saya nimbrung donk.. mumpung lg ngomongin kudamas :) 2 minggu lalu saya ke kudamas utk beli 2 ban dan pake voucher yg saya dapat pas daftar BCI di acara tumplek blek saya datang sekitar jam 10.30-11.00 pada saat itu ternyata ada acara klub mobil timor dan sudah ada bbrp mobil timor yg parkir di situ kemudian sy diterima dan dilayani dgn sangat baik oleh bagian penerimaan, di saat itu juga datang lagi bbrp mobil timor dan akhirnya memenuhi parkiran kudamas..
pada awalnya sy cukup terkesan dgn pelayanan yg ramah dari bagian depan kudamas setelah melalui proses pendaftaran akhirnya sy dapat nomer antrian 32 utk spooring waktu itu saya tanya "kok nomernya jauh banget ya?" salah satu karyawannya menjelaskan karena hari itu ada acara klub timor dan hampir semuanya ikutan spooring (mungkin mumpung gratis kali ya... gak tau pastinya sih :D) sampe di sini saya ikut aja dulu dan langsung mbal saya dikerjakan ganti ban, balancing dan isi nitrogen. dan dicek ternyata kampas rem depan sudah tipis dan sekalian diganti, semuanya proses dilakukan cukup cepat tdk sampe 1 jam selesai setelah itu saya diminta tunggu di lt.2 sambil menikmati wifi gratis (tp makan dan minum tidak)... dan mbal sy masuk antrian spooring sy nunggu sampe jam 15.30 mbal sy belum juga dikerjakan spooringnya, dimana selama nunggu saya udah minta diselipin di antara mbl timor yg banyak itu, tp tidak bisa dilakukan dan akhirnya jam 4 sore kurang sy ngomong sama bosnya (kalo gak salah pak toto) sy komplain harus menunggu begitu lama hanya utk spooring memang sih karena saya datang setelah mbl2 member klub timor datang tapi apakah karena itu jadi pelayanan thd customer personal jadi terabaikan akhirnya saya dibolehkan nyelak di antara antrian mbl2 timor sy perhatikan ada 1 mbl soluna yg dapet no. urut 35 yg akhirnya ngomong juga (mengikuti jejak saya) dan naik spooring setelah mbal sy masukan utk kudamas: tolong perhatikan customer personal walaupun sedang menerima klub mobil jangan sampai hak2 customer anda hilang gara2 anda mementingkan acara klub mobil masukan utk teman2: sebelum datang ke kudamas, telpon dulu apakah acara klub mobil jika ada sebaiknya urungkan niatnya dan datang di hari yg lain saja jika ada kata2 yg kurang berkenan, mohon maaf dayat BCI 386 2008/8/7 <[EMAIL PROTECTED]>: > Kalau perlu kasih tau ke saya nama montir/helpernya, biar anak BCI gak > dimacem2in.....hehe........... > eh tapi om Tommy masih fresh ya ;-) > IMHO semua bengkel rata2 memang ada yang nakal cari tambahan, sama lah > dengan anggota DPR ada juga yang nakal cari tambahan, kecuali bosnya om > ajat.....hehe........jat traktir gw yah > > tapi itulah untungnya ikut klub, kita bisa dapat pelayanan terbaik. > Memang dengan tidak ikut klub tetap bisa dan harus dapat pelayanan terbaik > dari produk apapun > Tapi biasanya montir dan bengkel yang aware akan lebih concern dengan > mobil berstiker BCI > apalagi klo ownernya kenal dengan pejabat2 BCI........hehe...........bisa > gak makan tu montir klo macem2in anak BCI > > so klo ada komplen silahkan sharing > klo gw pribadi sangat puas dengan pelayanan Kudamas, mudah2an bukan karena > gw ketua.......hehe........ > > thanks > bci 036 > > "tommy" <[EMAIL PROTECTED]> > > Sent by: [email protected] > 07/08/2008 13:06 > Please respond to > [email protected] > > To > <[email protected]> > cc > > Subject > RE: [baleno] (SARAN) Komplain dan Masukan untuk KUDAMAS > > To Om David and all balenoers, > > Dalam cerita dibawah ini salah satunya saya pernah mengalami, pada bulan > juli 2008 tanggal 29 , saya cuti dan langsung menuju kudamas untuk > penggantian swing arm kanan dan as roda kanan-kiri (arahan dari engineer > kudamas). Akan tetapi di akhir cerita ada salah seorang helper (tugasnya > hanya bantu2 si mekanik) mendekati saya dan dia bilang : "Pak kalau > pemasangan as roda biasanya pakai grease yg warna hitam bukan kuning dan > saya tidak masukan ke bill jadi bayar setengahnya saja Rp.30rb ke saya, > lumayan untuk ngopi anak2, ujarnya". > > Ya sudah karena saya baru pertama kali ke Kudamas saya menuruti saja. Saya > baru