Bukunya dr wati bisa beli dimana bund?
Sent from my StrawBerry®
BlackBerry makes you itch, BlueBerry makes you blue 

-----Original Message-----
From: [email protected]
Date: Mon, 7 Dec 2009 16:41:27 
To: <[email protected]>
Subject: Re: [Ayahbunda-Online] Sharing liputan Kontroversi Antibiotik di Trans7

Hehehe.. Sama donk, mom. Anakku jg pasien bunda wati. Kuncinya cm 1, kl anak 
sakit, jgn panik. Spy kita bisa inget detail ilmu2 rum. Bukunya dr wati jg jadi 
pegangan aku bgt di rmh kl anak2 ada gejala sakit spy aku bisa observasi di rmh 
dulu sblm terburu2 bawa ke rs...
Insya allah, kl parentsnya smart, childrennya will be healthy.. Itu mottonya.. 
:)

RedChubbyCheek OnlineShop
-Perfect for Moms, Babies & Kids-

-----Original Message-----
From: "Andi Meilisa Damoza" <[email protected]>
Date: Mon, 7 Dec 2009 15:13:25 
To: <[email protected]>
Subject: Re: [Ayahbunda-Online] Sharing liputan Kontroversi Antibiotik di Trans7


Dokter anak saya dr. Indra. Tapi saya pernah sama dr. Endah, dr. Purnamawati di 
KMC ampera. Semuanya penganut RUM.  Selama berkali2 kesana, saya baru sekali 
dikasih obat/antibiotik. Itupun krn anak sy selama 2hari demam sampe 40°C dan 
mmg infeksi oleh bakteri. Selama beberapa hari kedepannya  sy bolak balik tlpn 
dokternya dan ditanggapi dgn baik. 

Udah gitu tiap konsultasi penjelasannya detail dan lamaaaaa. Makanya 
appointment dulu. Saya tiap konsul bisa 30-60menit. Karena mereka jelasin 
detail sumber penyakitnya (sampe digambarin segala), langkah penanganan, hal2 
yg hrs diwaspadai, dll. Setelah berkali2 gregetan dgn pelayanan DSA yg terburu2 
dan setiap pertemuan terkesan "berobat", hepi banget rasanya bisa ketemu RS yg 
seperti ini.

Buat new mom seperti saya, awalnya berat sekali RUM ini. Karena bawaannya 
pingin ngasih obat aja spy 2hr langsung sembuh. Tp mereka ngotot ga mau ngasih 
obat klo cm batpil n demam biasa.

Bukan promo lho Moms. Just a very satisfied patient. 

Regards,

Lisa

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: [email protected]
Date: Fri, 4 Dec 2009 07:01:43 
To: <[email protected]>
Subject: Re: [Ayahbunda-Online] Sharing liputan Kontroversi Antibiotik di Trans7

Mba boleh tau gak nama dokterr nya ssiapa yg deket hero ya tempatnya. Tq
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: "Andi Meilisa Damoza" <[email protected]>
Date: Wed, 2 Dec 2009 07:36:32 
To: <[email protected]>
Subject: Re: [Ayahbunda-Online] Sharing liputan Kontroversi Antibiotik di Trans7

 To mba Awik

Ngerti banget kekhawatirannya. Dulu saya juga suka khawatir anak saya dikasih 
obat sembarangan oleh dokter. Pdhal kita kan ga tau kapan saat yg tepat ksh 
antibiotik ato ngga. Jadi, caranya adalah pergilah ke dokter yg menganut RUM 
(rational use of medicine). 

Saya sendiri sejak pake DSA di Kemang Medical Care (sori sebut nama), saya 
tenang banget. Dokter disana ga pernah sembarangan ksh obat. Kalo demam krn 
batpil doang, palingan disuruh pantau aja tp ga dksh obat. Ga ada tuh istilah 
tiap ke dokter "wajib" bawa pulang obat. Enaknya lg, kita dikasih HP DSAnya. 
Jadi, klo ada yg urgent bisa tlp. 

Jadi, daripada anak tiap sakit kita terpaksa mendiagnosa sendiri dan ketakutan 
bawa ke dokter, mending cari DSA yg membuat kita nyaman dan percaya.

Regards,

Lisa
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: [email protected]
Date: Tue, 1 Dec 2009 08:10:32 
To: <[email protected]>
Subject: Re: [Ayahbunda-Online] Sharing liputan Kontroversi Antibiotik di Trans7

Aduh ngeri yah any way aku sekarang jg udah mulai hati hati dgn resep anti 
biotik itu, dan udah mulai gak buru buru lg bawa anak kedokter kalo sakit atw. 
Panas•tapi terakhir pernah nich anak ku sakit karna kondisinya gak terlalu 
prrah radang kayaknya aku bettahan untuk tdk bawa anak ku kedokter sampe 
akhirnya hampir dua minggu ank ku batuknya gak sembuh trus mulutnya jga bau 
akibat radang dan berbuuntut sariawan•pda hal dirumah udah ditreatmen dgn madu 
vitamindan imu**s .akhirnya krn gak tahan jg ku bwa kedokter dan salah satu 
resep antibiotik• Dua hari minum lgsung sembuh dan makan norrmal lg• Jd gmna 
donk. Secra kita khan jg bukan dokter yg kadang kita gak tau kapan anak kita 
perlu atw tdk antibiotik• Aduh jd pusing
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: "Nizma Armila" <[email protected]>
Date: Sat, 28 Nov 2009 12:46:06 
To: Milis Sehat<[email protected]>; Milis AFB<[email protected]>; 
Milis LovMom<[email protected]>; Milis 
Hypno<[email protected]>; <[email protected]>; 
<[email protected]>; <[email protected]>
Subject: [Ayahbunda-Online] Sharing liputan Kontroversi Antibiotik di Trans7

Moms

Topik liputan Redaksi Kontroversi Trans7 tadi sore cukup seru, yaitu membahas 
tentang bahayanya pemberian antibiotik yg tidak pada tempatnya, bisa merugikan 
kesehatan anak bahkan bisa mengakibatkan kematian.

