Masyaallah ya Allah ya Robbii kok ada y crt yg sesedih kayak gini

Aku bacax bukan hanya berkaca2 malah sesenggukan gak kuat sedih bgt,sampai2 aku 
gak kuat nahan tangis mulutku aku tutup pake bantal biar gk kdngeran anakku yg 
lg bobo

Duh sediiiih bgt ya.....

Moga aku bisa mendampingi suami n anak2ku kelak hingga aku jadi nenek2 
amien......amien....amien.......
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: "Rachel" <[email protected]>
Date: Tue, 23 Feb 2010 12:31:05 
To: <[email protected]>; <[email protected]>; 
Ayahbunda-Online<[email protected]>
Subject: [Ayahbunda-Online] (OOT) UNTUK ISTERIKU


Empat tahun yang lalu, kecelakaan telah merenggut orang yang kukasihi, 
sering aku bertanya-tanya, bagaimana keadaan istri saya sekarang di alam 
surgawi,
baik-baik sajakah? Dia pasti sangat sedih karena sudah meninggalkan sorang 
suami yang tidak mampu mengurus rumah dan seorang anak yang masih begitu 
kecil.
Begitulah yang kurasakan, karena selama ini saya merasa bahwa saya telah 
gagal, tidak bisa memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani anak saya, dan gagal 
untuk
menjadi ayah dan ibu untuk anak saya.

Pada suatu hari, ada urusan penting di tempat kerja, aku harus segera 
berangkat ke kantor, anak saya masih tertidur. Ohhh... aku harus menyediakan 
makan
untuknya.

Karena masih ada sisa nasi, jadi aku menggoreng telur untuk dia makan. 
Setelah memberitahu anak saya yang masih mengantuk, kemudian aku bergegas 
berangkat
ke tempat kerja.

Peran ganda yang kujalani, membuat energiku benar-benar terkuras. Suatu hari 
ketika aku pulang kerja aku merasa sangat lelah, setelah bekerja sepanjang
hari. Hanya sekilas aku memeluk dan mencium anakku, saya langsung masuk ke 
kamar tidur, dan melewatkan makan malam. Namun, ketika aku merebahkan badan
ke tempat tidur dengan maksud untuk tidur sejenak menghilangkan kepenatan, 
tiba-tiba saya merasa ada sesuatu yang pecah dan tumpah seperti cairan 
hangat!
Aku membuka selimut dan..... di sanalah sumber 'masalah'nya ... sebuah 
mangkuk yang pecah dengan mie instan yang berantakan di seprai dan selimut!

Oh...Tuhan! Aku begitu marah, aku mengambil gantungan pakaian, dan langsung 
menghujani anak saya yang sedang gembira bermain dengan main anny a, dengan
pukulan-pukulan! Dia hanya menangis, sedikitpun tidak meminta belas kasihan, 
dia hanya memberi penjelasan singkat:

"Dad, tadi aku merasa lapar dan tidak ada lagi sisa nasi. Tapi ayah belum 
pulang, jadi aku ingin memasak mie instan. Aku ingat, ayah pernah mengatakan
untuk tidak menyentuh atau menggunakan kompor gas tanpa ada orang dewasa di 
sekitar, maka aku menyalakan mesin air minum ini dan menggunakan air panas
untuk memasak mie. Satu untuk ayah dan yang satu lagi untuk saya .. Karena 
aku takut mie'nya akan menjadi dingin, jadi aku menyimp anny a di bawah 
selimut
supaya tetap hangat sampai ayah pulang. Tapi aku lupa untuk mengingatkan 
ayah karena aku sedang bermain dengan mainan saya ... Saya minta maaf Dad 
...
"

Seketika, air mata mulai mengalir di pipiku ... tetapi, saya tidak ingin 
anak saya melihat ayahnya menangis maka aku berlari ke kamar mandi dan 
menangis
dengan menyalakan shower di kamar mandi untuk menutupi suara tangis saya. 
Setelah beberapa lama, aku hampiri anak saya, memeluknya dengan erat dan 
memberikan
obat kepadanya atas luka bekas pukulan dipantatnya, lalu aku membujuknya 
untuk tidur. Kemudian aku membersihkan kotoran tumpahan mie di tempat tidur.

