salam ...salut buat mam any ...aku juga salah satu mama yg merasa senasip... aku bete banget bila ada orang di sekitar or tv yang pake kata autis tapi just 4 joke...betapa berat hati n kepala ini ditegakkan untuk membela anak-anak kami yang diberi karunia kelebihan lebih dari anak2 yang laen... lebih gak punya rasa sakit kaki anakkku pernah melepuh 2 tapak sampe kena aspal panas dia cuma meringis ...kepala kejedot ...jatuh ...berdarag piring nacep di kaki semua gak ada nangis... kita orang tua anak2 autis bangkit mengejar semua kekurangan les sana sini..terapi ini itu...uang jutaan serasa ribuan demi anak2 kami ......MOHON jangan gunakan kata2 itu... STOP SAY AUTIS 4 JOke
--- In [email protected], ngga...@... wrote: > > Thanks ya mamut :-).. > Aku kadang masih suka becanda pake kata2 itu..tp pas baca email ini jadi ikut > sedih n ngerasain kl kata autism untuk sebagian bunda memang punya arti yg > sensitif krn menyangkut anak mereka > > Yuk kita ikut dukung bunda untuk subject diatas > > Thanks > -Sandra- > Almira's mom > Powered by Telkomsel BlackBerry® > > -----Original Message----- > From: Nika Hanidhah <nikanikai...@...> > > Date: Thu, 16 Jul 2009 13:12:06 > To: <[email protected]> > Subject: [Ayahbunda-Online] Fw: Stop Using The Word "AUTISM" On our daily > Jokes (BACA YAH Guyss!!) > > > > > --- On Wed, 7/15/09, any fitria <anfit_bo...@...> wrote: > > > From: any fitria <anfit_bo...@...> > Subject: Stop Using The Word "AUTISM" On our daily Jokes (BACA YAH Guyss!!) > To: "Sipil98 UNDIP" <[email protected]> > Date: Wednesday, July 15, 2009, 11:25 PM > > > > > > > > > KENAPA SIH GAK BOLEH BECANDA PAKE KATA "AUTIS LO!!"?? > (PLEASE READ & FORWARD, this is very IMPORTANT for those of you who has few > knowledge about Autism) > > Siang itu aku sibuk membaca buku resep makanan khusus untuk anak autistik. > Ya, Anakku memang tidak bisa makan sembarang makanan. Salah-salah... anakku > bisa berputar-putar seperti gasing jika ada zat dalam makananya yang tidak > cocok untuk dikonsumsi oleh anakku. > Ditangan sebelah kiri, ada buku Food diary anakku... yang aku tulis sejak > pertama kali dia kuperkenalkan pada makanan padat... berisi apa saja yang dia > cocok untuk tubuhnya,... reaksi alergynya dan mana saja makanan yang tidak > cocok dan menyebabkan dia overwhelmed. Kebayang gak?... Diusia 4 bulan > misalnya, kuberikan jeruk bayi pada anakku,... Eh, gak lama kemudian dia > muntah dan seluruh tubuhnya seperti dipenuhi... ULAT BULU... hiiii... Pernah > aku beri dia tomat. Tapi kemudian, berhari-hari dia diare dan uring-uringan. > Kuberi dia susu instant,... anakku malah jingkrak2, Mengepak-ngepakkan > tangannya, persis seperti orang gila!!! Dia berputar-putar tanpa merasa > lelah,... dan kemudian mengamuk ketika tidak mengerti bagaimana cara > mengendalikan tubuhnya yang tidak mau diam. Ahhh, sudahlah... life must go on > anyway. Kulirik sekali lagi food diarynya... hmm, hari ini aku harus mencoba > memberinya 5ml putih telur tanpa kuningnya, karena 7 hari yg lalu, dia sudah > sedikit kebal ketika kukenalkan pada telur ayam ini.Baru saja hendak memasak, > tiba2 kudengar jeritannya... Kucari anakku, tapi tidak kutemukan. Aku keruang > setrika... dan disana kutemukan anakku sedang nangkring diatas lemari, dengan > setrika panas yang baru saja dicabut oleh BS-nya karena kupanggil untuk > membantuku memasak. Setrika panas ini masih nempel diatas punggung tangan > kirinya.!!!Oh... My... God!!! *panik* Dari punggung tangannya mengepul asap. > Bau daging panggang begitu segar menempel dihidungku. > Kuangkat setrika itu dari tangannya... dan, aduh Tuhan, aku tidak kuat > melihatnya. Sebagian dagingnya menempel dibalik gosokan panas itu... :(( > :(( :(( AAAAAARRRRGGGHHH H...Sumpah kalau saja ini bukan anakku,... Aku > pasti sudah mati berdiri karena ketakutan... Melihat daging dari punggung > tangannya, yang menempel pada setrika itu... itu sudah berubah menjadi putih > kekuningan... Dan luka di tangannya... juga sudah berubah menjadi putih > seperti daging ayam matang :(( > Aku menjerit sekencang-kencangnya... Kupanggil Baby sitternya yang tadi aku > suruh untuk membantuku didapur... lalu dengan