Mbak Veny,

Bukan ke pengadilan negeri. Kalau muslim, dateng ke pengadilan agama, kalo
gak salah ke KUA terus ke pagadilan agama. Biaya perkara 600 ribu. Terus
dasar masalah/materi gugatan mesti dicantumin, kalo KDRT mesti harus ada
visum dokternya.

Gak usah pake lawyer2/pengacara juga bisa, kecuali harta bersamanya banyak
dan kemungkinan sengketa hartanya besar, baru pake lawyer/pengacara.

Panggilan pertama, agendanya menanyakan motif cerainya tar dinasehatin biar
gak cerai. Tapi kalau materia gugatan cerai kuat, hakim akan maklum, karena
istri minta cerai biasanya suaminya juga berulah.

Panggilan kedua, saksi baik dari istri maupun suami. Kalo materi gugatannya
shahih, di pengadilan yang ke-3 udah ada putusan koq. Tar tunggu beberapa
minggu surat/akta cerai nya udah keluar.

Biasanya akan jadi panjang, kalau materi gugatan gak kuat, atau harta gono
gini banyak, atau jika ada rebutan hak wali anak, tapi jika materi gugatan
kuat, anak masih balita, otomatis akan jatuh ke ibu. Apalagi gak ada harta
gono gini. Cepet koq.

Ini pengalaman waktu adik ipar saya cerai dari suaminya, karena materia
gugatan (ada 3) kuat semua, jadi mulus.

best regards,

Lif



On 10/25/07, Ayu Sri <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Dear mba Veny,
> Setahu saya, pergi ke pengadilan negeri setempat,
> disana ada dept khusus untuk gugatan cerai
> biasanya akan diminta cerita dulu permasalahannya
> dan sedapat mungkin mereka akan mencoba untuk menasehati agar mengurungkan
> niatnya
>
> Kemudian, setelah tetap bulat tekadnya, ybs akan diminta membuat surat
> gugatan cerai
> biasanya contohnya diberikan, jadi kita tinggal merubah kata2nya sesuai
> situasi ybs
> setelah rampung bisa dimasukkan dan didaftarkan (bayar tentunya sekitar
> 480rb)
> kemudian nunggu dipanggil..
> lampiran spt fotocopy surat perkawinan, akte lahir anak(bila ada anak yang
> akan disengketakan), ktp diperlukan dan disiapkan,
>
> demikian, semoga membantu
>
> kalo ada dana, gunakan jasa advokat, biar ga cape bolak balik..
>
> salam,
> Nyoman
>
>
> On 10/25/07, Veny <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> > Dear Parents,
> >
> > Maaf OOT sedikit. Ada titipan pertanyaan dari teman.
> >
> > Bagaimana sih memulai proses cerai ? Pertama-tama apa yang harus
> > dilakukan, dan kemana cari informasinya.,,,
> >
> > Sejak 3 tahun yang lalu sudah kepingin cerai dari suaminya, tapi nggak
> tau
> > caranya, jadi menahan perasaan sampai sekarang.
> >
> >
> > Mohon informasi, terima kasih sebelumnya.
> >
> >
> >
> >
>

Kirim email ke