Saya setuju untuk berbagi ilmunya tuk sbagai pengembang software bahkan pencipta,apalagi banyak anak negeri ini punya bakat dalam diri mereka, namun sayang mereka terhambat untuk maju dikarenakan biaya tuk belajar sangat mahal. Alangkah baiknya senior seperti komunitas ini memberikan waktunya sedikit tuk membantu tanpa ada biaya,khususnya bagi anak negri ini yg kurang mampu dalam biaya. Mungkin ini langkah awal, setidak kembangkan anak negeri berbakat tuk generasi penerus bangsa ini, masih ada waktu dan pastilah ada perubahan.. Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT
-----Original Message----- From: Steven Natahaniel <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Sun, 15 May 2011 19:33:48 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: Re: [balikpapan-ict] Dongkol sekaligus kecewa ngeliat salah satuHT di Kaskus... >Rekans... >Kalo ga sanggup beli software berbayar, kembalilah ke jln yg benar.. >Ga usah mencibir teman2 yang berusaha mengoptimalkan opensource.. Apalagi >memberikan opini >opensource itu susah.. Ga kompatibel dgn yg selama ini >dipake.. hanya ingin melegalkan apa yg >selama ini sdh dilakukan... Membajak.. makanya pekerjaan IT di Indonesia janganlah selalu meminta biaya, sebarkanlah source code yang kita tulis ke masyarakat luas. dalam penggunaan produk open source juga janganlah hanya mau jadi pengguna saja, tapi belajarlah untuk menjadi pengembang dan pembuat program/software open source. manfaatkanlah bahasa-bahasa pemrograman yg bersifat open source & asli gratis. juga ajarkanlah orang lain menggunakan produk open source, membuat produk open source dengan tanpa memungut biaya untuk ilmu yg kita berikan itu. >Kata semua orang emailnya bounce semua, tapi saya coba, mereka sudah punya >email yahoo >yang jalan kok. >Mungkin hanya salah mengeja saja. :) [email protected] kalau yg ini sih e-mailnya para alay. hehehehe.... >yg punya badan usaha dan kemampuan, mungkin bisa mengajukan proposal training >penggunaan email, kali aja di approve banyak saya lihat orang mempunyai & menggunakan Blackberry, namun mereka tidak memilih paket BIS yg ada layanan e-mail nya. dan mereka juga tidak mensetting account e-mail mereka di BB yg mereka bawa ke mana-mana. padahal kan kita tau, BB itu sangat handal dalam layanan e-mail. mereka cenderung lebih akrab dengan Blackberry Messenger. Kenapa di Melbourne para mahasiswa tidak bertanya saja: "Berapa nomer PIN BBM Bapak?" . dengan begitu mungkin insiden itu tidak akan terjadi. -- Sent From My Linux Ubuntu Powered By Sinyal Broadband Telkom Indonesia -- You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Balikpapan Information, Communication & Technology Community" group. To post to this group, send email to [email protected] To subscribe from this group, send email to [email protected] To unsubscribe from this group, send email to [email protected] For more options, visit this group at http://groups.google.com/group/balikpapan-ict?hl=en-GB -- You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Balikpapan Information, Communication & Technology Community" group. To post to this group, send email to [email protected] To subscribe from this group, send email to [email protected] To unsubscribe from this group, send email to [email protected] For more options, visit this group at http://groups.google.com/group/balikpapan-ict?hl=en-GB