Ketika semuanya sudah selesai dan lewat tengah malam, aku melewati kamar 
anakku, dan melihat anakku masih menangis, bukan karena rasa sakit di 
pantatnya,
tapi karena dia sedang melihat foto mommy yang dikasihinya.

Satu tahun berlalu sejak kejadian itu, saya mencoba, dalam periode ini, 
untuk memusatkan perhatian dengan memberinya kasih sayang seorang ayah dan 
juga
kasih sayang seorang ibu, serta memperhatikan semua kebutuh anny a. Tanpa 
terasa, anakku sudah berumur tujuh tahun, dan akan lulus dari Taman 
Kanak-kanak.
Untungnya, insiden yang terjadi tidak meninggalkan kenangan buruk di masa 
kecilnya dan dia sudah tumbuh dewasa dengan bahagia.

Namun... belum lama, aku sudah memukul anakku lagi, saya benar-benar 
menyesal....

Guru Taman Kanak-kanaknya memanggilku dan memberitahukan bahwa anak saya 
absen dari sekolah. Aku pulang kerumah lebih awal dari kantor, aku berharap 
dia
bisa menjelaskan. Tapi ia tidak ada dirumah, aku pergi mencari di sekitar 
rumah kami, memangil-manggil namanya dan akhirnya menemukan dirinya di 
sebuah
toko alat tulis, sedang bermain komputer game dengan gembira. Aku marah, 
membawanya pulang dan menghujaninya dengan pukulan-pukulan. Dia diam saja 
lalu
mengatakan, "Aku minta maaf, Dad".

Selang beberapa lama aku selidiki, ternyata ia absen dari acara "pertunjukan 
bakat" yang diadakan oleh sekolah, karena yg diundang adalah siswa dengan
ibunya. Dan itulah alasan ketidakhadir anny a karena ia tidak punya 
ibu......

Beberapa hari setelah penghukuman dengan pukulan rotan, anakku pulang ke 
rumah memberitahu saya, bahwa disekolahnya mulai diajarkan cara membaca dan 
menulis.
Sejak saat itu, anakku lebih banyak mengurung diri di kamarnya untuk 
berlatih menulis, yang saya yakin, jika istri saya masih ada dan melihatnya 
ia akan
merasa bangga, tentu saja dia membuat saya bangga juga!

Waktu berlalu dengan begitu cepat, satu tahun telah lewat. Saat ini musim 
dingin, dan hari Natal telah tiba. Semangat Natal ada dimana-mana juga di 
hati
setiap orang yg lalu lalang... Lagu-lagu Natal terdengar diseluruh pelosok 
jalan .... tapi astaga, anakku membuat masalah lagi. Ketika aku sedang 
menyelasaikan
pekerjaan di hari-hari terakhir kerja, tiba-tiba kantor pos menelpon. Karena 
pengiriman surat sedang mengalami puncaknya, tukang pos juga sedang 
sibuk-sibuknya,
suasana hati mereka pun jadi kurang bagus.

Mereka menelpon saya dengan marah-marah, untuk memberitahu bahwa anak saya 
telah mengirim beberapa surat tanpa alamat. Walaupun saya sudah berjanji 
untuk
tidak pernah memukul anak saya lagi, tetapi saya tidak bisa menahan diri 
untuk tidak memukulnya lagi, karena saya merasa bahwa anak ini sudah 
benar-benar
keterlaluan. . Tapi sekali lagi, seperti sebelumnya, dia meminta maaf : 
"Maaf, Dad". Tidak ada tambahan satu kata pun untuk menjelaskan alas anny a 
melakukan
itu.

Setelah itu saya pergi ke kantor pos untuk mengambil surat-surat tanpa 
alamat tersebut lalu pulang. Sesampai di rumah, dengan marah saya mendorong 
anak
saya ke sudut mempertanyakan kepadanya, perbuatan konyol apalagi ini? Apa 
yang ada dikepalanya?

Jawab anny a, di tengah isak-tangisnya, adalah : "Surat-surat itu untuk 
mommy.....".