Karena tadi nontonnya disambi sambil ngasi makan Alif jadi aku sharing yang aku 
ingat yaa

* seperti yg sudah sering didengung ² kan dimilis dan sudah kita ketahui 
bersama kalau antibiotik tidak boleh sembarangan diberikan, antibiotik hanya 
utk pemberian pada penyakit yg disebabkan oleh bakteri. Sedangkan 95% penyakit 
anak-anak disebabkan oleh virus yang akan sembuh dengan sendirinya.

* antibiotik di Indonesia pada umumnya diberikan secara "sembarangan" baik oleh 
dokter ataupun apotik, pasien dpt dengan bebas membeli antibiotik di 
apotik-apotik hanya dengan menyebutkan namanya atau bahkan cukup bertanya 
kepada penjaga apotik (bukan apoteker loh!), obat antibiotik apa yg seharusnya 
dibeli utk keluhannya. Jadi di liputan ini ada reporter yg pura2 ke apotik trus 
nanya² ttg antibiotik ke penjaganya, trus penjaga apotiknya menyebutkan nama 
obat dan reporter yg berpura2 sbg pasien pun mendapatkan antibiotik tsb tanpa 
resep dokter! (kamera tersembunyi)
Trus ada juga kamera tersembunyi yg menampilkan reporter di suatu ruangan, 
seperti ruang praktek, dan setelah reporter (sbg pasien) selesai berkonsultasi, 
seseorg di depannya (sepertinya dokter) langsung mengeluarkan obat² an tertentu.
Menurut UU hal ini tidak diperbolehkan, dokter sama sekali tdk berhak 
memberikan obat secara langsung kecuali di daerah pedalaman spt Papua.

* lalu ada liputan ttg satu anak perempuan yang sangat² kurus, dia terlihat 
sedang belajar dirumahnya, laporan ini memaparkan kalo anak ini berat badannya 
sangat jauh dibawah rata2 anak seumurannya (kayaknya 8-9 thn gitu ya, aku gak 
begitu tau). Ternyata anak ini korban dari pemberian antibiotik yg berakibat 
fatal, 6 thn lalu pas anak ini demam trus sama ortunya dibawa ke dokter dan 
diresepin obat, gak taunya antibiotik ini sangat keras sehingga si anak 
menderita steven johnson syndrome, seluruh tubuhnya gosong bahkan sampai ke 
paru2nya, skrg paru2nya hilang (atau terkikis ya, kurang ngerti juga) 1/4 jadi 
dirumahnya selalu sedia tabung oksigen dan berbagai macam peralatan medis lain 
(gak gitu paham apa aja), gunanya utk jaga2 kalo2 si anak gagal bernapas dan 
tidak bisa mengeluarkan dahaknya.
Sampe segitu parahkah akibat dari pemberian antibiotik yg salah??

* trus menurut liputan ini, di indonesia memang ada beberapa dokter yg 
business-minded. Jadi oknum dokter ini memang meresepkan berbagai macam 
antibiotik hanya demi supaya diberikan "feedback" atau timbal balik atau balas 
budi dari perusahaan farmasi, biasanya ada yg diberi mobil, atau dibiayai 
perjalanan keluar negeri oleh persh farmasi yang sudah "dibantu" oleh sang 
dokter.

Intinya sih itu ya, mgkn tadi ada moms yang nonton yg mau nambahin?

So, ketika anak sakit.......keep calm, be wise, rational and always updated. 
Nyawa anak kita taruhannya!

Semoga, anak-anak kita semua dijauhkan dari segala hal yg bisa membahayakan dan 
merugikan kesehatannya, hanya karena kita sebagai orangtua lalai.

Salam RUM,
Nizma
mummy of AIA (Adam, Isya, Alif)
http://keluarga-iskandar.blogspot.com
Twitter: @Niz14
YM! niu_niz 

------------------------------------

Subscribe: [email protected]
Unsubscribe: [email protected]

Info Belanja si Kecil: [email protected]
Yahoo! Groups Links





------------------------------------

Subscribe: [email protected]
Unsubscribe: [email protected]

Info Belanja si Kecil: [email protected]
Yahoo! Groups Links





------------------------------------

Subscribe: [email protected]
Unsubscribe: [email protected]

Info Belanja si Kecil: [email protected]
Yahoo! Groups Links





------------------------------------

Subscribe: [email protected]
Unsubscribe: [email protected]

Info Belanja si Kecil: [email protected]
Yahoo! Groups Links





------------------------------------

Subscribe: [email protected]
Unsubscribe: [email protected]

Info Belanja si Kecil: [email protected]
Yahoo! Groups Links





------------------------------------

Subscribe: [email protected]
Unsubscribe: [email protected]

Info Belanja si Kecil: [email protected]
Yahoo! Groups Links





------------------------------------

Subscribe: [email protected]
Unsubscribe: [email protected]

Info Belanja si Kecil: [email protected]
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Ayahbunda-Online/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Ayahbunda-Online/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke