Dear Moms,

Mau coba ikutan sharing yaa..


Saya mengenal ketidaknyamanan anak di lingkungan sekolah barunya ini dengan 
istilah “separation anxiety”. Moms bisa membrowsingnya di google. Mungkin bisa 
dicoba salah satunya yang saya suka ini: 
http://hubpages.com/hub/How_to_Deal_With_Separation_Anxiety


Dulu anakku juga begitu sewaktu pertama kali masuk plagroup. Selama dua hari 
nempel terus, ga mau ikut kegiatan apa-apa. Semuanya harus Bundanya yang 
melakukan. Waktu itu saya hanya 2 hari saja menemaninya di minggu pertama 
sekolahnya. 


Tapi memang Moms, jauh-jauh hari sebelumnya, saya sudah menjelaskan bahwa dia 
akan bersekolah, saya juga ajak dia mengenal sekolahnya, melihat-lihat semua 
ruangan di sekolahnya, dan saya sangat manfaatkan waktu free trial nya dengan 
mengenalkan dirinya kepada gurunya nanti. Saya jelaskan juga 
kemungkinan-kemungkinan situasi yang mungkin akan dihadapinya. Saya ceritakan 
kebaikan-kebaikan guru dan teman-temannya nanti di sekolah. Saya juga 
menjelaskan bahwa saya hanya akan menemaninya selama 2 hari saja, setelah itu 
ia akan diantar jemput oleh kakeknya. Hal ini ternyata juga bermanfaat untuk 
anak menyiapkan mentalnya. Selain itu, waktu itu saya juga membekali diri saya 
dengan membaca-baca artikel tentang “separation anxiety”ini. 


Hari ketiga setelah saya tidak menemaninya sekolah, kata gurunya ia 
menangis-nangis sepanjang hari di kelas, meminta pulang, tidak mau melakukan 
apa-apa bahkan katanya sampai memukuli gurunya. Waduh serem ya Moms. Saya 
sendiri jadi ragu jangan-jangan belum siap. Waktu itu Andaru sudah berusia 3,2 
thn.


Tapi gurunya memberikan pengertian pada kami sekeluarga bahwa itu reaksi yang 
sangat normal dan wajar. Dan di sekolah katanya mereka menjelaskan dan 
memberikan pengertian pada anak-anak bahwa ini waktunya sekolah dan jika 
waktunya pulang, mereka akan kembali ke rumah dan bertemu dengan keluarganya.


Malamnya sebelum dia tidur, saya biasakan dia menceritakan kembali apa sudah ia 
lakukan di sekolahnya. Dan memotivasinya dengan komentar-komentar positif yang 
dapat membangun kepercayaan dirinya di sekolah.


Ternyata dua minggu kemudian semua menjadi kegiatan yang biasa, dia tidak lagi 
mogok di depan pagar sekolah, dia pun mulai mengenal jadwal hari sekolah. Dan 
dia sangat senang dengan sekolahnya. 


Jadi rasanya apa yang Moms hadapi sekarang wajar dan keep going Moms. Jangan 
menyerah yaa.. ^_^
Sekarang Andaru sudah di kelas Kid A (setara dgn TK A), ia masih terus semangat 
dengan sekolahnya.


Maaf panjang sekali sharingnya..


Semoga membantu ya Moms.




Santy
Bundanya Andaru

--- On Fri, 7/31/09, Putri Utami <[email protected]> wrote:


From: Putri Utami <[email protected]>
Subject: Bls: [Ayahbunda-Online] (Need Advice)Mahira Masuk PGrup
To: [email protected]
Date: Friday, July 31, 2009, 2:10 PM


  





kalau PGnya ada jendelanya enak bun, bunda bisa mengawasinya dari jendela, 
kasih tau ke baby kl bunda akan selalu memperhatikannya dari jendela. memang 
harus bertahap





Dari: Erika Ratnasari <erika_r...@yahoo. co.id>
Kepada: ayahbunda-online@ yahoogroups. com
Cc: parentsguide@ yahoogroups. com
Terkirim: Jumat, 17 Juli, 2009 01:50:04
Judul: [Ayahbunda-Online] (Need Advice)Mahira Masuk PGrup

  



Dear Bunda...
 
Putri saya Mahira (3thn) Minggu ini mulai msuk PG
Sampai hari ke-4 sekolah, blm jg mau ditinggal
jadi Bundanya jg ikut sekolah
Parahnya...dia maunya saya duduk deket dia
Tiap saya ngilang bentar,pasti Mahira langsung teriak sambil mewek
minggu ini seh sekolahnya sampe jam 10,so saya oke2 aja nungguin
But minggu dpn...mpe jam 12 skolahnya
wah...bisa manyun kelamaan ikut sekolah...hehe
Gmn ya Bunda baiknya,minggu dpn stelah menitipkan pd Gurunya enaknya langsung 
ditinggal aja kali ya?
Atau ada Bunda yg punya pengalaman serupa?
Mohon sarannya ya...
Terimakasih ya Bun...
 
Salam
Bundanya Mahira
 


Apakah wajar artis ikut Pemilu? 
Temukan jawabannya di Yahoo! Answers! 


Dapatkan alamat Email baru Anda! 
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain! 















      

Kirim email ke