FYI

Strategi Merancang Sekuriti Jaringan Komputer Anda
Joko Yuliantoro & Onno W. Purbo 
Computer Network Research Group - ITB <[email protected]>

        Dalam dunia Internet yang telah berkembang sedemikian pesatnya, jumlah 
para hacker, cracker, dan sebagainya juga semakin meningkat. Kita tidak bisa 
terus-menerus terlena akan keadaan dan kondisi dimana kita dalam keadaan aman. 
Apakah kita akan menunggu hingga jaringan kita dirusak oleh mereka? Tentu 
tidak! Setelah sebuah jaringan komputer kita berfungsi dan terhubung ke 
jaringan Internet, saat itulah kita harus mulai bersiaga dan memikirkan 
strategi beserta cara-cara untuk meningkatkan sekuriti jaringan komputer yang 
kita miliki. Dengan tingkat sekuriti jaringan komputer yang tinggi, user pun 
akan merasa aman saat bekerja di jaringan komputer yang kita miliki. Suatu 
nilai tambah tersendiri bukan? 
        Strategi dalam sekuriti jaringan komputer bertujuan untuk memaksimalkan 
sumber daya yang ada untuk mengamankan sistem jaringan komputer pada 
titik-titik yang tepat sehingga lebih efisien. Bila tanpa strategi yang tepat, 
hasil implementasi strategi tersebut tidak akan menghasilkan tingkat sekuriti 
yang tinggi disamping terbuangnya sumber daya yang ada akibat tidak tepatnya 
penempatan dalam jaringan komputer. Dengan strategi tepat, sumber daya yang 
minimum dapat memberikan hasil yang cukup memuaskan. 
        Dalam tulisan ini, kita akan mencoba melihat strategi-strategi dasar 
dalam merancang sekuriti jaringan komputer. Strategi dasar ini bisa dijadikan 
basis untuk penerapan hingga pengembangan sekuriti sistem. 

Hak Akses 
        Hak akses adalah hak yang diberikan kepada user untuk mengakses sistem. 
Mungkin hak akses adalah hal yang paling mendasar dalam bidang sekuriti. Dalam 
strategi sekuriti, setiap objek dalam sistem (user, administrator, software, 
sistem itu sendiri, dlsb) harus diberikan hak akses yang berguna untuk 
menunjang fungsi kerja dari objek tersebut. Dengan kata lain, objek hanya 
memperoleh hak akses minimum. Dengan demikian, aksi objek terhadap sistem dapat 
dibatasi sehingga objek tidak akan melakukan hal-hal yang membahayakan sekuriti 
jaringan komputer. Hak akses minimum akan membuat para penyusup dari Internet 
tidak dapat berbuat banyak saat berhasil menembus sebuah  user account pada 
sistem jaringan komputer. Selain itu, hak akses minimum juga mengurangi bahaya 
”musuh dalam selimut” yang mengancam sistem dari dalam. Itulah beberapa 
keuntungan yang dapat diperoleh dari strategi ini. 
        Kerugian yang ada pada strategi hak akses ini adalah keterbatasan akses 
yang dimiliki user sehingga dapat menimbulkan ketidaknyamanan pada saat user 
sedang menjalankan tugasnya. Penyelesaian masalah ini bergantung kepada dua hal 
yaitu segi perangkat dan segi administrator jaringan dan keduanya saling 
terikat. Seorang administrator jaringan harus pandai-pandai menyiasati 
rancangan hak akses yang akan diberikan kepada user agar kebutuhan user dapat 
terpenuhi tanpa harus mengorbankan tingkat sekuriti. Bila perangkat yang 
dijalankan memiliki keluwesan dalam hal setting, hal ini akan memudahkan tugas 
administrator. Bila tidak, administrator harus memutar otak untuk 
menyiasatinya. Bila usaha tersebut telah maksimal dan hasilnya tetap tidak 
seperti yang diharapkan, ada dua pilihan yang bisa dilakukan yaitu mengganti 
perangkat atau memberikan pengertian kepada user akan keterbatasan yang ada 
(biasanya pilihan kedua sulit dilaksanakan  ). Mengapa kebutuhan user menjadi 
begitu penting? Kebutuhan user yang tidak terpenuhi akan dapat menimbulkan 
efek-efek yang kadangkala sulit diprediksi. Ia mungkin dapat berubah dari user 
biasa menjadi “musuh dalam selimut”.

