Wew, seharusnya pak Titah juga ikut jadi pembicara negh kemaren...

http://alfa-mylife.blogspot.com


2009/9/7 =-Titah Supriadi-= (CBN Mail) <[email protected]>

>
> FYI
>
> Strategi Merancang Sekuriti Jaringan Komputer Anda
> Joko Yuliantoro & Onno W. Purbo
> Computer Network Research Group - ITB <[email protected]>
>
>        Dalam dunia Internet yang telah berkembang sedemikian pesatnya,
> jumlah para hacker, cracker, dan sebagainya juga semakin meningkat. Kita
> tidak bisa terus-menerus terlena akan keadaan dan kondisi dimana kita dalam
> keadaan aman. Apakah kita akan menunggu hingga jaringan kita dirusak oleh
> mereka? Tentu tidak! Setelah sebuah jaringan komputer kita berfungsi dan
> terhubung ke jaringan Internet, saat itulah kita harus mulai bersiaga dan
> memikirkan strategi beserta cara-cara untuk meningkatkan sekuriti jaringan
> komputer yang kita miliki. Dengan tingkat sekuriti jaringan komputer yang
> tinggi, user pun akan merasa aman saat bekerja di jaringan komputer yang
> kita miliki. Suatu nilai tambah tersendiri bukan? 
>        Strategi dalam sekuriti jaringan komputer bertujuan untuk
> memaksimalkan sumber daya yang ada untuk mengamankan sistem jaringan
> komputer pada titik-titik yang tepat sehingga lebih efisien. Bila tanpa
> strategi yang tepat, hasil implementasi strategi tersebut tidak akan
> menghasilkan tingkat sekuriti yang tinggi disamping terbuangnya sumber daya
> yang ada akibat tidak tepatnya penempatan dalam jaringan komputer. Dengan
> strategi tepat, sumber daya yang minimum dapat memberikan hasil yang cukup
> memuaskan.
>        Dalam tulisan ini, kita akan mencoba melihat strategi-strategi dasar
> dalam merancang sekuriti jaringan komputer. Strategi dasar ini bisa
> dijadikan basis untuk penerapan hingga pengembangan sekuriti sistem.
>
> Hak Akses
>        Hak akses adalah hak yang diberikan kepada user untuk mengakses
> sistem. Mungkin hak akses adalah hal yang paling mendasar dalam bidang
> sekuriti. Dalam strategi sekuriti, setiap objek dalam sistem (user,
> administrator, software, sistem itu sendiri, dlsb) harus diberikan hak akses
> yang berguna untuk menunjang fungsi kerja dari objek tersebut. Dengan kata
> lain, objek hanya memperoleh hak akses minimum. Dengan demikian, aksi objek
> terhadap sistem dapat dibatasi sehingga objek tidak akan melakukan hal-hal
> yang membahayakan sekuriti jaringan komputer. Hak akses minimum akan membuat
> para penyusup dari Internet tidak dapat berbuat banyak saat berhasil
> menembus sebuah  user account pada sistem jaringan komputer. Selain itu, hak
> akses minimum juga mengurangi bahaya ”musuh dalam selimut” yang mengancam
> sistem dari dalam. Itulah beberapa keuntungan yang dapat diperoleh dari
> strategi ini.
>        Kerugian yang ada pada strategi hak akses ini adalah keterbatasan
> akses yang dimiliki user sehingga dapat menimbulkan ketidaknyamanan pada
> saat user sedang menjalankan tugasnya. Penyelesaian masalah ini bergantung
> kepada dua hal yaitu segi perangkat dan segi administrator jaringan dan
> keduanya saling terikat. Seorang administrator jaringan harus pandai-pandai
> menyiasati rancangan hak akses yang akan diberikan kepada user agar
> kebutuhan user dapat terpenuhi tanpa harus mengorbankan tingkat sekuriti.
> Bila perangkat yang dijalankan memiliki keluwesan dalam hal setting, hal ini
> akan memudahkan tugas administrator. Bila tidak, administrator harus memutar
> otak untuk menyiasatinya. Bila usaha tersebut telah maksimal dan hasilnya
> tetap tidak seperti yang diharapkan, ada dua pilihan yang bisa dilakukan
> yaitu mengganti perangkat atau memberikan pengertian kepada user akan
> keterbatasan yang ada (biasanya pilihan kedua sulit dilaksanakan  ).