menyadari ternyata hal tersebut sangatlah tidak lazim. > > Mudah2an teman2 yang lain tidak bernasib serupa. > > Tommy > > BCI 404 > > _____ > > From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of > David Haryanto > Sent: Thursday, August 07, 2008 12:46 PM > To: [email protected] > Subject: [baleno] (SARAN) Komplain dan Masukan untuk KUDAMAS > > Friends, > > Saya ingin menyampaikan komplain saya, sekaligus saran untuk kudamas. > Berawal di bulan Juni, tepatnya tanggal 17, saya ke kudamas untuk > memperbaiki spooring saya yang bermasalah karena habis menghantam > trotoar (lebih tepatnya gundukan jalan di dekat trotoar). Karena > sebelumnya laher roda kanan memang sedikit oblak (setelah membentur > trotoar tidak bertambah parah), sekalian saya minta ganti laher di > kudamas. > > Proses melepas laher ternyata nggak mudah, karena bagian rumah baut > roda yang menyatu dengan bagian dalam laher nggak bisa dilepas, jadi > harus dibawa ke tukang bubut. Setelah berhasil dilepas, si montir > memasang laher baru dengan menggunakan alat press. Saya ikut mengamati > untuk melihat prosesnya. Terlihat bagian rumah baut roda kanan yang > bekas dibubut bocel2. Perkiraan saya, tukang bubutnya menggunakan > sejenis tatah untuk mencongkel ring yang menempel, sehingga bocel2nya > cukup parah. Saya sempat menanyakan ke montir, "Kok bocel2 gitu ya, > apa gak masalah?" Si montir menjawab: "Nggak masalah, ini berarti > sudah pernah diganti lahernya" > > Saya cukup bingung mendengar jawaban montir tersebut, karena jelas2 > bocel2 tersebut cukup banyak dan tajam, sehingga menurut perkiraan > saya pasti akan mengganggu. Lagipula saya belum pernah ganti laher > sama sekali, mana mungkin bisa bocel2 seperti itu. Kemungkinan besar > bagian tersebut rusak pada saat dibawa ke tukang bubut. > > Oh ya, ada 1 lagi keluhan saya, yaitu bunyi "cuit cuit" di bagian > kolong. Saya tanyakan ke montir, menurut dia kemungkinan itu suara > laher tensioner AC. Saya sempat tanyakan, apakah itu bukan suara dari > laher as, menurut dia itu jarang sekali (tanpa mengecek terlebih > dahulu). Akhirnya saya turuti untuk mengganti laher tensioner AC > (Hasilnya ternyata bunyi cuit2 tetap ada, belakangan saya cek ke > PanJul, ternyata memang benar itu bunyi dari laher as intermiddle). > > Setelah selesai proses penggantian laher, akan dilanjutkan ke proses > spooring. Sebelumnya keempat roda sudah dibalancing terlebih dahulu > oleh montir lain. Karena saya lihat boot shock kanan depan sobek, maka > harus diganti dulu, supaya nggak sia2 spooringnya. Langsung saya > meluncur ke Pasar Mobil Kemayoran, ke toko Sumber Mas (SBM). Karena > shock depan sudah gak bagus juga, akhirnya saya ganti dengan shock > KAYABA EXCEL gas seharga 800 ribu include pasang. Singkat cerita > setelah ganti shock, saya langsung kembali ke kudamas untuk spooring. > Nah, di perjalanan dari PMK ke kudamas itu, saya merasakan ada yang > tidak beres di roda kanan, seperti ada yang nggak pas, karena ada > suara gesekan. Terus pada saat mengerem untuk berhenti, tepat > beberapa saat sebelum berhenti, ada suara gesekan cukup keras di > bagian rem. Sesampainya di Kudamas, saya tanyakan ke kepala montir > (yang biasa melakukan test drive), kok jadi bunyi seperti itu. Saya > juga katakan ke montir yang mengerjakan tadi, kok sekarang jadi bunyi > kalo direm. Saya minta dicek lagi apakah sudah betul pemasangan laher > nya. Si Montir mengatakan bahwa sudah kencang dan pas, nggak perlu > dibongkar lagi. Dia juga bilang, itu kemungkinan rem nya yang kotor > (benar2 montir yang malas) > > Karena sudah sore (sekitar pukul 16an), saya iyakan saja kata2 si > montir, dan langsung menuju ke bagian spooring. Waktu di spooring, > ternyata ketahuan kalo balljoint/swing arm bagian kanan melengkung ke > belakang. Untuk sementara disetel dulu, dan ternyata bisa. Karena > risih, saya tetep pingin ganti arm kanan nya. Langsung call ke Mimin, > dan ternyata ada barang lelang dengan harga lumayan ekonomis. Keesokan > harinya saya kembali lagi ke kudamas untuk ganti arm, service rem > (sesuai dengan anjuran