sama mbak...aku pun pernah ngerasain apa yg dialamain mbak yg posting e-mail 
tsb..malah aku lebih parah krn sempet berhubungan lg ama CLBK-ku krn kesel ama 
suamiku..tp hikmahnya adalah..suamiku adalah yang terbaik yang sudah diberikan 
Allah kepadaku...dilihat dr sisi manapun..dibandingkan dengan CLBK-ku itu..my 
husband is the best!..meskipun ..lagi2..dia punya kekurangan yg sangat2 
mengesalkan..tp aku-pun bercermin ke diriku..krn aku jg punya byk kekurangan...
   
  Rifi
  

Hanifa <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  

Menurut saya semua pasangan pasti ada ketidakcocokan dalam hal yg kecil-kecil 
di rumah. Jangankan suami istri yg jelas-jelas lain akarnya, sama saudara 
kandung aja juga kita sering tidak klop dalm hal yg sepele dirumah. Tapi itu 
bukan berarti harus pisah teritorial :)

Selain menerima apa adanya, mungkin kita bisa meminimize dengan komunikasi yang 
positif.
Apalagi laki-laki itu kata orang tidak mau diremehkan, egonya tinggi, jadi 
mungkin kalo ngomong harus diangkat-angkat dulu kritiknya harus sehalus mungkin 
dan jangan bernada negatif. 
Mungkin hampir mirip kalo kita berkomunikasi dengan anak. 

Suami itu merasa nggak perlu diajari, kalo di ajari dia akan tersinggung. 
Jadi mau nggak mau kalau si istri mau suaminya berubah dia yang mesti belajar 
komunikasi yg efektif supaya pesannya diterima.

Jangankan mau merubah orang lain (suami), kita juga kadang sulit untuk merubah 
diri sendiri :)