Lapisan Sekuriti
        Lapisan sekuriti adalah seberapa banyak mekanisme sekuriti yang akan 
digunakan dan tingkatannya. Hal ini juga menjadi pemikiran di bidang sekuriti 
secara umum. Kita tidak bisa mempertaruhkan seluruh sekuriti jaringan komputer 
pada satu mekanisme sekuriti saja. Bila satu mekanisme itu gagal melindungi 
sistem, habislah semua. Oleh karena itu, mekanisme sekuriti harus dibuat lebih 
dari satu mekanisme. Selain itu, mekanisme-mekanisme tersebut dipasang secara 
bertingkat/berlapis. Mekanisme sekuriti dapat berupa network security, 
host/server security, dan human security. Di antara mekanisme tersebut, dapat 
pula dikombinasikan sesuai dengan keperluan. 
        Dalam jaringan komputer, network security dapat dibangun dengan 
beberapa lapisan. Sebagai contoh, kita bisa membangun firewall dengan dua 
sub-mekanisme yaitu packet filtering dan proxy system. Mekanisme packet 
filtering pun dapat dipilah-pilah lagi menjadi beberapa bagian, seperti 
filtering berdasarkan layanan dan protokol. Setelah lapisan pertama di atas, 
kita dapat pula membangun lapisan mekanisme selanjutnya. Contohnya, kita bisa 
menerapkan mekanisme autentifikasi pada setiap paket yang diterima.
        Saat kita memberikan layanan baik ke dalam maupun ke luar jaringan, 
host/server yang memberikan layanan menjadi titik penting dalam sekuriti 
jaringan komputer. Pada host security, komponen pada host/server tersebut 
terutama perangkat lunak perlu dikonfigurasi dengan hati-hati. Layanan Internet 
seperti SMTP, NFS, Web Service, FTP, dlsb. hanya boleh memberikan layanan 
sesuai dengan yang direncanakan. Segi-segi (features) yang tidak utama tidak 
usah ditampilkan. Sebelum kita tahu pasti tingkat keamanan dari sebuah segi 
dalam software, sebaiknya tidak kita gunakan. Jika kita terpaksa menggunakan 
segi tersebut, kita dapat melakukan monitoring yang intensif terhadap segi 
tersebut.
        Human security menyangkut user dan administrator jaringan itu sendiri. 
Kita dapat memberikan pengarahan tentang sekuriti kepada user dan menanamkan 
sikap hati-hati ke dalam diri setiap user. Ada baiknya pula bila user-user juga 
ikut berpartisipasi dalam menjaga dan meningkatkan sekuriti jaringan komputer 
karena mereka juga bagian dari sistem itu sendiri. Dengan begitu, akan tumbuh 
rasa memiliki di dalam diri setiap user. Para administrator pun seharusnya 
lebih berhati-hati dalam bertugas sebab di tangan mereka sekuriti jaringan 
komputer diletakkan.

Satu Jalur Masuk
        Strategi satu jalur masuk adalah cara membuat hanya satu jalan masuk 
menuju jaringan komputer yang kita miliki. Dengan demikian, hanya satu jalan 
yang perlu kita awasi dengan penuh dan ketat. Strategi ini mirip dengan membuat 
benteng. Benteng yang dibangun biasanya hanya akan memiliki sebuah pintu masuk 
dimana ditempatkan pengawasan yang paling ketat. 
        Inti dari strategi ini adalah pengawasan terpusat. Kita bisa 
mencurahkan sebagian besar daya pengawasan ke titik tersebut sehingga penyusup 
akan kesulitan menembus jalur tersebut. Tentunya strategi ini akan gagal 
apabila kita memiliki jalur masuk lain. Jika kita ingin menerapkan strategi ini 
sepenuhnya, usahakan tidak ada jalur masuk lain selain yang akan kita awasi 
ketat. 
        Kelemahan strategi ini adalah bila jalur masuk tersebut berhasil 
ditembus oleh para penyusup, ia akan langsung mengobrak-abrik jaringan komputer 
kita. Resiko ini dapat dikurangi dengan membuat pertahanan jalur menjadi 
berlapis-lapis sehingga memaksa para penyusup untuk menghentikan aksinya.

