dear mbak dewi, saya prihatin sekali membaca cerita hidup mbak. kita sama2 orang yg mempunyai hubungan tidak harmonis dengan ibu mertua. namun bedanya, suami saya memahami, mengerti dan mendukung saya. jadi bisa cerita dan berbagi apa saja dengan suami. coba mbak ajak ngobrol lagi suami, katakan padanya bahwa dalam suatu rumah tangga, kekompakan pasangan sangat dibutuhkan. suami seharusnya membuat istri merasa nyaman dan terayomi. terus semangat ya mbak. jangan menyerah demi kebahagiaan rumah tangga mbak.
salam, bundanya bia --- Pada Jum, 8/1/10, ++ dewi ++ <[email protected]> menulis: Dari: ++ dewi ++ <[email protected]> Judul: FW: [Ayahbunda-Online] Curhat RT.....sedih banget!!!!!!!!! Kepada: "[email protected]" <[email protected]> Tanggal: Jumat, 8 Januari, 2010, 2:42 AM Dilema jg ya mba.. Knp g cb tny kan ke pihak suami mba? Adik/kk nya munkin cr yg karakterny netral g mdh dipush,kl suami tdk bs diajak berbicara 2 arah. Cari saat suasana enjoy bicaranya mba. Munkin sdh karakter suami mba g byk bicara. ...sy+suami brasal dr kultur berbd(sy sunda suami yaman), suami anak lelaki plg besar, jd kl ada apa2 sll kesuami dl,awalny mnganggu nmn lama2 sy pahami,krn mmg sdh karakter keluargany bgt. Sy sndiri sll mndpt informasi dr kkny yg plg tua,sy pndngar stia aza ----- Original Message ----- Subject: [Ayahbunda-Online] Curhat RT.....sedih banget!!!!!! !!! Date: Thu, 7 Jan 2010 14:13:57 From: Dewi Chandra <dewib...@yahoo. co.id> To: <ayahbunda-online@ yahoogroups. com> Dear all, Aku mau curhat mengenai beban yang aku rasakan selama 4 thn an ini.. Sejak aku hamil trisemester ke-3 n sampai detik ini..suamiku "tidak suka" dengan keluargaku (ortu ku n adik2x ku) jadi kalau mereka datang ke rumah ku, suami hanya diam ...padahal ortu n adik2x adalah org2x yang suka mengajak ngobrol org lain. Karena suamiku tanggapannya "dingin" saya keluargaku pun enggan ngobrol dengan suami. Hal ini sangat betolak belakang bila rumah kedatangan keluarga besar dari pihak suami... suami sangat2x welcome..ngobrol ngalor-ngidul. .ketawa ketiwi. Sebetulnya bila saya tidak suka dengan mertua lebih beralasan karena 40 hari setelah saya lahiran, lutut saya terserang arthritis jadi saya tidak bisa untuk jongkok, kebayang stressnya saya wkt itu...tapi dalam keadaan lutut saya sakit...saya masih menggotong ember lumayan gede untuk memandikan baby saya... Belum lagi ada kejadian, hari itu saya physiotherapy untuk lutut saya di RS, dan mertua akan pulang ke rumahnya (dengan alasan yg tidak masuk akal, belum bayar tagihan listrik)..sehabis saya dari RS, saya mampir ke bank, sebelumnya saya telp ke rumah mengabarkan ke mertua pr kalo saya mungkin agak telat pulang ke rumah krn antri di bank....Apa yang terjadi bunda....??mertua laki2x saya sudah menunggu di dekat pos satpam n dengan nada marah berkata" kenapa lama sekali"....Bermacam perasaaan berkecamuk dalam hati saya bunda semua...sedih, marah n kecewa. Seharusnya saya la yang punya alasan tidak suka dengan mertua,...namun sebaliknya saya tidak tahu hal apa yang menyebabkan suami tidak suka dengan keluarga saya. Hal ini sangat2x menyakitkan hati saya. Ada lagi yang juga menambah sakit hati saya....setiap kali saya ke rumah mertua... saya "dianggap tidak ada" jadi saya tidak diajak ngobrol...bahkan mereka memanggil saya pun tidak...(termasuk adik kakak suami tidak memanggil "kakak ipar") padahal ortu suami n adik pr suami terus menyuruh anak saya untuk memanggil kakek nenek n paman/bibi.( Saya berpikir dalam hati..mereke bisa menyuruh anak saya memanggil org , tapi anak sendiri tidak dididik untuk memanggil org lain (saya) Sebetulnya saya tidak masalah dalam hal ini..cuma merasa aneh n ortu suami begitu kolotnya. Dalam semua hal suami n keluarga suami selalu menggangap mereka yang benar. Dan yang terakhir , hari Natal lalu karena libur/cuti bersama suami mengajak ke rumah ortu nya (diluar kota) , Kejadiannya, sehabis makan malam, kami semua ada dirumah tamu..mertua laki2x menawarkan jeruk...pada wkt itu..posisi duduk adalah suami, saya, adik suami dan kakak suami...yang terjadi adalah ..mertua menawarkan jeruk itu ke suami, adik suami n kakak suami baru saya (jadi saya dilewatkan). Suami pun tidak berkata apa-apa Malamnya kami ribut...saya teriak ke suami bahwa saya sudah tidak tahan lagi...saya TIDAK DIANGGAP ANAK oleh ortu mu!!suami sampai terkejut.tapi tidak berkata apa-apa lagi. Anak saya nangis juga kami bertengkar, dan dia "cerita" ke ipar perempuan n mertua perempuan saya,kalau "mama bertengkar.. mama nanggis" tapi ipar n mertua saya tidak menanyakan apa-apa2x kepada saya. Sedih sekali bunda semua... Suami sangat sulit diajak bicara..bila diajak bicara/ditanya kenapa orang tua nya tidak mengganggap diri saya n mengapa suami tidak suka dengan keluarga saya , suami tidak pernah menjawab pertanyaan saya...n akhirnya hanya ribut n bertengkar tanpa penyelesaian sampai sekarang. Maaf terlalu panjang yah cerita saya... Bunda semua, apa menurut bunda lebih baik saya tidak usah sering datang ke rumah mertua (jadi datang hanya pada saat ada event tertentu saja) karena datang ke rumah mertua "kan tidak dianggap...mereka pun tidak menanyakan saya kok bila saya tidak datang...Ini saya tahu waktu saya n suami ribut waktu saya menolak ke rumah mertua... Lagipula suami juga begitu, jadi ke rumah ortu saya yg hanya berjarak 2 km bila ada evet tertentu saja. Sebetulnya saya sudah tidak tahan lagi bunda... Rasanya ingin saja bercerai.... .. Tega2xnya suami n mertua menyakiti saya spt ini...seakan- akan saya tdk punya ortu ...n saya harus mengikuti suami(keluarga besarnya) Mohon advisenya yah bunda semua.dan aku minta doanya untuk dibukakan pintu hati suami n mertua saya. Rgds Dewi Lebih Bersih, Lebih Baik, Lebih Cepat - Rasakan Yahoo! Mail baru yang Lebih Cepat hari ini! Menambah banyak teman sangatlah mudah dan cepat. Undang teman dari Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/invite/
