For all mom, saya jg terharu bgt baca cerita ini meskipun saya jg pernah liat 
sinetron dengan cerita yang sama seperti ini tetap saja air mata saya tak 
terbendung membacanya. Memang saya sebagai wanita pekerja jg terkadang merasa 
iri kpd ibu2 yang bisa tiap hari bersama putra-putrinya memberikan penuh 
curahan kasih sayangnya........ 
Maka setiap sedikit waktu saya manfaatkan untuk sebisa mungkin bersama peri 
kecilku meski sekedar memberi suap makan siang / sekedar memandikan di kala 
pagi hari dan bermain bersama di kala malam hari meski badan terasa cape tapi 
terhapuskan dengan tawa putri kecilku......
Untuk semua bunda-bunda berusahalah memberi warna & makna berarti di setiap 
detik kehidupan putra-putri Anda!
Sebuah petikan hadits nabi menyebutkan : "Setiap ibu yang tinggal di rumah 
bersama & merawat anak-anaknya dengan baik sama halnya kita tinggal bersama 
Nabi"

Selamat Hari Ibu .......... kepada semua ibu di seluruh Indonesia & Dunia.....

from : Bunda Yasa




________________________________
Dari: Elok Rahayu <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Sen, 21 Desember, 2009 14:25:32
Judul: Bls: [Ayahbunda-Online] For all moms

  
Haru banget ceritanya... Saya sebagai ibu yg bekerja terkadang sangat iri 
dengan para bunda yg bisa 24 jam bisa bersama anak-anaknya, bisa melihat setiap 
detik pertumbuhannya. Banggalah para Bunda, pekerjaan paling mulia adalah 
mendidik dan membesarkan anak-anak kita menjadi anak-anak sholeh dan sholichah 
yang Insya Allah bisa menjadi "kunci" surga bagi kita orang tuanya.

--- Pada Jum, 18/12/09, ina_maryana <ina_maryana@ yahoo.com> menulis:


