share juga y...
alhamdulillah salma ku sdh agak sehatan...

minggu malam salma start 38,7...

semalam salma sempet 39.8...
setelah di kasih penurun panas, kompres dll...minta minum sambil teriak2 karena sakit tenggorokannya...

td telp...salma daffa sdh mau makan...
huuuhhhh...lega rasanya anak dah sehat....

takutnya DB..karena dsa nya sempet bilang, 3 hari ga turun cek lagi yah bu...

knp tiap dia minum dingin, pasti ga lama...badannya hanget en batuk...apa itu amandel ???

rgrds,
bundanya salma daffa

----- Original Message ----- From: "Dewi Sinta" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Tuesday, August 14, 2007 1:51 PM
Subject: RE: [balita-anda] Pans + kejang2


Dari milis sebelah,semoga membantu..

WASPADAI KEJANG PADA BALITA
Kejang, baik yang disertai demam atau tidak, bisa berdampak fatal. Itulah sebabnya, setelah memberi pertolongan pertama, bawa segera si kecil ke rumah sakit. Bu Dini, bukan nama sebenarnya, panik bukan main demi mendapati buah hatinya demam disertai kejang. Seluruh badannya menggigil namun kaku seperti kayu, tangannya mengepal erat dan matanya mendelik ke atas. Sebagai ibu, Dini amat mengkhawatirkan anaknya akan mengalami gangguan otak. Untunglah Bu Dini sigap dengan segera membawanya ke dokter anak terdekat. Kini, setelah sekian waktu berlalu, si kecil sudah aktif bermain kembali. Memang, ibu mana yang sih yang tak panik melihat anaknya yang masih berusia balita mengalami kejang-demam. "Rasanya serbasalah sekaligus bingung, enggak tahu harus berbuat apa," celoteh seorang ibu lainnya. "Sebenarnya wajar saja orang tua bingung, tapi tak perlu kelewat panik. Sebab kejang demam memang kerap menimpa anak-anak balita, umumnya anak usia 6 bulan hingga 5 tahun," jelas dr. Adi Tagor, Sp.A, DPH. Menurut Adi, kejang sendiri terjadi akibat adanya kontraksi otot yang berlebihan dalam waktu tertentu tanpa bisa dikendalikan. Salah satu penyebab terjadinya kejang demam yaitu tingginya suhu badan anak. Timbulnya kejang yang disertai demam ini diistilahkan sebagai kejang demam (convalsio febrillis) atau stuip/step. Masalahnya, toleransi masing-masing anak terhadap demam sangatlah bervariasi. Pada anak yang toleransinya rendah, maka demam pada suhu tubuh 38 C pun sudah bisa membuatnya kejang. Sementara pada anak-anak yang toleransinya normal, kejang baru dialami jika suhu badan sudah mencapai 39 C atau lebih.
GANGGUAN METABOLISME OTAK
Lalu mengapa bisa terjadi kejang? "Suhu badan yang tinggi akan menyebabkan gangguan metabolisme basal. Padahal kenaikan suhu tubuh sebesar 1 C saja sudah bisa menyebabkan peningkatan metabolisme basal (yakni jumlah minimal energi yang dibutuhkan untuk mempertahankan fungsi vital tubuh) sebanyak 10-15%. Pada kondisi ini, kebutuhan oksigen pada otak naik sebesar 20%. Masalahnya, di usia balita, aliran darah ke otak mencapai 65% dari aliran seluruh tubuh. Bandingkan pada orang dewasa yang hanya 15%. Itulah sebabnya, jelas dokter spesialis anak yang antara lain berpraktek di RS Pondok Indah ini, kenaikan suhu tubuh lebih mudah menimbulkan gangguan pada metabolisme otak. Konsekuensinya, keseimbangan sel otak pun akan terganggu. Gangguan tersebut akan menimbulkan terjadinya pelepasan muatan listrik yang menyebar ke seluruh jaringan otak. Akibatnya, terjadilah kekakuan otot yang menyebabkan kejang di sekujur tubuh tadi. Kejang demam, jelas Adi, mengindikasikan si kecil memiliki penyakit yang memicu demam seperti tuberkolusa (TBC). Bisa juga penyakit-penyakit infeksi lainnya seperti flu, radang tenggorok, gondongan, campak, demam berdarah, tipus, dan sebagainya. Demam yang menjadi pemicu kejang pun bisa muncul akibat reaksi tubuh terhadap kondisi yang ada. Seperti anak yang tersengat sinar matahari dalam jangka waktu yang lama, sedang tumbuh gigi, atau setelah mendapat imunisasi. "Makanya banyak dokter yang memberi obat penurun panas setelah si kecil diimunisasi. Berikan segera obat penurun panas ini pada anak," saran Adi.
PUNYA "RIWAYAT" KEJANG