> Mengapa kebutuhan user menjadi begitu penting? Kebutuhan user yang tidak
> terpenuhi akan dapat menimbulkan efek-efek yang kadangkala sulit diprediksi.
> Ia mungkin dapat berubah dari user biasa menjadi “musuh dalam selimut”.
>
> Lapisan Sekuriti
>        Lapisan sekuriti adalah seberapa banyak mekanisme sekuriti yang akan
> digunakan dan tingkatannya. Hal ini juga menjadi pemikiran di bidang
> sekuriti secara umum. Kita tidak bisa mempertaruhkan seluruh sekuriti
> jaringan komputer pada satu mekanisme sekuriti saja. Bila satu mekanisme itu
> gagal melindungi sistem, habislah semua. Oleh karena itu, mekanisme sekuriti
> harus dibuat lebih dari satu mekanisme. Selain itu, mekanisme-mekanisme
> tersebut dipasang secara bertingkat/berlapis. Mekanisme sekuriti dapat
> berupa network security, host/server security, dan human security. Di antara
> mekanisme tersebut, dapat pula dikombinasikan sesuai dengan keperluan.
>        Dalam jaringan komputer, network security dapat dibangun dengan
> beberapa lapisan. Sebagai contoh, kita bisa membangun firewall dengan dua
> sub-mekanisme yaitu packet filtering dan proxy system. Mekanisme packet
> filtering pun dapat dipilah-pilah lagi menjadi beberapa bagian, seperti
> filtering berdasarkan layanan dan protokol. Setelah lapisan pertama di atas,
> kita dapat pula membangun lapisan mekanisme selanjutnya. Contohnya, kita
> bisa menerapkan mekanisme autentifikasi pada setiap paket yang diterima.
>        Saat kita memberikan layanan baik ke dalam maupun ke luar jaringan,
> host/server yang memberikan layanan menjadi titik penting dalam sekuriti
> jaringan komputer. Pada host security, komponen pada host/server tersebut
> terutama perangkat lunak perlu dikonfigurasi dengan hati-hati. Layanan
> Internet seperti SMTP, NFS, Web Service, FTP, dlsb. hanya boleh memberikan
> layanan sesuai dengan yang direncanakan. Segi-segi (features) yang tidak
> utama tidak usah ditampilkan. Sebelum kita tahu pasti tingkat keamanan dari
> sebuah segi dalam software, sebaiknya tidak kita gunakan. Jika kita terpaksa
> menggunakan segi tersebut, kita dapat melakukan monitoring yang intensif
> terhadap segi tersebut.
>        Human security menyangkut user dan administrator jaringan itu
> sendiri. Kita dapat memberikan pengarahan tentang sekuriti kepada user dan
> menanamkan sikap hati-hati ke dalam diri setiap user. Ada baiknya pula bila
> user-user juga ikut berpartisipasi dalam menjaga dan meningkatkan sekuriti
> jaringan komputer karena mereka juga bagian dari sistem itu sendiri. Dengan
> begitu, akan tumbuh rasa memiliki di dalam diri setiap user. Para
> administrator pun seharusnya lebih berhati-hati dalam bertugas sebab di
> tangan mereka sekuriti jaringan komputer diletakkan.
>
> Satu Jalur Masuk
>        Strategi satu jalur masuk adalah cara membuat hanya satu jalan masuk
> menuju jaringan komputer yang kita miliki. Dengan demikian, hanya satu jalan
> yang perlu kita awasi dengan penuh dan ketat. Strategi ini mirip dengan
> membuat benteng. Benteng yang dibangun biasanya hanya akan memiliki sebuah
> pintu masuk dimana ditempatkan pengawasan yang paling ketat.
>        Inti dari strategi ini adalah pengawasan terpusat. Kita bisa
> mencurahkan sebagian besar daya pengawasan ke titik tersebut sehingga
> penyusup akan kesulitan menembus jalur tersebut. Tentunya strategi ini akan
> gagal apabila kita memiliki jalur masuk lain. Jika kita ingin menerapkan
> strategi ini sepenuhnya, usahakan tidak ada jalur masuk lain selain yang
> akan kita awasi ketat.