>Satujuuu..... 
>Aku jg sering jengkel ama misua dr hal2 kecil, pake odol ga di pencet dr
>bawah.. sering nggak ditutup lagi. Ganti baju ga dimasukkan lgs ke mesin
>cuci, Cuma nyantolin aja di belakang pintu. Ntar ambil baju baru di lemari.
>Sampe pintu kamar ga bisa di buka lebar gara2 becantolan baju di belakang
>pintu. 
>Naruh segala barang dari jam tangan, raket, kaca mata, Hp, Cuma di taruh di
>meja getu aja. 
>Padahal dah tak siapin tempat dan tinggal nyemplungin ke tempatnya masing2. 
>Kalo lagi nonton TV ga bisa sambil di ajak ngobrol.... seriusss bgttt....
>ntar kalo kita ngecuis disampingnya setelah 10 menit baru ngeh .. "eh..
>bunda tadi ngomong apa....."
>Ya itulaahh romántica orang berumah tangga. 
>Paling misua jg sebel juga denger kita ngomel terus...tp ga boleh protes....
>kan dah Berjanji sama Tuhan mau menerima apa adanya dan akan selalu menemani
>dalam kondisi Malang dan untung
>
>Di bikin enjoy aja.....kita masih punya anak, keluarga, teman, sahabat yang
>bisa bikin hidup kita colourfull..... ngarepin suami mesraaa teruus agak
>susah....jadi harus kita yg mulai untuk bermesra2an, nggak perlu jaim kan ma
>suami ..... 
>
>Jangan sembarangan ngomong Putus/cerai buat nggertak... ntar kejadian bener
>kasihan anak2 .... 
>
>nggak bisa membantu, Cuma share aja moga jadi bahan pertimbangan kalo RT
>tuch ga selalu mulus. 
>
>-----Original Message-----
>From: rusmina [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
>Sent: Friday, 24 August 2007 11:11 AM
>To: balita-anda@balita-anda.com
>Subject: Re: [balita-anda] (OOT) Kita diskusi yuk.....topik: Jenuh dengan
>Suami
>
>Menurut saya ya pak,
>sebenarnya sang istri dah tau jawabannya, tuh diceritanya jelas koq
>intinya mau belajar rendah hati dan melawan keinginan utk selalu mau menang
>kemarahan hanya menambah percik api en endingnya kl gak mau ngalah 
>yah....anak jadi korban
>jenuh itu umum ya, kan masih manusia,
>btw, umumnya laki2 emang pemalas kan hehehee (jangan tersinggung yaaaa dads)
>tp jangan liat negatifnya semua donk, yg istri jg kan punya kelemahan
>makanya bersatu..menjadi penolong satu sama lain sehingga tercipta rumah 
>tangga yg indah dimana kasih terwujud didalamnya dan anak2 akan melihat 
>dan akan merefleksikannya selama hidup mereka.
>hidup ini indah kan... :)
>
>salam,
>arion's mom
>
>Dwi Wahyono at Gmail wrote:
>> Dear MOms & Dads......
>>
>> Ada temen forward email ke saya...kayaknya bisa kita diskusikan di hari
>> ini..... plz sharingnya ya.....
>>
>> Thanks All & Kang Mods..dan selamat berlibur di bali......
>>
>> Wassalam,
>> dwi
>>
>> ------------------------------------------------------------
>>
>> Dear All
>>
>> Need your advice, sy sdh merit 3tahun setelah 6 tahun pacaran, dan sdh
>> memiliki putri cantik umur 2 tahun...hubungan saya dan suami akhir2 ini
>> mulai merenggang, suami sedang bertugas di luar kota sampe September
>> mendatang dan tiap jum'at sore sampe senin pagi ada dirumah...aneh nya klo
>> sms an or telpon2an kita bs mesra tapi begitu ketemu tiada hari tanpa
>> bertengkar, jujur, saya yg selalu memancing untuk berantem, ntah kenapa
>> adaaa aja yang bikin sy mangkel sm dia, menurut sy, suami tipe orang yg
>> (maaf) pemalas...jarang sekali bangun pagi padahal sesekali sy mau jalan2
>> pagi bareng keliling kompleks, hal ini sangat jarang malah hampir nggak
>> pernah km lakukan, beliau juga cenderung tertutup sm saya, sy emang sering
>> mengkritik apapun yg dilakukannya dan itu mungkin penyebab dia mulai
>> tertutup sm saya, dan msh banyak lg sifat2 jelek suami yg ntah kenapa
>mulai
>> nampak dimata saya...suami tidak lg seromantis dulu, pandangan dia ke saya
>> pun tdk semesra dulu, pendangannya sy rasakan seperti sinis kek mandang
>> musuh aja...klo sy komplain: "jangan ngelihat ku sesinis itu..." suami
>> mengelak: "emang mataku sinis dr sononya kok..." :-D
>>
>> puncak kejengkelan sy pas suami ada kerjasama bisnis dengan sodara sepupu
>> ceweknya, tiba2 banyak barang2 dateng kerumah dan akhirnya dr sepupunya sy
>> tahu klo mereka telah membeli franchise makanan, week end yg harusnya dia
>> luangkan buat keluarganya dia habiskan untuk men set up bisnis nya tsbt,
>dan
>> yg paling bikin sy jengkel sy sama sekali tidak dilibatkan, dia melibatkan
>> sy cmn dalam hal2 kecil seperti promosi, saya merasa tak dihargai ataupun
>> tak diperlukan.. .ada dalam pikiran sy untuk buka usaha sendiri cmn ingin
>> menunjukan ke dia klo sy juga mampu berbisnis...
>>
>> rumah tangga saya seperti memanas terus, sdh pernah dibicarakan dr hati ke
>> hati untuk menemukan solusinya tp lagi2 ujung2nya berantem, suami bilang
>dia
>> cr istri yang penurut bukan cari partner buat diajak diskusi or berdebat,
>sy
>> bilang: "berarti dirimu salah pilih istri, sy bukan tipe penurut, segala
>> sesuatu harus didiskusikan untuk keputusan bersama, toh dgn berdiskusi tdk
>> mengurangi wibawa mas sbg kepala keluarga..." suami sy bilang: "berarti
>kamu
>> juga slh pilih suami, sy ingin istri yg patuh sm suami..." dst....suami
>akan
>> langsung terdiam klo sy sdh ksh opsi "pisah", suami menolak dengan alasan
>> anak, sy pikir akan lbh baik klo sikecil tdk pernah lg melihat ortunya
>> berantem krn biarpun nggak lihat langsung tp sikecil mampu merasakan
>suasana
>> hati kedua ortu nya dan akan berpengaruh buruk sm jperkembangan
>> jiwanya...lagi2 suami meyakinkan klo pisah bukanlah solusi terbaik....
>>
>> suami pernah membanting piring didepan sy dan kami pernah tdk tidur
>> seranjang dlm beberapa hari, kehidupan seks kami normal seperti biasa,
>tidak
>> ada yg berkurang meskipun sering berantem.... ...jujur sih, sy sangat
>cinta
>> suami juga sy yakin sebaliknya, mungkin km berada dititik kejenuhan
>> aja...suami sy sebenernya baik, penyayang dan super sabar tapi kita sudah
>> nggak sejalan lagi, bahkan klo diskusi ujung2nya berantem krn kita nggak
>> sepaham...tolong advise nya dong...saya sudah lelah berantem
>terus...suasana
>> rumah jd nggak nyaman... apa yang harus kita lakukan...?? ? Thanks buat
>> response nya...
>>
>> Regards
>>
>> someone
>>
>> 
>
>
>--------------------------------------------------------------
>Beli tanaman hias, http://www.toekangkeboen.com
>Info balita: http://www.balita-anda.com
>Peraturan milis, email ke: [EMAIL PROTECTED]
>menghubungi admin, email ke: [EMAIL PROTECTED]
>
>
>______________________________________________________________________
>This email has been scanned by the MessageLabs Email Security System.
>For more information please visit http://www.messagelabs.com/email 
>______________________________________________________________________
>
>
>_____________________________________________________________________
>IMPORTANT - This email and any attachments may be confidential and privileged. 
>If received in error, please contact Thiess and delete all copies. You may not 
>rely on advice and documents received by email unless confirmed by a signed 
>Thiess letter. This restriction on reliance will not apply to the extent that 
>the above email communication is between parties to a contract and is 
>authorised under that contract. Before opening or using attachments, check 
>them for viruses and defects. Thiess' liability is limited to resupplying any 
>affected attachments.
>
>--------------------------------------------------------------
>Beli tanaman hias, http://www.toekangkeboen.com
>Info balita: http://www.balita-anda.com
>Peraturan milis, email ke: [EMAIL PROTECTED]
>menghubungi admin, email ke: [EMAIL PROTECTED]
>
>



--------------------------------------------------------------
Beli tanaman hias, http://www.toekangkeboen.com
Info balita: http://www.balita-anda.com
Peraturan milis, email ke: [EMAIL PROTECTED]
menghubungi admin, email ke: [EMAIL PROTECTED]




"seluruh kesulitan dalam hidup ini adalah bagian dari suatu tatanan yang 
sempurna"
       
---------------------------------
Yahoo! oneSearch: Finally,  mobile search that gives answers, not web links. 

Kirim email ke