sudah naik 1.9 kg dan sdh g kuning sejak 1 minggu pulang dr rs (sekarang usia baby ku 40 hr). Berjuang aj pa. Asi yg terbaik kok Kalau memang yakin pulang aj. Susui terus aj baby nya supaya sehat. Selamat berjuang ya MamaLia Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: pandu setiadi <[email protected]> Date: Thu, 4 Jun 2009 21:02:24 To: <[email protected]> Subject: [Ayahbunda-Online] Tanya mengenai ASI & Kuning Dear all, Alhamdulilah anak pertama kami telah lahir pada hari senin tanggal 1 Juni 2009 di sebuah rumah sakit di bilangan Kebayoran dibantu oleh dr. Er melalui proses Cesar (semangat istri saya awalnya normal, tapi kontraksi dan mules udah berlangsung 3 hari namun bukaan belum terjadi, mau di induksi, tapi istri saya menolak minta di cesar saja karena belum ada bukaan plus kondisi bayinya "silent baby") pas di cesar terbukti air ketuban sudah mulai berwarna ijo. Selanjutnya pihak RSPP menunjuk Dokter Anak Djarot Haryanto, yang jadi pertanyaan apakah dokter ini bagus?? Masalahnya begini, istri saya sangat ingin anak kami exclusive ASI, jam 4 lahir dengan cesar, jam 8 malam ASI sudah keluar, walaupun tidak banyak, tapi cukuplah buat si dedek untuk menyusui, setelah melewati 24 jam pertama tidak ada masalah berarti, udah mau masuk hari ke3 dokter anak Dr Djarot itu bilang berat badannya turun dari 3.22 menjadi 2.9 KG, hampir mendekati 10% para suster yang merawat mengatakan hal itu wajar pasti akan turun, terus Dr Djarot menyarankan tambahan susu formula, istri saya tetap menolak (memang sih ASI yang keluar tidak begitu lancar mungkin karena pengaruh psikologis rasa sakit setelah cesar). masuk hari ke-3 berat badan bayi turun jadi sekitar 10% dari berat lahir dan agak kuning (kadar bilirubin masih 9), Dr Djarot mengambil tindakan fototherapy saya sempat bilang kadar 9 masih belum perlu, dari yang saya baca minimal bilirubinnya 12 baru fototherapy, kemudian Dr Djarot kalau tidak di terapi sinar kemungkinan akan naik dan asupan cairan masih perlu sehingga perlu tambahan susu formula. Sebelumnya saya dan istri pernah ikut seminar mengenai ASI dan bayi Kuning, karena ini pengalaman langsung pertama kami akhirnya kami berdua menyerah setelah melihat kondisi si bayi kelihatan melemah. Susu formula diberikan, besoknya tubuh si bayi timbul bercak2 merah, kami pun makin khawatir kemungkinan susunya gak pas, susunya Morinaga kata dokternya bukan karena susu tapi bawan alergi dari si ibu, istri saya memang alergi dingin. memang sih kadar bilirubin nya turun jadi 7. Akhirnya susunya kami berhentikan dan kembali ke Asi, tapi pagi ini hari jumat di cek kadar bilirubin naik ke-9, lagi-lagi kami khawatir, dokternya bilang masih kurang cairan dan harus di terapi sinar lagi plus susu formula, dan dedeknya belum diperbolehkan pulang, walaupun hari ini seharusnya ibunya boleh pulang ditambah lagi si Dr Djarot menakut2i kalau kadar bilirubin masih tinggi hatinya bisa pecah, makin stress istri saya. Setelah konsul dengan Dr Anak, jam 9nya dokter kandungan Erwinsyah dateng mengecek kondisi istri saya, hasilnya boleh pulang, namun istri saya sempat curhat ke beliau dan bilang gak jadi pulang karena anak kami masih harus di fototeraphy karena kadar bilirubin, dokternya sempat bilang kalau kadarnya masih 9 sebenarnya gak masalah, bayi lahir pasti kuning, dan keseringan fototherapy bisa mengakibatkan trauma.... Nah lo... kamipun jadi bingung apa yang harus kami lakukan? Jujur kami ingin istri saya pulang supaya pikirannya lebih tenang sehingga produksi ASInya sesuai keinginan bayi kami, tapi bagaimana menghadapi dokternya??? Ada tanggapan dari para mom's disini? awalnya pas konsul pertama dengan Dr Djarot saya sudah gak sreg sama dia... gak perasaan aja sepertinya nih dokter gak enak diajak diskusi. Regards Pandu S