>Dari: ina_maryana <ina_maryana@ yahoo.com>
>Judul: [Ayahbunda-Online] For all moms
>Kepada: Ayahbunda-Online@ yahoogroups. com
>Tanggal: Jumat, 18 Desember, 2009, 12:17 AM
>
>
>  
>Subject: Mandikan Aku Bunda.....?MANDIKAN AKU BUNDA ……………"Di bawah ini adalah 
>salah satu contoh tragis. Sering kali orang tidakmensyukuri apa yang 
>diMILIKInya sampaiakhirnya .....Rani , sebut saja begitu namanya. Kawankuliah 
>ini berotak cemerlang dan memiliki idealismetinggi. Sejak masuk kampus, sikap 
>dan konsep dirinyasudah jelas: meraih yang terbaik, di bidang akademismaupun 
>profesi yang akan digelutinya. ''Why not thebest,'' katanya selalu, mengutip 
>seorang mantanpresiden Amerika.Ketika Universitas mengirim mahasiswa untuk 
>studiHukum Internasional di Universiteit Utrecht , Belanda ,Rani termasuk 
>salah satunya. Saya lebih memilihmenuntaskan pendidikan kedokteran.Berikutn 
>ya, Rani mendapat pendamping yang ''selevel''; sama-sama berprestasi, meski 
>berbeda profesi.Alifya, buah cinta mereka, lahir ketika Rani diangkatsebagai 
>staf diplomat, bertepatan dengan tuntasnyasuami dia meraih PhD. Lengkaplah 
>kebahagiaan mereka.Konon, nama putera mereka
 itu diambil dari hurufpertama hijaiyah ''alif'' dan huruf terakhir 
''ya'',jadilah nama yang enak didengar: Alifya. Saya taksempat mengira, apa 
mereka bermaksud menjadikannyasebaga i anak yang pertama dan terakhir.Ketika 
Alif , panggilan puteranya itu, berusia 6 bulan,kesibukan Rani semakin 
menggila. Bak garuda, nyaristiap hari ia terbang dari satu kota ke kota lain, 
dandari satu negara ke negara lain.Setulusnya saya pernah bertanya, ''Tidakkah 
si Alifterlalu kecil untuk ditinggal-tinggal? '' Dengan sigapRani menjawab, 
''Oh, saya sudah mengantisipasi segalasesuatunya. Everything is OK!'' Ucapannya 
itubetul-betul ia buktikan. Perawatan dan perhatiananaknya, ditangani secara 
profesional oleh baby sittermahal. Rani tinggal mengontrol jadual Alif 
lewattelepon. . Alif tumbuh menjadi anak yang tampak lincah,cerdas dan gampang 
mengerti.Kakek- neneknya selalu memompakan kebanggaan kepadacucu semata wayang 
itu, tentang kehebatanibu- bapaknya. Tentang gelar dan
 nama besar, tentangnaik pesawat terbang, dan uang yang banyak.''Contohlah 
ayah-bunda Alif, kalau Alif besar nanti.''Begitu selalu nenek Alif, ibunya 
Rani, berpesan diakhir dongeng menjelang tidurnya.Ketika Alif berusia 3 tahun, 
Rani bercerita kalau diaminta adik. Terkejut dengan permintaan tak terdugaitu, 
Rani dan suaminya kembali menagih pengertiananaknya. Kesibukan mereka belum 
memungkinkan untukmenghadirkan seorang adik buat Alif. Lagi-lagi bocahkecil ini 
''memahami'' orang tuanya. Buktinya, kataRani, ia tak lagi merengek minta adik. 
Alif, tampaknyamewarisi karakter ibunya yang bukan perengek. Meskikedua 
orangtuanya kerap pulang larut, ia jarang sekalingambek. Bahkan, tutur Rani, 
Alif selalu menyambutkedatangan nya dengan penuh ceria. Maka, Ranimenyapanya 
''malaikat kecilku''.Sungguh keluarga yang bahagia, pikir saya. Meski 
keduaorangtuanya super sibuk, Alif tetap tumbuh penuhcinta. Diam-diam, saya iri 
pada keluarga ini.Suatu hari, menjelang Rani
 berangkat ke kantor, entahmengapa Alif menolak dimandikan baby sitter. 
''Alifingin Bunda mandikan,'' ujarnya penuh harap. Karuansaja Rani, yang detik 
ke detik waktunya sangatdiperhitungka n, gusar. Ia menampik permintaan 
Alifsambil tetap gesit berdandan dan mempersiapkankeperl uan kantornya. 
Suaminya pun turut membujuk Alifagar mau mandi dengan Tante Mien, baby 
sitter-nya.Lagi- lagi, Alif dengan pengertian menurut, meskiwajahnya 
cemberut.Peristiwa ini berulang sampai hampir sepekan. ''Bunda,mandikan aku!'' 
kian lama suara Alif penuh tekanan.Toh, Rani dan suaminya berpikir, mungkin itu 
karenaAlif sedang dalam masa pra-sekolah, jadinya agak lebihminta perhatian. 
Setelah dibujuk-bujuk, akhirnya Alifbisa ditinggal juga.Sampai suatu sore, saya 
dikejutkan telponnya Mien,sang baby sitter. ''Bu dokter, Alif demam 
dankejang-kejang. Sekarang di Emergency.'' Setengahterbang, saya ngebut ke UGD. 
But it was too late.Allah swt sudah punya rencana lain. Alif, si
 malaikatkecil, keburu dipanggil pulang oleh-Nya.Rani, ketika diberi tahu soal 
Alif, sedang meresmikankantor barunya. Ia shock berat. Setibanya di 
rumah,satu-satunya keinginan dia adalah memandikan putranya.Setelah pekan lalu 
Alif mulai menuntut, Rani memangmenyimpan komitmen untuk suatu saat memandikan 
anaknyasendiri. Dan siang itu, janji Rani terwujud, meski setelahtubuh si kecil 
terbaring kaku. ''Ini Bunda Lif, Bundamandikan Alif,'' ucapnya lirih, di tengah 
jamaah yangsunyi. Satu persatu rekan Rani menyingkir darisampingnya, berusaha 
menyembunyikan tangis.Ketika tanah merah telah mengubur jasad si kecil, 
kamimasih berdiri mematung di sisi pusara. Berkali-kaliRani, sahabatku yang 
tegar itu, berkata, ''Ini sudahtakdir, ya kan . Sama saja, aku di sebelahnya 
ataupundi seberang lautan, kalau sudah saatnya, ya dia pergijuga kan ?'' Saya 
diam saja.Rasanya Rani memang takperlu hiburan dari orang lain. Suaminya 
mematungseperti tak bernyawa. Wajahnya pias,
 tatapannyakosong. ''Ini konsekuensi sebuah pilihan,'' lanjutRani, tetap 
mencoba tegar dan kuat. Hening sejenak.Angin senja meniupkan aroma bunga 
kamboja.Tiba- tiba Rani berlutut. ''Aku ibunyaaa!'' serunyahisteris, lantas 
tergugu hebat. Rasanya baru kali inisaya menyaksikan Rani menangis, lebih-lebih 
tangisanyang meledak. ''Bangunlah Lif, Bunda mau mandikanAlif. Beri kesempatan 
Bunda sekali saja Lif. Sekalisaja, Aliiif..'' Rani merintih mengiba-iba. 
Detikberikutnya, ia menubruk pusara dan tertelungkup diatasnya. Air matanya 
membanjiri tanah merah yangmenaungi jasad Alif. Senja pun makin tua.-- Nasi 
sudah menjadi bubur, sesal tidak lagi menolong.-- Hal yang nampaknya sepele 
sering kali menimbulkan sesal dan kehilangan yang amat sangat.-- Sering kali 
orang sibuk 'di luaran', asik dengan dunianya dan ambisinya sendiri tidak 
mengabaikan orang2 di dekatnya yang disayanginya. Akan masih ada waktu 'nanti' 
buat mereka jadi abaikan saja dulu.-- Sering kali orang
 takabur dan merasa yakin bahwa pengertian dan kasih sayang yang diterimanya 
tidak akan hilang. Merasa mereka akanmengerti karena mereka menyayanginya dan 
tetap akan ada.-- Pelajaran yang sangat menyedihkan. -- Yang terakhir, akhirnya 
sambil merenungi sendiri... betapa bahagianya kita yang bekerja ini bisa 
memandikan anak2 kita setiap pagi serta menggantikan pakaian mereka, love is... 
the way you touch them & the way you tret them right...Semoga yang membacanya 
bisa mengambil makna yang terkandung dalam kisah tsb  
>
> 

________________________________
Berselancar lebih cepat. 
Internet Explorer 8 yang dioptimalkan untuk Yahoo! otomatis membuka 2 halaman 
favorit Anda setiap kali Anda membuka browser.Dapatkan IE8 di sini! (Gratis) 



      Lebih Bersih, Lebih Baik, Lebih Cepat - Rasakan Yahoo! Mail baru yang 
Lebih Cepat hari ini! http://id.mail.yahoo.com

Kirim email ke