aku mau ikutan menanggapi opini bundanya Izza nich. Saya setuju sekali dgn pendapat bunda Izza. Anak saya Sophie skrg ini sudah berumur 3 thn tp blm saya sekolahkan ke play group. Sebenarnya mulai juli yg lalu mau disekolahkan, tapi gurunya mengatakan bahwa kasihan kalau dia dipaksa untuk masuk langsung ke Play group B (karena saya mau nya dia langsung ke PG B, bukan PG A lagi) Selain anak nya belum matang, kasihan anak itu kalau dia secara tidak langsung dipaksa belajar ini dan itu yang seharusnya belum mendapatkan semua itu pada seumur dia.
Dan saya berpikir pemikiran guru tersebut ada benarnya juga, maka saya tahan anak saya untuk tidak sekolah dulu. Kalau anak kita dipaksa untuk belajar di umur yang seharusnya dia bermain, pada masa2 SD dia akan bosan karena sudah pernah belajar itu seb nya, dan akan cepat merasa jenuh akan suatu pelajaran. dan dia juga akan bosan sekolah. Lebih baik terlambat beberapa bulan tetapi dia sudah lbh matang dan lbh exited dalam pelajaran dari pada kita paksakan sesuatu yang bisa membuat dia tidak merasa tertarik lagi. Selain kematangan dalam berpikir kita juga harus berpikir bahwa masa2 itu anak seharusnya mendapat sesuatu yang menyenangkan...dia bisa lbh banyak bermain dan explore dengan lingkungan sekitarnya dr pada harus mengikuti sesuatu yang monoton yang seharusnya blm diikutinya. Tapi bukan berarti saya anti dengan anak2 yang sudah disekolahkan lbh kecil dr umur yang seharusnya. Karena setiap orang tua pasti sebenarnya ingin agar anaknya mandapatkan yg terbaik yang bisa diberikan. Mungkin ada tanggapan dari para bunda yang lain....silahkannnn Lucky, Sophie's mom ________________________________ From: Dwi Herlina <[email protected]> To: [email protected] Sent: Wed, December 9, 2009 10:35:22 PM Subject: [Ayahbunda-Online] membaca pada anak..... Dear ayah/bunda anak saya izza (23 des nanti usianya 4 th) saat ini dia sudah TK A. sebelumnya dia masuk kelas playgruop di usia 2th6bln. waktu kenaikan kelas dulu, sebenarnya saya agak kurang setuju untuk izza lanjut ke TK A tapi dg alasan dari gurunya bahwa teman2nya sudah naik k TK A(bahkan pada renang usia yang sama), maka saya ikuti saja dengan pertimbangan TK A nya izza dua tahun karena pada awalnya saya hanya berasumsi di TK A tahun ini sama saja dengan kelas playgroup (bermain, bernyanyi dll) tanpa dibebani tugas2 akademik lainnya. Dari info yg saya dapatkan dari seorang teman (psikolog pendidikan) anak usia 5 th ke bawah belum diwajibkan untuk belajar membaca atau menulis karena di usia2 selanjutnya (8 th keatas) anak akan merasa bosan. Belakangan saya sangat kaget ketika guru di sekolahnya melaporkan jika kemampuan membaca izza belum baik, dan memang tidak pernah saya latih dengan intensif karena memang menganggap belum waktunya (hanya sedikit2 dikenalkan dg kartu Glen Domain) Pembicaraan selanjutnya dengan pihak sekolah, sebenarnya mereka juga kurang setuju untuk mengajarakan anak pra sekolah dengan membaca atau menulis, namun tuntutan dari SD membuat TK-TK mau tidak mau mengajarkan membaca dan menulis. Saat saya mengikuti pelatihan implementasi kurikulum di tingkat pra sekolah di fak Psikologi UI dg pembicara dari pihak DIKNAS dan pendidik serta psikolog, tujuan dari pra sekolah hanya untuk bermain, bersosialisasi, meningkatkan kepekaan anak, dll, bukan lebih pada keterampilan membaca atau menulis..sementara di luar sana SD-SD maunya menerima siswa yang siap dalam segala hal...satu-satunya alternatif yang saya pikirkan saat ini adalah sekolah alam karena kebanyakan filosofi yang mereka angkat adalah menggali potensi siswa berdasarkan bakat dan kemampuan yang dimiliki, namun keberadaan sekolah alam di indonesia juga masih minoritas. ayah/bunda.. . boleh di share tidak pengalaman2 mengenai sekolah alam pada putra-putri anda? bagaimanakah eksistensinya ke depan?adakah kesulitan dalam menyesuaikan dengan kurikulum yang ada di Indonesia? mohon masukan dan sarannya thax salam kenal, Ummi izza ________________________________ Lebih Bersih, Lebih Baik, Lebih Cepat - Rasakan Yahoo! Mail baru yang Lebih Cepat hari ini!
