Kalo saya pribadi kecewa dengan Winasa karna ambisinya untuk membuat proyek lapangan terbang di kecamatan pekutatan yang mana akhirnya hektaran pohon-pohon kelapa ditebang...
terlebih menurut saya..winasa itu oportunis banget... Ida Bagus Susena wrote: > Dear All, > > Kalau boleh saya menanggapi. Saya asli orang Jembrana. Sangat > merasakan adanya misinformasi kepada semua orang di luar Jembrana yang > tidak tahu mengenai track record dan gerak gerik winasa. Sangat perlu > saya klarifikasi disini bahwa semua yang digembar gemborkan di media > hanyalah isapan jempol belaka. Fakta ini saya tunjukkan bukan untuk > mendukung siapa-siapa, tapi hanya untuk memberikan sesuatu yang real > di Jembrana. Isu agama bukanlah isu yang krusial untuk diperdebatkan, > tapi berikut adalah hal yang perlu menjadi analisis untuk mendapatkan > objektivitas penilaian: > 1. Proses naiknya Winasa menjadi Bupati, tahun 2000, penuh dengan > kontroversi, di dukung hanya oleh fraksi PPP dan satu partai kecil, > bisa merubah mayoritas suara DPRD Jembrana. Disini suap terhadap > anggota dewan yang lain terjadi. Pembelotan oleh partai-partai besar > yang mengusung calon sendiri dilakukan, hanya karena UANG. > 2. Pada saat pelantikan, masyarakat Jembrana berontak, terjadi > peristiwa Balang Tamak, 28 Agustus 2000, SATU ORANG MENINGGAL dan > beberapa yang luka tertembak.Tidak ada tindak lanjut mengenai > peristiwa itu setelah dia bisa menguasai para elite dan pengusut kasus > dengan UANG. > 3. Proyek yang tidak berpihak kepada RAKYAT, semua adalah proyek MERCU > SUAR yang kental dengan manipulasi anggaran daerah seperti: > a. Proyek air megumi (MANGKRAK), yang tidak ada profitnya sama sekali. > Mesin penyulingan dibeli dari Jepang dengan markup yang luar biasa, > mesin seharga 450 juta dibeli dengan nilai 4,5 milliar. > b. Proyek Penggilingan Daging (MANGKRAK), merugi terus bahkan sekarang > sudah tidak beroperasi lagi. > c. Busway JIMBARWANA Transport, dengan halte yang mubazir dan hampir > tidak mendapatkan untung karena penumpangnya hanya satu dua orang saja > setiap jalan. Sementara sewa bus tiap bulannya besar sekali. Lagi-lagi > para SOPIR angkot yang mengais rejeki dari penumpang desa yang > jarang-jarang DIRAMPAS hanya karena ambisi sang pembuat proyek. > d. Beberapa kapal penangkap ikan JIMBARSEGARA, tertambat di pelabuhan > Perancak dengan kondisi yang sangat memprihatinkan. Dibeli dengan > harga mahal...... > e. GOR Krsna Jvara, megah dan besar tapi sudah mulai tidak ada > manfaatnya. Hanya para sapi dan kerbau yang mau memanfaatkannya dengan > merumput di sekitar GOR yang menggunakan areal sawah produktif di SAWE. > f. Tukar guling banyak asset pemda yang dilakukan dengan ENAK UDELNYA > sendiri, termasuk asset Parisada yang dijadikan Kantor Camat Jembrana > dan tanah TWIN TOWER yang GAGAL. > g. TWIN TOWER, proyek ambisius yang tidak akan pernah terealisasi, > katanya, hanya akan dijadikan taman hiburan. > h. Proyek JKJ, rakyat membayar 10 ribu tiap tahun dan 70 ribu untuk > JKJ Paripurna (siswa dipaksa untuk masuk, bukannya GRATIS) dengan > pelayanan yang diskriminatif dan membeli obat di "Apotek" milik > istrinya. Apotek lain tidak diterima. Batas maksimal tanggungan JKJ > adalah 70 ribu saja. Sisanya dari mana, kalau mau pakai obat yang > lebih paten, BAYAR SENDIRI. Kesan umum dari JKJ ini yang dirasakan > masyarakat adalah : APAPUN SAKITNYA OBATNYA ADALAH SAMA. Silahkan > tanya sendiri pada yang pernah menggunakan, Sakit duwur, sakit basang, > sakit gigi, obatne patuh...... > i. SPP Gratis? Betul, hanya untuk sekolah negeri (di Jembrana ada > hanya beberapa saja, lainnya swasta). Itupun hanya untuk SPP yang > hanya ribuan rupiah saja, tapi siswa masih banyak yang harus membayar > uang lain-lain lewat Komite Sekolah. Apa artinya? Ternyata tidak > sepenuhnya GRATIS untuk pendidikan di Jembrana. Bahkan menurut para > siswa, lebih berat SPP di gratiskan karena yang lain (di luar SPP) > semakin di peras. > j. Di kalangan BIROKRASI, terkenal dengan tangan BESI, siapa