salam kenal,

Saya pemakai metode glenn doman, menurut saya, yang tidak boleh dilakukan 
adalah memaksa anak...
dan anak menjadi bosan kalau kurang tantangan...

Glenn doman mengajarkan stimlasi pada otak, jika hasilnya anak bisa membaca dan 
matematika di usia dini, itu adalah bonusnya...

Selain itu, yang lebih penting adalah pengenalan buku kepada bayi, biakan 
mereka bereksplorasi melihat warna2 indah, gambar2 menarik, susunan huruf2 
sambil dibacakan... kalau disobek dilem lagi... atau beli lagi... :)


saya pikir persiapan anak dari awal is better ... mulai dari lahir, bahkan 
sebelum lahir.. karena mau tidak mau waktu masuk sd anak 'dipaksa' bisa 
membaca..
dalam waktu yang singkat anak harus bisa... jadi logika saya jika persiapan 
membacanya lebih panjang, anak tidak akan stress.

begitu saja, terimakasih


Anak Agung Gede Rai, ST087853368899
www.learninghome.page.tl



Airworthiness Inspector DGCA

www.aerospaceitb.org
Net Preneur

"Dream is just a dream, unless WE WAKE UP AND GRAB IT" 






________________________________
From: Dwi Herlina <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Wed, December 9, 2009 8:05:22 PM
Subject: [Ayahbunda-Online] membaca pada anak.....

  
Dear ayah/bunda

anak saya izza (23 des nanti usianya 4 th) saat ini dia sudah TK A. sebelumnya 
dia masuk kelas playgruop di usia 2th6bln. waktu kenaikan kelas dulu, 
sebenarnya saya agak kurang setuju untuk izza lanjut ke TK A tapi dg alasan 
dari gurunya bahwa teman2nya sudah naik k TK A(bahkan pada renang usia yang 
sama), maka saya ikuti saja dengan pertimbangan TK A nya izza dua tahun karena 
pada awalnya saya hanya berasumsi di TK A tahun ini sama saja dengan kelas 
playgroup (bermain, bernyanyi dll) tanpa dibebani tugas2 akademik lainnya. Dari 
info yg saya dapatkan dari seorang teman (psikolog pendidikan) anak usia 5 th 
ke bawah belum diwajibkan untuk belajar membaca atau menulis karena di usia2 
selanjutnya (8 th keatas) anak akan merasa bosan. Belakangan saya sangat kaget 
ketika guru di sekolahnya melaporkan jika kemampuan membaca izza belum baik, 
dan memang tidak pernah saya latih dengan intensif karena memang menganggap 
belum waktunya (hanya sedikit2 dikenalkan dg
 kartu Glen Domain)
Pembicaraan selanjutnya dengan pihak sekolah,  sebenarnya mereka juga kurang 
setuju untuk mengajarakan anak pra sekolah dengan membaca atau menulis, namun 
tuntutan dari SD membuat TK-TK mau tidak mau mengajarkan membaca dan menulis.
Saat saya mengikuti pelatihan implementasi kurikulum di tingkat pra sekolah di 
fak Psikologi UI dg pembicara dari pihak DIKNAS dan pendidik serta psikolog, 
tujuan dari pra sekolah hanya untuk bermain, bersosialisasi, meningkatkan 
kepekaan anak, dll, bukan lebih pada keterampilan membaca atau 
menulis..sementara di luar sana SD-SD maunya menerima siswa yang siap dalam 
segala hal...satu-satunya alternatif yang saya pikirkan saat ini adalah sekolah 
alam karena kebanyakan filosofi yang mereka angkat adalah menggali potensi 
siswa berdasarkan bakat dan kemampuan yang dimiliki, namun keberadaan sekolah 
alam di indonesia juga masih minoritas.
ayah/bunda.. . boleh di share tidak pengalaman2 mengenai sekolah alam pada 
putra-putri anda? bagaimanakah eksistensinya ke depan?adakah kesulitan dalam 
menyesuaikan dengan kurikulum yang ada di Indonesia?
mohon masukan dan sarannya
thax

salam kenal,
Ummi izza

 

________________________________
Lebih Bersih, Lebih Baik, Lebih Cepat - Rasakan Yahoo! Mail baru yang Lebih 
Cepat hari ini!
 


      

Kirim email ke