>        Kelemahan strategi ini adalah bila jalur masuk tersebut berhasil
> ditembus oleh para penyusup, ia akan langsung mengobrak-abrik jaringan
> komputer kita. Resiko ini dapat dikurangi dengan membuat pertahanan jalur
> menjadi berlapis-lapis sehingga memaksa para penyusup untuk menghentikan
> aksinya.
>
>
>
>
> Enkripsi Data dan Digital Signature
>        Salah satu strategi yang paling sering digunakan dalam sekuriti
> jaringan adalah enkripsi data dan digital signature. Digital signature
> menggunakan prinsip seperti tanda tangan manusia pada lembar dokumen dan
> dilakukan secara digital. Ia menyatakan keabsahan si pengirim data bahwa
> data yang dikirimkan benar-benar berasal dari si pengirim. Pada saat ini,
> enkripsi data dapat dilakukan di perangkat lunak maupun di perangkat keras.
> Berbagai jenis metoda enkripsi data pada tingkat aplikasi telah dikembangkan
> seperti RSA, MD-5, IDEA, SAFER, Skipjack, Blowfish, dlsb. Dengan strategi
> ini, transfer data dari dan ke jaringan komputer berlangsung secara
> konfidensial.
>
>
>
>
> Stub Sub-Network
>        Stub sub-network adalah sub-jaringan komputer yang hanya memiliki
> satu jalur keluar masuk sub-jaringan tersebut. Strategi ini digunakan untuk
> mengisolasi sub-jaringan komputer yang benar-benar memerlukan perlindungan
> maksimal. Jalur keluar-masuk sub-jaringan tersebut diawasi dengan (bila
> perlu) lebih ketat  daripada strategi satu jalur masuk. Contohnya, data-data
> rahasia perusahaan yang tersimpan dalam sebuah komputer perlu diakses secara
> langsung oleh beberapa bagian tertentu. Solusinya tentu saja jaringan
> komputer. Tetapi salah satu bagian tersebut memerlukan hubungan ke jaringan
> komputer perusahaan yang telah terhubung ke Internet tanpa harus pindah
> komputer. Nah, di sinilah strategi stub sub-network diperlukan. Jaringan
> pengakses data rahasia dirancang hanya memiliki satu jalur masuk melalui
> komputer yang memiliki akses Internet tersebut. Pengawasan lalu lintas data
> yang melalui komputer tersebut harus dipantau dengan baik dan dapat pula
> diberlakukan sistem packet filtering pada komputer tersebut.
>
>
>
>
> Cari Titik Lemah
>        Sebagaimana bidang sekuriti umumnya, jaringan komputer tidak
> terlepas dari titik-titik lemah. Titik ini akan lebih banyak tumbuh apabila
> jaringan komputer yang ada dikoordinir oleh lebih dari satu orang. Jaringan
> komputer yang besar umumnya berkembang dari jaringan-jaringan komputer yang
> lebih kecil yang kemudian menggabungkan diri. Selain itu, kadangkala seorang
> administrator akan mengalami kesulitan bila mengelola sebuah jaringan
> komputer skala besar seorang diri. Untuk itu, diperlukan koordinasi yang
> baik antar tiap administrator agar setiap jaringan yang mereka kelola
> terjamin sekuritinya.
>
> Dua Sikap Umum
>        “Dua SikapUmum” tersebut adalah sikap menolak secara umum
> (prohibitive) dan sikap menerima secara umum (permissive). Sikap menolak
> secara umum mendefinisikan dengan rinci layanan/paket yang diperbolehkan dan
> menolak lainnya. Strategi ini cukup aman tetapi kadangkala menimbulkan
> ketidaknyamanan pada user. Untuk itu, administrator yang berniat menjalankan
> strategi ini perlu mengetahui dengan rinci kebutuhan user dan seberapa jauh
> pengaruhnya terhadap sekuriti jaringan pada umumnya. Sikap menerima secara
> umum mendefinisikan dengan rinci layanan/paket yang ditolak dan menerima
> lainnya. Strategi ini tidak terlalu dianjurkan oleh para ahli karena dengan
> strategi ini kita mengambil resiko terbukanya berbagai jalan untuk
> merongrong sekuriti sistem.