Tiba-tiba mataku berkaca-kaca. .... tapi aku mencoba mengendalikan emosi dan 
terus bertanya kepadanya: "Tapi kenapa kamu memposkan begitu banyak 
surat-surat,
pada waktu yg sama?"

Jawaban anakku itu : "Aku telah menulis surat buat mommy untuk waktu yang 
lama, tapi setiap kali aku mau menjangkau kotak pos itu, terlalu tinggi 
bagiku,
sehingga aku tidak dapat memposkan surat-suratku. Tapi baru-baru ini, ketika 
aku kembali ke kotak pos, aku bisa mencapai kotak itu dan aku mengirimk anny
a sekaligus".

Setelah mendengar penjelas anny a ini, aku kehilangan kata-kata, aku 
bingung, tidak tahu apa yang harus aku lakukan, dan apa yang harus aku 
katakan ....

Aku bilang pada anakku, "Nak, mommy sudah berada di surga, jadi untuk 
selanjutnya, jika kamu hendak menuliskan sesuatu untuk mommy, cukup dengan 
membakar
surat tersebut maka surat akan sampai kepada mommy. Setelah mendengar hal 
ini, anakku jadi lebih tenang, dan segera setelah itu, ia bisa tidur dengan 
nyenyak.
Saya berjanji akan membakar surat-surat atas namanya, jadi saya membawa 
surat-surat tersebut ke luar, tapi.... saya jadi penasaran untuk tidak 
membuka
surat tersebut sebelum mereka berubah menjadi abu.

Dan salah satu dari isi surat-suratnya membuat hati saya hancur......

'Mommy sayang',

Saya sangat merindukanmu! Hari ini, ada sebuah acara 'Pertunjukan Bakat' di 
sekolah, dan mengundang semua ibu untuk hadir di pertunjukan tersebut.. Tapi
kamu tidak ada, jadi saya tidak ingin menghadirinya juga. Aku tidak 
memberitahu ayah tentang hal ini karena aku takut ayah akan mulai menangis 
dan merindukanmu
lagi.

Saat itu untuk menyembunyikan kesedihan, aku duduk di depan komputer dan 
mulai bermain game di salah satu toko. Ayah keliling-keliling mencari saya, 
setelah
menemukanku ayah marah, dan aku hanya bisa diam, ayah memukul aku, tetapi 
aku tidak menceritakan alasan yang sebenarnya.

Mommy, setiap hari saya melihat ayah merindukanmu, setiap kali dia teringat 
padamu, ia begitu sedih dan sering bersembunyi dan menangis di kamarnya. 
Saya
pikir kita berdua amat sangat merindukanmu. Terlalu berat untuk kita berdua, 
saya rasa. Tapi mom, aku mulai melupakan wajahmu. Bisakah mommy muncul dalam
mimpiku sehingga saya dapat melihat wajahmu dan ingat anda? Temanku bilang 
jika kau tertidur dengan foto orang yang kamu rindukan, maka kamu akan 
melihat
orang tersebut dalam mimpimu. Tapi mommy, mengapa engkau tak pernah muncul?

Setelah membaca surat itu, tangisku tidak bisa berhenti karena saya tidak 
pernah bisa menggantikan kesenjangan yang tak dapat digantikan semenjak 
ditinggalkan
oleh istri saya ....

Untuk para suami, yang telah dianugerahi seorang istri yang baik, yang penuh 
kasih terhadap anak-anakmu selalu berterima-kasihlah setiap hari padanya.
Dia telah rela menghabiskan sisa umurnya untuk menemani hidupmu, membantumu, 
mendukungmu, memanjakanmu dan selalu setia menunggumu, menjaga dan 
menyayangi
dirimu dan anak-anakmu.

Hargailah keberadaannya, kasihilah dan cintailah dia sepanjang hidupmu 
dengan segala kekurangan dan kelebih anny a, karena apabila engkau telah 
kehilangan
dia, tidak ada emas permata, intan berlian yg bisa menggantikan posisinya.


PEACE & LOVE

RACHEL


Kirim email ke