 


Enkripsi Data dan Digital Signature
        Salah satu strategi yang paling sering digunakan dalam sekuriti 
jaringan adalah enkripsi data dan digital signature. Digital signature 
menggunakan prinsip seperti tanda tangan manusia pada lembar dokumen dan 
dilakukan secara digital. Ia menyatakan keabsahan si pengirim data bahwa data 
yang dikirimkan benar-benar berasal dari si pengirim. Pada saat ini, enkripsi 
data dapat dilakukan di perangkat lunak maupun di perangkat keras. Berbagai 
jenis metoda enkripsi data pada tingkat aplikasi telah dikembangkan seperti 
RSA, MD-5, IDEA, SAFER, Skipjack, Blowfish, dlsb. Dengan strategi ini, transfer 
data dari dan ke jaringan komputer berlangsung secara konfidensial.

 


Stub Sub-Network 
        Stub sub-network adalah sub-jaringan komputer yang hanya memiliki satu 
jalur keluar masuk sub-jaringan tersebut. Strategi ini digunakan untuk 
mengisolasi sub-jaringan komputer yang benar-benar memerlukan perlindungan 
maksimal. Jalur keluar-masuk sub-jaringan tersebut diawasi dengan (bila perlu) 
lebih ketat  daripada strategi satu jalur masuk. Contohnya, data-data rahasia 
perusahaan yang tersimpan dalam sebuah komputer perlu diakses secara langsung 
oleh beberapa bagian tertentu. Solusinya tentu saja jaringan komputer. Tetapi 
salah satu bagian tersebut memerlukan hubungan ke jaringan komputer perusahaan 
yang telah terhubung ke Internet tanpa harus pindah komputer. Nah, di sinilah 
strategi stub sub-network diperlukan. Jaringan pengakses data rahasia dirancang 
hanya memiliki satu jalur masuk melalui komputer yang memiliki akses Internet 
tersebut. Pengawasan lalu lintas data yang melalui komputer tersebut harus 
dipantau dengan baik dan dapat pula diberlakukan sistem packet filtering pada 
komputer tersebut.

 


Cari Titik Lemah
        Sebagaimana bidang sekuriti umumnya, jaringan komputer tidak terlepas 
dari titik-titik lemah. Titik ini akan lebih banyak tumbuh apabila jaringan 
komputer yang ada dikoordinir oleh lebih dari satu orang. Jaringan komputer 
yang besar umumnya berkembang dari jaringan-jaringan komputer yang lebih kecil 
yang kemudian menggabungkan diri. Selain itu, kadangkala seorang administrator 
akan mengalami kesulitan bila mengelola sebuah jaringan komputer skala besar 
seorang diri. Untuk itu, diperlukan koordinasi yang baik antar tiap 
administrator agar setiap jaringan yang mereka kelola terjamin sekuritinya. 

Dua Sikap Umum
        “Dua SikapUmum” tersebut adalah sikap menolak secara umum (prohibitive) 
dan sikap menerima secara umum (permissive). Sikap menolak secara umum 
mendefinisikan dengan rinci layanan/paket yang diperbolehkan dan menolak 
lainnya. Strategi ini cukup aman tetapi kadangkala menimbulkan ketidaknyamanan 
pada user. Untuk itu, administrator yang berniat menjalankan strategi ini perlu 
mengetahui dengan rinci kebutuhan user dan seberapa jauh pengaruhnya terhadap 
sekuriti jaringan pada umumnya. Sikap menerima secara umum mendefinisikan 
dengan rinci layanan/paket yang ditolak dan menerima lainnya. Strategi ini 
tidak terlalu dianjurkan oleh para ahli karena dengan strategi ini kita 
mengambil resiko terbukanya berbagai jalan untuk merongrong sekuriti sistem. 