>
> Keanekaragaman
>        Perangkat lunak dan keras yang ada saat ini memiliki bermacam
> konfigurasi dan keunggulan. Kita bisa memanfaatkan keanekaragaman
> perangkat-perangkat ini dalam membangun jaringan komputer kita sesuai dengan
> kebutuhan. Dengan adanya keanekaragaman perangkat ini, bila terjadi
> penyusupan terhadap sebuah komputer, ia membutuhkan usaha yang lain untuk
> menembus komputer yang berbeda. Sebelum kita menggunakan perangkat terutama
> perangkat lunak, ada baiknya bila kita juga mengetahui sejauh mana tingkat
> sekuriti yang disediakan oleh perangkat tersebut. Dengan begitu, kita akan
> memiliki data yang lengkap untuk menentukan kombinasi rancangan sekuriti
> jaringan komputer kita.
>
> Itulah beberapa strategi dasar yang biasa digunakan dalam sekuriti jaringan
> komputer. Dari strategi-strategi di atas, para administrator dapat
> mengkombinasikan strategi-strategi tersebut sehingga memenuhi kriteria yang
> ditetapkan. Kebijaksanaan tentang sekuriti yang berlaku pada sistem juga
> bisa ditetapkan dari strategi-strategi yang telah dipilih.
> Dalam pengkajian dan penerapannya, sebaiknya kita tidak percaya sepenuhnya
> terhadap strategi dan mekanisme yang kita buat. Intinya, kita harus selalu
> melakukan evaluasi terhadap sekuriti sistem yang kita buat atau kelola.
> Seiring dengan berkembangnya teknik-teknik penyusupan dan belum ditemukannya
> kelemahan-kelemahan dalam sekuriti sistem yang telah ada, kita harus selalu
> dalam keadaan siap dan waspada menghadapi aksi-aksi di luar dugaan.
> Pada akhirnya, salah satu tujuan utama yang perlu diingat dari
> strategi-strategi di atas adalah membuat para penyusup (hacker, cracker,
> phreaker, dlsb) “berpikir seribu kali” sebelum menjalankan aksi mereka
> terhadap sistem jaringan komputer kita. Apabila mereka tetap nekat mencoba,
> kita hadapkan mereka kepada rintangan dan hambatan yang memerlukan daya
> upaya yang sangat besar untuk menembus sistem kita sampai mereka
> menghentikan aksinya. 
>
> Daftar Pustaka
> •       W.R. Cheswick & S.M. Bellovin, Firewalls and Internet Security,
> Addison-Wesley Publishing Co., 1994
> •       D.B. Chapman & E.D. Zwicky, Building Internet Firewalls, O’Reilly &
> Associates, Inc., 1995
>
> -----Original Message-----
> From: Lucky [mailto:[email protected]]
> Sent: Monday, September 07, 2009 11:22 AM
> To: [email protected]
> Subject: [!! SPAM] [balikpapan-ict] Re: Bahan presentasi saya di Ramadhan
> HackFest
>
>
> =-Titah Supriadi-= (CBN Mail) wrote:
> > Kok bahan materinya tidak sesuai dengan judul acaranya "HackFest: How
> > sure your network secured?" dan saya mohon maaf tidak bisa ikutan
> > acaranya ada keperluan yang sangat mendesak dan sepertinya sukses tahun
> > ini peserta yang datang banyak mudah-mudahan seterusnya kalau ada acara
> > ivent-ivent BITCOM pesertanya smakin banyak
>
> Peserta tambah banyak, pembicara tambah banyak.. terjadi diskusi. Top
> dah Si BITCOM. Resume hasil HackFest bisa dilihat dimana ya? di
> facebook, twitter, koran, majalah, atau dimana? Kepengen tau acara
> kemarin tuh seperti apa. Hehehee.. sukses deh...
>
> -Luky-
>
>
>
> >
>

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
You received this message because you are subscribed to the Google Groups 
"Balikpapan Information, Communication & Technology Community" group.
 To post to this group, send email to [email protected]
 To unsubscribe from this group, send email to 
[email protected]
 For more options, visit this group at 
http://groups.google.com/group/balikpapan-ict?hl=en-GB
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke