Mbak Yani,
Nampaknya bagi ibu bekerja keadaan seperti ini sering
dihadapi ya. Yang jelas Farhan merasa (belum tentu
benar) bahwa perhatian mbak kepada dia kurang secara
kuantitas, apalagi masih harus dibagi sama adiknya
jadinya ya rewel itu.
Saya rasa tidak ada 1 cara yang selalu berhasil karena
kondisi tiap ibu berbeda.
1. Ada yang mengusahakan bangun lebih pagi (juga
anaknya) sehingga anak sudah puas saat ibu harus pergi
kantor.
2. Ada yang tidur lebih malam (termasuk anaknya)
sehingga mereka bisa berinteraksi lebih lama.
3. Ada yang membuat aturan jam bersama ayah dan jam
bersama ibu. Jadi misalnya pagi waktunya ibu dengan
adik, kakak dengan ayah, malamnya gantian jadi porsi
masing-masing bisa lebih banyak.
4. Ada yang menerapkan ritual tertentu sebelum pergi
kantor sehingga anak siap bahwa saat perpisahan sudah
tiba.
Nah kalau saya karena Dafi (2,5 tahun) masih sendirian
pakai yang ke empat. Tapi ini sedikit berbeda karena
2x seminggu Dafi ikut ke TPA di kantor, jadi
pamitannya di TPA, sedangkan 3 hari lagi pamitannya di
sekolah dia (play grup). Kadang mulus kadang penuh air
mata he..he..he..
Tapi langkah yang saya lakukan tetap sehingga dia
sudah hafal ritual itu :
1. 10 menit sebelum saya pergi, dia sudah di warning,
"10 Menit lagi mama pergi ya" biasanya dia makin
intens baik bermain atau ngobrolnya.
2. 5 menit sebelum berangkat saya bilang "5 menit lagi
mama berangkat, yuk mama peluk dulu sampai 3"
(Maksudnya sampai 3 hitungan). Nah ini yang kadang
nggak mulus, kadang habis 3 hitungan dia mau turun,
cium tangan dan dadag, kadang minta tambah. Saya
batasi tambahnya sampai 2x kalo masih nggak mau turun
juga saya tawarkan "Mau mama pergi pakai nangis atau
nggak" biasanya dia milih nangis, ya udah karena udah
pilihan dia tetap saya tinggal meskipun dalam hati
sedih, tapi saya tahu nggak sampai 3 menit setelah
saya hilang dari pandangan dia udah diem lagi (soalnya
saya cek setelah itu he..he..he..). Atau saya alihkan
perhatiannya (bukan lari dari dia lho), misalnya
bilang "Eh tadi lampu di atas belum mati lho, tolong
dong dimatikan, mama pergi ya" atau "Kayaknya bu guru
punya mainan baru deh coba yuk lihat" biasanya dia mau
ikut sama bu guru atau pengasuhnya.
Untuk mbak Yani karena udah 2, cara 3 lebih cocok ya,
cara pembagiannya tidak harus seperti itu, kalau pagi
hari Rayhan lebih rewel, berarti waktu untuk dia harus
lebih banyak, sedangkan saat dia sedang tidak terlalu
butuh ibunya giliran ayahnya yang menemani. Untuk
malam beri pengertian bahwa adiknya tidur lebih awal,
jadi setelah adik tidur kita bisa main, mungkin ini
akan memotivasi dia tidur belakangan untuk mendapat
waktu berdua dengan ibunya. Aturan itu harus
disosialisasikan, mungkin awalnya sulit, tapi kalau
kita konsisten, anak akan cepat mengerti bahwa mereka
harus bergiliran.
Selain berbagi waktu dengan ibunya, tentu kakak harus
sharing barang-barang dengan adik, nah ini yang kadang
jadi kambing hitam, karena merasa ibu perhatian sama
adik, adiknya deh yang di marahin. Untuk hal ini saya
belum punya pengalaman, jadi mungkin rekans yang sudah
lebih dari 1 punya tips yang lebih OK.
Mamanya Dafi
--- Yani-Prime Indonesia <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Rekan Netters..
>
> Mohon informasi bagaimana mengoptimalkan waktu
> bersama anak...
>
> masalahnya Farhan (4thn) setiap pagi selalu menangis
> meminta saya untuk tidak bekerja... dan harus pulang
> siang...saat ini saya belum bisa cuti dan untuk
> pulang siang tidak mungkin (perjalanan dari rumah ke
> kantor +/- 2 jam)padahal saya sudah jelaskan bahwa
> saya kerja agar ia bisa beli susu (menurut saya
> penjelasan tsb cukup jelas) dan untuk pulang siang
> saya bilang kalau tolnya tidak macet..!! tapi ia
> tetap saja menangis dan meminta saya tidak kerja....
>
> padahal sepulang kerja saya selalu bermain
> bersamanya..menemaninya menonton TV / VCD sambil
> memangku dan dan memberi komentar dan kadang sambil
> ikut bernyanyi.., kadang sewaktu ia mau tidur saya
> membacakan buku cerita..
>
> memang kalau malam saya menemani nonton tidak sampai
> satu jam karena adiknya Raihan (1 thn) juga minta
> digendong sampai ia tertidur..kadang janji untuk
> membacakan buku cerita ke Farhan tidak terlaksana
> karena ia sudah terlelap karena saya menina bobokan
> Raihan.
> Hari sabtu dan Minggu waktu saya lebih banyak untuk
> Farhan karena ia selalu minta ditemani / disuapi dan
> adiknya tidak diizinkan ikut bila kami bersepeda ke
> taman, atau sedang membaca cerita (jika adiknya
> mendekat dan mengacak-acak mainan / buku ia akan
> memarahi adiknya hingga nangis)....
> Mengapa ia berlaku seperti ini ya....
>
> maaf kepanjangan..mohon sharing dari rekan netters..
>
> Regards,
> Ibu Farhan + Raihan
>
>
>
>
__________________________________________________
Get personalized email addresses from Yahoo! Mail - only $35
a year! http://personal.mail.yahoo.com/
>> kirim cake & bunga ke 20 kota di Indonesia? klik, http://www.indokado.com
>> Info balita, http://www.balita-anda.indoglobal.com
Etika berinternet, email ke: [EMAIL PROTECTED]
Stop berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]