Selain karena demam, ada pula kejang yang mucul tanpa disertai demam. Salah satu penyebab kejang semacam ini adalah adanya gangguan pada fungsi otak. Bisa akibat alergi, cacat bawaan, trauma lahir, trauma kepala, tumor otak, radang otak, perdarahan di otak, hipoksia (kekurangan oksigen dalam jaringan), gangguan metabolisme, gangguan peredaran darah ataupun karena keracunan. Jangan salah, diare dan muntah pun bisa menyebabkan kejang pada anak. Penyebabnya adalah gangguan keseimbangan elektrolit darah akibat muntah dan diare tadi yang menyebabkan banyak cairan tubuh terbuang. Penyebab lainnya yaitu sakit dalam jangka waktu lama yang menyebabkan kadar gula darah rendah, asupan makan yang kurang, atau yang bersangkutan sudah lama menderita kejang akibat gangguan epilepsi. "Kejang akibat epilepsi biasanya mudah dideteksi dengan melihat riwayat kejang demam pada keluarga. Sebab itu, orang tua yang pernah mengalami kejang sewaktu kecil sebaiknya waspada karena anaknya berisiko tinggi mengalami kejang serupa." Kejang semacam ini umumnya berlangsung lebih dari 15 menit. Setelah mengalami kejang, biasanya anak akan terlihat lemas, mengantuk lalu tertidur pulas. Saat terbangun, bila kejang tadi tidak berdampak pada fungsi otak, anak bisa pulih kembali. Sementara jika sempat mengenai otak, biasanya anak akan mengalami gangguan perilaku. Bisa juga si kecil jadi sering terkena mengalami kejang.
SEGERA BAWA KE DOKTER
Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, Adi menyarankan agar orang tua sesegera mungkin memberi pertolongan pertama begitu tahu si kecil mengalami kejang demam. Setelah itu, jangan tunggu waktu lagi bawa segera si kecil ke dokter atau klinik terdekat. Jangan terpaku hanya pada lamanya kejang, entah cuma beberapa detik atau sekian menit. Dengan begitu, si kecil akan mendapat penanganan lebih lanjut yang tepat dari para ahli. Biasanya dokter juga akan memberikan obat penurun panas, sekaligus membekali obat untuk mengatasi kejang dan antikejang. "Sebagai pertolongan pertama, tak usah membawanya langsung ke rumah sakit lengkap yang letaknya relatif lebih jauh karena bisa-bisa si kecil mendapat risiko yang lebih berbahaya akibat lambat mendapat pertolongan pertama," tukas Adi pula. Selain itu, jika kejang demam tidak segera mendapat penanganan semestinya, si kecil pun terancam bakal terkena retardasi mental. Pasalnya, kejang demam bisa menyebabkan rusaknya sel-sel otak anak. Jadi, kalau kejang itu berlangsung dalam jangka waktu yang lama, maka kemungkinan sel-sel yang rusak pun akan semakin banyak. Bukan tidak mungkin tingkat kecerdasan anak akan menurun drastis dan tidak bisa lagi berkembang secara optimal. Bahkan beberapa kasus kejang demam bisa menyebabkan epilepsi pada anak. Yang tak kalah penting, begitu anaknya terkena kejang demam, orang tua pun mesti ekstrahati-hati. Soalnya, dalam setahun pertama setelah kejadian, kejang serupa atau malah yang lebih hebat berpeluang terulang kembali. Untuk mengantisipasinya, sediakanlah obat penurun panas dan obat antikejang yang telah diresep-kan dokter anak. Meski begitu, orang tua jangan kelewat khawatir. Karena dengan penanganan yang tepat dan segera, kejang demam yang berlangsung beberapa saat umumnya tak menimbulkan gangguan fungsi otak.
CIRI-CIRI KEJANG
Tentu saja dalam hal ini orang tua harus bisa membaca ciri-ciri seorang anak yang terkena kejang demam. Di antaranya: * kedua kaki dan tangan kaku disertai gerakan-gerakan kejut yang kuat dan kejang-kejang selama 5 menit