Keanekaragaman
        Perangkat lunak dan keras yang ada saat ini memiliki bermacam 
konfigurasi dan keunggulan. Kita bisa memanfaatkan keanekaragaman 
perangkat-perangkat ini dalam membangun jaringan komputer kita sesuai dengan 
kebutuhan. Dengan adanya keanekaragaman perangkat ini, bila terjadi penyusupan 
terhadap sebuah komputer, ia membutuhkan usaha yang lain untuk menembus 
komputer yang berbeda. Sebelum kita menggunakan perangkat terutama perangkat 
lunak, ada baiknya bila kita juga mengetahui sejauh mana tingkat sekuriti yang 
disediakan oleh perangkat tersebut. Dengan begitu, kita akan memiliki data yang 
lengkap untuk menentukan kombinasi rancangan sekuriti jaringan komputer kita.

Itulah beberapa strategi dasar yang biasa digunakan dalam sekuriti jaringan 
komputer. Dari strategi-strategi di atas, para administrator dapat 
mengkombinasikan strategi-strategi tersebut sehingga memenuhi kriteria yang 
ditetapkan. Kebijaksanaan tentang sekuriti yang berlaku pada sistem juga bisa 
ditetapkan dari strategi-strategi yang telah dipilih.
Dalam pengkajian dan penerapannya, sebaiknya kita tidak percaya sepenuhnya 
terhadap strategi dan mekanisme yang kita buat. Intinya, kita harus selalu 
melakukan evaluasi terhadap sekuriti sistem yang kita buat atau kelola. Seiring 
dengan berkembangnya teknik-teknik penyusupan dan belum ditemukannya 
kelemahan-kelemahan dalam sekuriti sistem yang telah ada, kita harus selalu 
dalam keadaan siap dan waspada menghadapi aksi-aksi di luar dugaan.
Pada akhirnya, salah satu tujuan utama yang perlu diingat dari 
strategi-strategi di atas adalah membuat para penyusup (hacker, cracker, 
phreaker, dlsb) “berpikir seribu kali” sebelum menjalankan aksi mereka terhadap 
sistem jaringan komputer kita. Apabila mereka tetap nekat mencoba, kita 
hadapkan mereka kepada rintangan dan hambatan yang memerlukan daya upaya yang 
sangat besar untuk menembus sistem kita sampai mereka menghentikan aksinya. 

Daftar Pustaka
•       W.R. Cheswick & S.M. Bellovin, Firewalls and Internet Security, 
Addison-Wesley Publishing Co., 1994
•       D.B. Chapman & E.D. Zwicky, Building Internet Firewalls, O’Reilly & 
Associates, Inc., 1995

-----Original Message-----
From: Lucky [mailto:[email protected]] 
Sent: Monday, September 07, 2009 11:22 AM
To: [email protected]
Subject: [!! SPAM] [balikpapan-ict] Re: Bahan presentasi saya di Ramadhan 
HackFest


=-Titah Supriadi-= (CBN Mail) wrote:
> Kok bahan materinya tidak sesuai dengan judul acaranya "HackFest: How
> sure your network secured?" dan saya mohon maaf tidak bisa ikutan
> acaranya ada keperluan yang sangat mendesak dan sepertinya sukses tahun
> ini peserta yang datang banyak mudah-mudahan seterusnya kalau ada acara
> ivent-ivent BITCOM pesertanya smakin banyak

Peserta tambah banyak, pembicara tambah banyak.. terjadi diskusi. Top
dah Si BITCOM. Resume hasil HackFest bisa dilihat dimana ya? di
facebook, twitter, koran, majalah, atau dimana? Kepengen tau acara
kemarin tuh seperti apa. Hehehee.. sukses deh...

-Luky-



--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
You received this message because you are subscribed to the Google Groups 
"Balikpapan Information, Communication & Technology Community" group.
 To post to this group, send email to [email protected]
 To unsubscribe from this group, send email to 
[email protected]
 For more options, visit this group at 
http://groups.google.com/group/balikpapan-ict?hl=en-GB
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke