Friends, Saya ingin menyampaikan komplain saya, sekaligus saran untuk kudamas. Berawal di bulan Juni, tepatnya tanggal 17, saya ke kudamas untuk memperbaiki spooring saya yang bermasalah karena habis menghantam trotoar (lebih tepatnya gundukan jalan di dekat trotoar). Karena sebelumnya laher roda kanan memang sedikit oblak (setelah membentur trotoar tidak bertambah parah), sekalian saya minta ganti laher di kudamas.
Proses melepas laher ternyata nggak mudah, karena bagian rumah baut roda yang menyatu dengan bagian dalam laher nggak bisa dilepas, jadi harus dibawa ke tukang bubut. Setelah berhasil dilepas, si montir memasang laher baru dengan menggunakan alat press. Saya ikut mengamati untuk melihat prosesnya. Terlihat bagian rumah baut roda kanan yang bekas dibubut bocel2. Perkiraan saya, tukang bubutnya menggunakan sejenis tatah untuk mencongkel ring yang menempel, sehingga bocel2nya cukup parah. Saya sempat menanyakan ke montir, "Kok bocel2 gitu ya, apa gak masalah?" Si montir menjawab: "Nggak masalah, ini berarti sudah pernah diganti lahernya" Saya cukup bingung mendengar jawaban montir tersebut, karena jelas2 bocel2 tersebut cukup banyak dan tajam, sehingga menurut perkiraan saya pasti akan mengganggu. Lagipula saya belum pernah ganti laher sama sekali, mana mungkin bisa bocel2 seperti itu. Kemungkinan besar bagian tersebut rusak pada saat dibawa ke tukang bubut. Oh ya, ada 1 lagi keluhan saya, yaitu bunyi "cuit cuit" di bagian kolong. Saya tanyakan ke montir, menurut dia kemungkinan itu suara laher tensioner AC. Saya sempat tanyakan, apakah itu bukan suara dari laher as, menurut dia itu jarang sekali (tanpa mengecek terlebih dahulu). Akhirnya saya turuti untuk mengganti laher tensioner AC (Hasilnya ternyata bunyi cuit2 tetap ada, belakangan saya cek ke PanJul, ternyata memang benar itu bunyi dari laher as intermiddle). Setelah selesai proses penggantian laher, akan dilanjutkan ke proses spooring. Sebelumnya keempat roda sudah dibalancing terlebih dahulu oleh montir lain. Karena saya lihat boot shock kanan depan sobek, maka harus diganti dulu, supaya nggak sia2 spooringnya. Langsung saya meluncur ke Pasar Mobil Kemayoran, ke toko Sumber Mas (SBM). Karena shock depan sudah gak bagus juga, akhirnya saya ganti dengan shock KAYABA EXCEL gas seharga 800 ribu include pasang. Singkat cerita setelah ganti shock, saya langsung kembali ke kudamas untuk spooring. Nah, di perjalanan dari PMK ke kudamas itu, saya merasakan ada yang tidak beres di roda kanan, seperti ada yang nggak pas, karena ada suara gesekan. Terus pada saat mengerem untuk berhenti, tepat beberapa saat sebelum berhenti, ada suara gesekan cukup keras di bagian rem. Sesampainya di Kudamas, saya tanyakan ke kepala montir (yang biasa melakukan test drive), kok jadi bunyi seperti itu. Saya juga katakan ke montir yang mengerjakan tadi, kok sekarang jadi bunyi kalo direm. Saya minta dicek lagi apakah sudah betul pemasangan laher nya. Si Montir mengatakan bahwa sudah kencang dan pas, nggak perlu dibongkar lagi. Dia juga bilang, itu kemungkinan rem nya yang kotor (benar2 montir yang malas) Karena sudah sore (sekitar pukul 16an), saya iyakan saja kata2 si montir, dan langsung menuju ke bagian spooring. Waktu di spooring, ternyata ketahuan kalo balljoint/swing arm bagian kanan melengkung ke belakang. Untuk sementara disetel dulu, dan ternyata bisa. Karena risih, saya tetep pingin ganti arm kanan