* bola mata berbalik ke atas
* gigi terkatup
* muntah
* tak jarang si anak berhenti napas sejenak.
* pada beberapa kasus tidak bisa mengontrol pengeluaran buang air besar/kecil. * pada kasus berat, si kecil kerap tak sadarkan diri. Adapun intensitas waktu kejang juga sangat bervariasi, dari beberapa detik sampai puluhan menit.
TIPS ATASI KEJANG DEMAM
Berikut beberapa penjelasan dari Adi tentang kejang dan demam pada anak:
* Suhu tubuh normal anak berkisar antara 36-37 C. Si kecil dinyatakan demam bila temperatur tubuhnya yang diukur melalui mulut/telinga menunjukkan angka 37,8 C; melalui rektum 38 C, dan 37,2 C melalui ketiak. Sebelum semakin tinggi, segera beri obat penurun panas. * Orang tua jangan begitu gampang mengatakan seorang anak demam atau tidak hanya dengan menempelkan punggung tangannya di dahi anak. Cara ini jelas tidak akurat karena amat dipengaruhi oleh kepekaan dan suhu badan orang tua sendiri. * Termometer air raksa diyakini merupakan cara yang paling tepat untuk mengukur suhu tubuh. Pengukuran suhu tubuh akan lebih akurat bila termometer tersebut ditempatkan di rongga mulut atau rektum/anus dibanding ketiak. * Saat menghadapi si kecil yang sedang kejang demam, sedapat mungkin cobalah bersikap tenang. Sikap panik hanya akan membuat kita tak tahu harus berbuat apa yang mungkin saja akan membuat penderitaan anak tambah parah. * Jangan gunakan alkohol atau air dingin untuk menurunkan suhu tubuh anak yang sedang demam. Penggunaan alkohol amat berpeluang menyebabkan iritasi pada mata dan intoksikasi/keracunan. * Lebih aman gunakan kompres air biasa yang diletakkan di dahi, ketiak, dan lipatan paha. Kompres ini bertujuan menurunkan suhu di permukaan tubuh. Turunnya suhu ini diharapkan terjadi karena panas tubuh digunakan untuk menguapkan air pada kain kompres. Penurunan suhu yang drastis justru tidak disarankan. * Jangan coba-coba memberikan aspirin atau jenis obat lainnya yang mengandung salisilat karena diduga dapat memicu sindroma Reye, sejenis penyakit yang tergolong langka dan mempengaruhi kerja lever, darah, dan otak. * Setelah anak benar-benar sadar, bujuklah ia untuk banyak minum dan makan makanan berkuah atau buah-buahan yang banyak mengandung air. Bisa berupa jus, susu, teh, dan minuman lainnya. Dengan demikian, cairan tubuh yang menguap akibat suhu tinggi bisa cepat tergantikan. * Jangan selimuti si kecil dengan selimut tebal. Selimut dan pakaian tebal dan tertutup justru akan meningkatkan suhu tubuh dan menghalangi penguapan. Pakaian ketat atau yang mengikat terlalu kencang sebaiknya ditanggalkan saja.
YANG BISA DILAKUKAN ORANG TUA
* Segera beri obat penurun panas begitu suhu tubuh anak melewati angka 37,5 C. * Kompres dengan lap hangat (yang suhunya kurang lebih sama dengan suhu badan si kecil). Jangan kompres dengan air dingin, karena dapat menyebabkan "korsleting"/benturan kuat di otak antara suhu panas tubuh si kecil dengan kompres dingin tadi. * Agar si kecil tidak cedera, pindahkan benda-benda keras atau tajam yang berada dekat anak. * Tak perlu menahan mulut si kecil agar tetap terbuka dengan mengganjal/menggigitkan sesuatu di antara giginya. * Miringkan posisi tubuh si kecil agar penderita tidak menelan cairan muntahnya sendiri yang bisa mengganggu pernapasannya. * Jangan memberi minuman/makanan segera setelah berhenti kejang karena hanya akan berpeluang membuat anak tersedak.