kesetanan, ku kebut mobilku ke > UGD Rumah Sakit, untuk dirawat secara intensif. Begitu anakku segera > tertangani... tiba2 aku kehilangan seluruh tenagaku.AKU PINGSAN!!! > *** > Hari itu, lagi-lagi aku sedang mempersiapkan makanannya. Memang, Khusus untuk > makanannya, aku memutuskan untuk memasak sendiri, karena hanya aku yang tahu > berapa gram atau mililiter... porsi makanan yang masih > bisa ditoleransi oleh tubuh anakku.Sedang membersihkan kompor yang kecipratan > makanan... tiba-tiba, lagi-lagi kudengar bunyi benda jatuh. > GEDEBUK!!!... Buru-buru kucari sumber suara itu, memastikan bahwa itu bukan > anakku...Damn. Oh Tuhan... lagi-lagi anakku, dia baru saja terjatuh dan > sepertinya kepalanya terantuk pada pinggir tembok, sehingga kepala sobek dan > berdarah.Dia masih berusaha berdiri, meskipun sempoyongan.... Dan sambil > berjalan, dial menggaruk luka di kepalanya yang bocor... Sementara darahnya > terus aja mengucur deras, tepat di belakang otak kecilnya. Tangannya > berlumuran darah... Punggung bajunya pun juga sudah berubah menjadi merah > oleh darah. Tapi dia tidak menangis... Dia hanya berjalan sambil menggaruk > luka menganga yang ada dibelakang kepalanya.Aku menjeritttt sekuat2nya. > Kepalanya kututupi dengan lap kompor yang tadi aku pegang. Tapi itupun gak > lama... karena dalam sekejap, lap kompor itu sudah berubah menjadi merah > kehitaman. Aku > berteriak panik,... "mbak, minta handuk... handuk... CEPATTTT!!!"Dan lagi2 > kukebut mobilku ke rumah sakit, langsung menuju UGD. Disana, dokter yang > sudah terbiasa menangani anakku sudah siap menunggu dan segera menjahit > kepala anakku. Dia tidak menangis... hanya minta sesuatu yang bulat untuk dia > pegang. Dan setelah dijahit dengan 8 (delapan) jahitan... Hatikupun sedikit > lega. Seluruh persendianku serasa dicopot dari tubuhku, dan tanpa > sadar...Lagi-lagi aku... PINGSAN. > * * * > Terlalu banyak cerita haru dan berurai airmata yang kami harus jalani. > Berkali-kali jantung kami harus terpacu 100x lipat manakala mereka melakukan > hal-hal yang tanpa mereka sadari mencelakai diri mereka sendiri. Tapi ini > bukan keluhan kok,... karena saya selalu sadar.... Tuhan itu ARSITEK YANG > AGUNG. Karyanya tidak pernah gagal. Tidak satupun makluk yang diciptakanNYA, > yang merupakan produk gagal. Jadi ketika Dia menciptakan seorang bayi yang > memiliki kekurangan, Dia tidak pernah lupa untuk menitipkan KELEBIHAN pada > anak ini.So, buat semua orang tua, berhentilah mengeluhkan kekurangan anak > kita... mari bantu mereka untuk menemukan kelebihan mareka. Anakku memang > Autistik, tapi aku bangga setiap kali menceritakan bahwa anakku autis. Aku > bangga setiap kali menceritakan bagaimana proses menangis berdarah-darah itu, > sudah Tuhan rubah menjadi Senyum sukacita dan bangga yang luar biasa.Selalu > ada haru yang menyesakkan dadaku, manakala mendengarkan tangan2 > mungilnya menari2 dengan lincah diatas tuts2 piano,... mendengarnya > bercakap2 dalam bahasa Inggris,... seolah yang kudegar ini adalah anak bule > asli... yang nyasar dalam tubuh putriku. Namun, dibalik itu... Walaupun > bangga... selalu tersisa rasa risih dan tidak nyaman, kalau tidak ingin > dibilang tersinggung... manakala mendengar orang-orang bercanda dengan > menggunakan kata "Autis". > Minggu yang lalu sahabat saya menyelenggarakan pesta ultah disebuah resto > terkenal, salah satu teman kami, sibuk dengan BB-nya, sehingga teman yang > lain menegur begini..."Tuh,... liat tuh sill... autis banget khan dia...? > KAYAK ANAK LOE khan?... Loe marahin deh sil... marahin sil... Coba loe terapi > dulu nih dia,... biar sembuh kayak anak loe" Dan semua lalu tertawa > terbahak-bahak... > Saya??? hmmm... Cuma bisa senyum kecut, karena tidak ingin merusak suasana > Pesta Ulang Tahun sahabat saya... *doh* Well, saya tahu mereka hanya > bercanda, namun biar bagaimanapun,... Saya sudah merasakan dan tahu betul > sulitnya membesarkan anak autistik. Semoga artikel ini semakin mencerahkan > teman-teman mengapa orang sepertinya terlalu over campaign dengan gerakan > "Stop Using Autism on our daily jokes" ini. Semoga berkenan. > > =Written by A mother of an Authistic Child=SiLLy >