nya. Langsung call ke Mimin, dan ternyata ada barang lelang dengan harga lumayan ekonomis. Keesokan harinya saya kembali lagi ke kudamas untuk ganti arm, service rem (sesuai dengan anjuran montir), dan spooring ulang. Singkat cerita, setelah service rem dan ganti arm, spooring ulang. Suara berisik itu hilang. Tapi setelah 1 hari, bunyinya muncul lagi. Dan sangat parah. Karena sudah SANGSI dengan montir di Kudamas, saya agak malas balik lagi ke sana (karena lumayan jauh juga dari grogol). Setelah sekitar 3 mingguan (cukup lama jaraknya, karena saya harus pulang kampung dikarenakan nenek saya meninggal dunia), hari Sabtu tanggal 12 Juli saya ke PanJul untuk Tune up, sekalian cek kondisi rem tersebut. Untuk memastikan apakah piringan kanan rusak, maka ditukar dengan piringan kiri. Kemudian mur laher dicek, ternyata TIDAK KENCANG, karena sangat mudah dibuka. Setelah ditukar piringan dan dikencangkan mur laher nya, suara berkurang, tetapi masih ada. Akhirnya seminggu kemudian hari Minggu 20 Juli saya ke Panjul lagi, untuk ganti SEAL CALIPER. Setelah diganti, ternyata bunyi hilang, namun setelah 4 hari bunyi muncul kembali. Akhirnya hari Sabtu tanggal 26 Juli, saya kembali ke Panjul, berharap yang kali ini beres. Saya ceritakan bahwa suara itu muncul setelah ganti laher, dan minta laher dibongkar kembali. Ternyata benar, bagian rumah baut roda kanan tersebut yang menjadi penyebabnya. Oleh kepala montir Panjul (Om Harry), bagian bocel2 tersebut (ternyata sangat parah, dan sangat tajam), diamplas dan dikikir, dibersihkan, kemudian dipress lagi dengan lahernya. Sampai saat ini, suara itu nggak muncul lagi. Baru sekarang saya ungkapkan uneg2 ini, karena saya harus memastikan terlebih dahulu penyebabnya, dan menemukan solusinya, serta melakukan pengetesan, baru saya bisa ceritakan. Ada GANJALAN lagi yang sangat mengganggu saya. Pada saat di kudamas pertama kali tanggal 17 Juni, waktu sedang mengerjakan penggantian laher tensioner, si montir mendekati saya dan mengatakan, ntar dikencang2kan aja baut2nya, ntar saya bersih2kan, cukup bayar 50 ribu aja ke saya. Biaya tensioner gak usah dimasukkan. Pada saat itu saya diam saja, tapi akhirnya saya TOLAK keinginan si montir, karena sepengetahuan saya biaya ganti tensioner AC gak semahal itu (ternyata cuma 40ribu, masih ada diskon pula). Setelah saya tolak, langsung sikap si montir yang tadinya seolah2 sangat baik, jadi sebal dan "tidak enak", yang akhirnya menyebabkan dia malas mengecek kembali pemasangan laher (yg ternyata menjadi penyebab utama bunyi berisik di rem kanan). Mohon maaf bukan ingin memojokkan Kudamas. Sebagai bengkel rekanan BCI yang direkomendasikan, sangat disayangkan kalo ternyata staff/montir kudamas seperti ini sikapnya. Saya yakin Kudamas tidak mau namanya jadi tercoreng dikarenakan montir/staffnya yang gak beres. Komplain saya kali ini lebih bertujuan untuk memberikan MASUKAN supaya Kudamas bisa membenahi kembali para montirnya, supaya bisa lebih baik lagi. Karena kejadian yang saya alami kali ini, sebagian besar disebabkan oleh KETELEDORAN MONTIR, bukan Kudamas secara keseluruhan. Untuk bagian SPOORING dan BALANCING, saya ACUNGKAN JEMPOL. Bagus banget pelayanannya. Tapi untuk montir yang mengerjakan mobil saya, bener2 membuat KECEWA. Yang terakhir, maaf buat rekan2 sekalian yang merasa terganggu dengan posting saya (nulisnya panjang dan belibet2.. sorry bukan penulis nih). Salam, David BCI-239