Rgds

Best Regards
Dewi Sinta
PT.PANASONIC SHIKOKU ELECTONICS BATAM ( PSECB )
FDB2 STORE
Telp     : +62 778 - 393378/9 ext 133
Fax      :  +62 778 - 396386
Mail to : [EMAIL PROTECTED]

Panasonic ideas for life


-----Original Message-----
From: noviadie [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Tuesday, August 14, 2007 1:22 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [balita-anda] Pans + kejang2


     dari milis lain...


     http://www.idai.or.id/web/topik/detil.asp?IDTopics=62
     Kejang Demam pada Anak
     dr. Hardiono Pusponegoro


     KEJANG demam adalah penyakit  pada anak yang disebabkan oleh demam.
     Umumnya, sekitar 2% sampai 5% anak berumur antara enam bulan sampai
lima
     tahun mengalami demam ini. Namun tidak sampai menginfeksi otak anak.

         Apa yang harus dilakukan bila anak mengalami kejang demam?
Walaupun
     kejang demam terlihat sangat menakutkan, sebenarnya jarang sekali
terjadi
     komplikasi berat. Yang paling penting (dan paling sulit) adalah untuk
     tetap tenang.

     Lihat jam untuk menentukan berapa lama kejang berlangsung. Jangan
     memasukkan sendok atau jari ke dalam mulut anak untuk mencegah
     lidahnya tergigit. Hal ini tidak ada gunanya, justru berbahaya karena
gigi
     dapat patah atau jari luka. Miringkan posisi anak sehingga ia tidak
     tersedak air liurnya. Jangan mencoba menahan gerakan anak. Turunkan
demam
     dengan membuka baju dan menyeka anak dengan air sedikit
     hangat. Setelah air menguap, demam akan turun. Jangan memberi kompres
     dengan es atau alkohol karena anak akan menggigil dan suhu di dalam
tubuh
     justru meningkat, walaupun kulitnya terasa dingin. Bila ada, Anda
dapat
     memberikan diazepam melalui anus. Untuk anak dengan berat badan kurang
     dari 10 kg dapat diberikan obat, sebagian besar kejang demam akan
berhenti
     sendiri sebelum lima menit.

         Apakah anak perlu masuk rumah sakit?
     Bila kejang berlangsung kurang dari lima menit, kemudian anak sadar
dan
     menangis, biasanya tidak perlu dirawat. Bila demam tinggi, kejang
     berlangsung lebih dari 10-15 menit, kejang berulang atau anak tidak
sadar
     setelah kejang berhenti. Anda harus membawanya ke Dokter atau Rumah
Sakit.

         Untuk membantu menentukan apa yang akan terjadi pada anak
dikemudian
     hari, kejang demam dibagi dalam kejang demam sederhana dan kejang
     kompleks.