yang > tidak dia suka, langsung di DEPAK. Yang kritis dan pintar, pasti dah > di lempar jauh, sejauh-jauhnya. LIKE dan DISLIKE sangat kental dari > seorang pemimpin yang katanya "hebat". Kenyataanya, SINGA ADE APE DE.....! > k. Jalan-jalan desa di Jembrana banyak yang rusak, tidak ada > pembenahan infrastruktur sama sekali. Hanya wajah kota saja yang > selalu dipoles. Biar di lihat bahwa kota Negara adalah kota terhebat. > Seperti tahi kuda, di luar halus di dalam hancur > l. Anggaran bantuan Sekaa Teruna, dipangkas. > m. DAN BANYAK LAINYA LAGI yang perlu diketahui dari seorang figur yang > akan memimpin Bali. > > Semoga informasi tersebut dapat bermanfaat. Pilihan anda adalah > Pilihan TUHAN, Hyang Widhi Wasa. Salah memilih berarti dosa kita > terhadap RAKYAT yang butuh perlindungan dari para intelektual seperti > para blogger disini. > Terima kasih. > > Bagus > > ----- Original Message ---- > From: luh de suriyani <[EMAIL PROTECTED] com> > To: baliblogger@ yahoogroups. com > Sent: Tuesday, June 17, 2008 11:31:38 AM > Subject: Re: [baliblogger] Black Magic Agama Pilgub Bali > > > bli artana, > > winasa dianggap kans menangnya besar (pake kendaraan partai apapun). > saat ini pendukung winasa lebih banyak orang bali yang diluar bali > karena tidak terpengaruh black magic isu agama itu. kecenderungannya > memang kawan2 bali yang merantau toh lebih pluralis dan cerdas (misal > ancak, andre, devari, winata, saylow, winyo, dll yang mohon maaf tidak > bisa disebutkan satu persatu). > > saya sedih kalau racism masih dijadikan alat menjatuhkan orang. selama > ini di beberapa debat cagub, sangat terlihat winasa menang dari segi > program, solusi, dan komitmen. itu yang nampak di ruang debat langsung > lho. ga tau kenyataannya gimana nanti. wajar jika cagub lain ketar ketir. > > blac magic rasis ini memang luar biasa dampaknya. kasian warga yang > menelan isu ini mentah-mentah. lalu, siapa dalang yang mencoba memecah > belah penghormatan pada keragaman ini?? shit! > ==== > > Luh De Suriyani > Freelance Journalist > Email [EMAIL PROTECTED] com > Blog http://lodegen. wordpress. com > > --- On *Mon, 6/16/08, Artana /<[EMAIL PROTECTED] com>/* wrote: > > From: Artana <[EMAIL PROTECTED] com> > Subject: Re: [baliblogger] Black Magic Agama Pilgub Bali > To: baliblogger@ yahoogroups. com > Date: Monday, June 16, 2008, 7:32 PM > > Terlepas dari benar tidaknya isu tsb dan efektif/tidaknya kampanye > kotor itu, > Mohon pencerahan dikit donk, k enapa justru hanya Winasa yang jadi > obyek black campaign padahal Winasa kan cuma didukung partai2 > kecil..?...nggak ngerti politik soalne! > > > ----- Original Message ----- > *From:* antonemus <mailto:[EMAIL PROTECTED]> > *To:* baliblogger@ yahoogroups. com > <mailto:[email protected]> ; [EMAIL PROTECTED] > ps.com <mailto:[EMAIL PROTECTED]> ; akademikaunud@ > yahoogroups. com <mailto:[EMAIL PROTECTED]> > *Sent:* Tuesday, June 17, 2008 9:41 AM > *Subject:* [baliblogger] Black Magic Agama Pilgub Bali > > dear all, > > menjelang pilgub bali juli nanti, berhembus isu tidak sedap > terhadap salah satu calon, winasa. basa kerennya black magic, > eh, black campaign. bupati jembrana yang beristri bupati > banyuwangi ini dianggap tidak jelas agamanya. bahkan dia > dituduh akan memudahkan pembangunan rumah ibadah agama lain > (non-hindu) di bali. > > isu ini efektif. ini salah satu buktinya. hasil survei seorang > teman di daerah miskin karangasem dengan cepat berubah. pada > survei awal, orang-orang miskin di karangasem itu mendukung > winasa karena programnya dianggap bagus utk mengentaskan > kemiskinan. tapi pada survei kedua, mereka berubah mendukung > pastika. bukan karena program pastika yang bagus, tapi karena > winasa dianggap identik dengan agama lain itu tadi. > > di denpasar, mertua saya pun terpengaruh dengan isu itu. "saya > pilih pastika saja," katanya. > > politisasi agama ternyata ada di mana-mana, termasuk bali. any > comments? > > thx, > > -- > > anton | http://rumahtulisan .com <http://rumahtulisan.com> > > > >