montir), dan spooring ulang. Singkat cerita, > setelah service rem dan ganti arm, spooring ulang. Suara berisik itu > hilang. Tapi setelah 1 hari, bunyinya muncul lagi. Dan sangat parah. > Karena sudah SANGSI dengan montir di Kudamas, saya agak malas balik > lagi ke sana (karena lumayan jauh juga dari grogol). > > Setelah sekitar 3 mingguan (cukup lama jaraknya, karena saya harus > pulang kampung dikarenakan nenek saya meninggal dunia), hari Sabtu > tanggal 12 Juli saya ke PanJul untuk Tune up, sekalian cek kondisi rem > tersebut. Untuk memastikan apakah piringan kanan rusak, maka ditukar > dengan piringan kiri. Kemudian mur laher dicek, ternyata TIDAK > KENCANG, karena sangat mudah dibuka. Setelah ditukar piringan dan > dikencangkan mur laher nya, suara berkurang, tetapi masih ada. > Akhirnya seminggu kemudian hari Minggu 20 Juli saya ke Panjul lagi, > untuk ganti SEAL CALIPER. Setelah diganti, ternyata bunyi hilang, > namun setelah 4 hari bunyi muncul kembali. Akhirnya hari Sabtu tanggal > 26 Juli, saya kembali ke Panjul, berharap yang kali ini beres. Saya > ceritakan bahwa suara itu muncul setelah ganti laher, dan minta laher > dibongkar kembali. Ternyata benar, bagian rumah baut roda kanan > tersebut yang menjadi penyebabnya. Oleh kepala montir Panjul (Om > Harry), bagian bocel2 tersebut (ternyata sangat parah, dan sangat > tajam), diamplas dan dikikir, dibersihkan, kemudian dipress lagi > dengan lahernya. > > Sampai saat ini, suara itu nggak muncul lagi. Baru sekarang saya > ungkapkan uneg2 ini, karena saya harus memastikan terlebih dahulu > penyebabnya, dan menemukan solusinya, serta melakukan pengetesan, baru > saya bisa ceritakan. Ada GANJALAN lagi yang sangat mengganggu saya. > Pada saat di kudamas pertama kali tanggal 17 Juni, waktu sedang > mengerjakan penggantian laher tensioner, si montir mendekati saya dan > mengatakan, ntar dikencang2kan aja baut2nya, ntar saya bersih2kan, > cukup bayar 50 ribu aja ke saya. Biaya tensioner gak usah dimasukkan. > Pada saat itu saya diam saja, tapi akhirnya saya TOLAK keinginan si > montir, karena sepengetahuan saya biaya ganti tensioner AC gak semahal > itu (ternyata cuma 40ribu, masih ada diskon pula). Setelah saya tolak, > langsung sikap si montir yang tadinya seolah2 sangat baik, jadi sebal > dan "tidak enak", yang akhirnya menyebabkan dia malas mengecek kembali > pemasangan laher (yg ternyata menjadi penyebab utama bunyi berisik di > rem kanan). > > Mohon maaf bukan ingin memojokkan Kudamas. Sebagai bengkel rekanan BCI > yang direkomendasikan, sangat disayangkan kalo ternyata staff/montir > kudamas seperti ini sikapnya. Saya yakin Kudamas tidak mau namanya > jadi tercoreng dikarenakan montir/staffnya yang gak beres. Komplain > saya kali ini lebih bertujuan untuk memberikan MASUKAN supaya Kudamas > bisa membenahi kembali para montirnya, supaya bisa lebih baik lagi. > Karena kejadian yang saya alami kali ini, sebagian besar disebabkan > oleh KETELEDORAN MONTIR, bukan Kudamas secara keseluruhan. Untuk > bagian SPOORING dan BALANCING, saya ACUNGKAN JEMPOL. Bagus banget > pelayanannya. Tapi untuk montir yang mengerjakan mobil saya, bener2 > membuat KECEWA. > > Yang terakhir, maaf buat rekan2 sekalian yang merasa terganggu dengan > posting saya (nulisnya panjang dan belibet2.. sorry bukan penulis > nih). > > Salam, > David > BCI-239 > > [Non-text portions of this message have been removed] > > ------------------------------------ > > Kunjungi Situs Baleno Club Indonesia di www.baleno.infoYahoo! Groups Links > > * * * * * * * * * * > > This communication contains information of International Flavors & > Fragrances (IFF) and/or its affiliates that may be confidential, > proprietary, copyrighted and/or legally privileged, and is intended only > for the addressee. Any copying, dissemination or other use of this > information by anyone other than the intended recipient is prohibited. If > you have received this communication in error, please contact the sender > and delete it from your system. > > [Non-text portions of this message have been removed] > >