         Kejang demam sederhana adalah bila kejang berlangsung kurang dari
15
     menit dan tidak berulang pada hari yang sama, sedangkan kejang
kompleks
     adalah bila kejang hanya terjadi pada datu sisi tubuh, berlangsung
lama
     lebih dari 15 menit atau berulang dua kali atau lebih dalam satu hari.

         Kejang demam sederhana tidak menyebabkan kelumpuhan, meninggal
atau
     mengganggu kepandaian. Risiko untuk menjadi epilepsi di kemudian hari
juga
     sangat kecil, sekitar 2% hingga 3%. Risiko terbanyak adalah berulang
     kejang demam, yang dapat terjadi pada 30 sampai 50% anak.
Risiko-risiko
     tersebut lebih besar pada kejang yang kompleks.

         Rekaman otak atau electroencephaiografi (EEG) biasanya tidak
dilakukan
     secara rutin, karena tidak berguna untuk memperkirakan apakah kejang
akan
     berulang kembali, juga tidak dapat memperkirakan apakah akan terjadi
     epilepsi di kemudian hari. Pemeriksaan CT scan atau MRI juga tidak
perlu
     dilakukan.

         Untuk anak dengan kejang kompleks atau anak mengalami kelainan
saraf
     yang nyata, dokter akan mempertimbangkan untuk memberikan pengobatan
     dengan anti kejang jangka panjang selama 1-3 tahun. Obat yang
digunakan
     misalnya phenobarbital yang sangat efektif untuk mencegah berulangnya
     kejang, namun di sisi lain memiliki efek samping menyebabkan anak
menjadi
     hiperaktif.

         Obat lain misalnya asam valproat, sama efektifnya untuk mencegah
     berulangnya kejang namun mepunyai efek samping mengganggu fungsi hati,
     terutama pada anak berumur kurang dari 2 tahun. Dokter akan memberi
anda
     pilihan yang terbaik.

     [Non-text portions of this message have been removed]







----- Original Message ----- From: "Diah R" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Tuesday, August 14, 2007 12:52 PM
Subject: [balita-anda] Pans + kejang2


Dear SP,



Dari hari Minggu Nabila panas badannya, nah pas senin pagi sekitar jam
5.30
an gitu tiba2 dia kejang2. secara ini baru kali pertama aku ngalamin kaya
gini, jadi panic banget. Yang kepikiran Cuma masukin sendok ke mulutnya
biar
dia ga gigit lidah. Terus abis itu aku kasih minum. Alhamdulillah sekita 1
menitan dia udah sadar lagi.



Nah aku jadi kipikiran, kira2 hal2 apa sih yang harus dilakukan kalau
menghadapi anak kejang kaya gitu. buat tambahan ilmuku gitu loh.
Sebelumnya Thanks banget atas masukannya.



Diah




--------------------------------------------------------------------------------


Internal Virus Database is out-of-date.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.5.432 / Virus Database: 268.16.2/613 - Release Date: 1/1/2007
2:50 PM


______________________________________________________________________
This email has been scanned by the MessageLabs Email Security System. For more information please visit http://www.messagelabs.com/email
______________________________________________________________________

--------------------------------------------------------------
Beli tanaman hias, http://www.toekangkeboen.com
Info balita: http://www.balita-anda.com
Peraturan milis, email ke: [EMAIL PROTECTED] menghubungi admin, email ke: [EMAIL PROTECTED]


--------------------------------------------------------------
Beli tanaman hias, http://www.toekangkeboen.com
Info balita: http://www.balita-anda.com
Peraturan milis, email ke: [EMAIL PROTECTED]
menghubungi admin, email ke: [EMAIL PROTECTED]


--
Internal Virus Database is out-of-date.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.5.441 / Virus Database: 268.18.7/711 - Release Date: 3/5/2007 9:41 AM




--------------------------------------------------------------
Beli tanaman hias, http://www.toekangkeboen.com
Info balita: http://www.balita-anda.com
Peraturan milis, email ke: [EMAIL PROTECTED]
menghubungi admin, email ke: [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke