mom, kalo aku kasusnya pernah dengan ART. kayaknya pemasukan utama yayasan 
penyalur tenaga kerja memang dari adm pengambilan makanya suka ngadalin.. kalo 
saja ada badan pengawas yg bs menerima keluhan dari pengguna jasa tenaga kerja 
dan menindak yayasan penyalur tenaga kerja yg nakal2, kita sebagai pengguna 
jasa tdk byk dirugikan..kalo sy akhirnya kapok ambil dr yayasan dan berusaha 
cari ART dr org yg sy kenal baik. Kalo babysitter memang susah utk tdk ambil dr 
yayasan, alhamdulillah ART yg sy pekerjakan mau belajar utk mengasuh anak sy yg 
msh bayi jd sy tdk perlu cari babysitter.

mia, mamanya rafa,rakan&zahran
 
--- In [email protected], "arnastya" <arnas...@...> wrote:
>
> Halo teman2 Ayahbunda,
> 
> melalui media ini saya ingin berikan info dan sedikit curhat. tujuannya agar 
> kita lebih jeli, lebih pintar dan strategis dalam menyiasati cara2 yg tidak 
> adil dari pihak penyedia baby sitter.
> 
> hingga hari ini, saya blm pernah mendapatkan satu yayasan penyedia baby 
> sitter yang jujur. bila pertama kali anda datang ke sebuah yayasan penyedia 
> baby sitter/pengasuh anak/balita, hanya saat pertama saja pengurus yayasan 
> bersikap manis. setelah baby sitter bekerja lebih dari tenggat jaminan-nya, 
> atau pada saat menjelang lebaran, pihak yayasan tidak perduli lagi dengan 
> ketersediaan pengganti baby sitter yang pulang kampung.
> 
> Saat itu satu orang baby sitter kami mengaku akan kembali lagi bekerja di 
> rumah. namun, janjinya palsu. dia tdk kembali. saat kami cross check ternyata 
> dia sudah bekerja di tempat lain. saat hal ini saya adukan kepada pihak 
> yayasan, mereka lepas tangan dan cenderung menutupi, dengan mengatakan bahwa 
> ybs sdh tdk bekerja di yayasannya. Saat saya minta penggantinya, pengurus 
> yayasan katakan tidak ada persediaan baby sitter. Namun kenyataannya saat 
> kami pergoki, di rumah kontrakan yayasan tersebut, masih banyak baby sitter 
> yang tersedia.
> 
> Modus operandi mereka sederhana saja. ambil uang administrasinya, bila lewat 
> waktu jaminannya (biasanya 3 bulan hingga 6 bulan) baby sitter akan diminta 
> yayasan agar mengaku tidak betah bekerja. saat kita minta penggantinya, maka 
> kita diminta membayar kembali uang administrasi baru.
> 
> harapannya, sebelum mengambil baby sitter dari yayasan, baiknya baca baik2 
> peraturannya sambil tanyakan detil ttg peraturan tersebut. namun demikian, 
> manakala ini sudah menjadi sebuah kebutuhan yang tidak dapat dihindari lagi, 
> demi anak, apa boleh buat. 
> 
> perhitungkan biaya untuk pengasuhan anak untuk setahun = jumlah uang 
> administrasi 6 bulan x 2 ditambah total gaji baby sitter selama setahun. 
> asumsinya gaji baby sitter yang pertama dan yang kedua adalah sama.
> 
> Bila asumsi uang administrasi untuk pengambilan satu baby sitter = Rp. 
> 800.000,- maka dalam setahun dengan masa jaminan 6 bulanan, kalikan 2 = Rp. 
> 1.600.000,- 
> Sedangkan bila gaji baby sitter adalah Rp.900.000 sebulan, maka kalikan 12 
> dalam setahun = Rp.10.800.000,-. 
> Sehingga total biaya untuk satu baby sitter adalah Rp. 1.600.000 + Rp. 
> 10.800.000 = Rp.12.400.000,-
> 
> Apakah hal ini layak bagi Anda?
> 
> Salam.
>


Kirim email ke