Semoga bermanfaat... > ---------- > From: Irfan Toni H[SMTP:[EMAIL PROTECTED]] > Reply To: [EMAIL PROTECTED] > Sent: 24 Juli 2002 1:53 > To: Undisclosed-Recipient:; > Subject: [Politeknik-UI] Irfan's Seeds: Teriak > > Assalamualaikum wr wb > > ~Teriak > > Suatu ketika di sebuah sekolah, diadakan pementasan drama. Pentas drama yang meriah, >dengan pemain yang semuanya siswa-siswi disana. Setiap anak mendapat peran, dan >memakai kostum sesuai dengan tokoh yang diperankannya. Semuanya tampak serius, sebab >Pak Guru akan memberikan hadiah kepada anak yang tampil terbaik dalam pentas. >Sementara di depan panggung, semua orangtua murid ikut hadir dan menyemarakkan acara >itu. > > Lakon drama berjalan dengan sempurna. Semua anak tampil dengan maksimal. Ada yang >berperan sebagai petani, lengkap dengan cangkul dan topinya, ada juga yang menjadi >nelayan, dengan jala yang disampirkan di bahu. Di sudut sana, tampak pula seorang >anak dengan raut muka ketus, sebab dia kebagian peran pak tua yang pemarah, sementara >di sudut lain, terlihat anak dengan wajah sedih, layaknya pemurung yang selalu >menangis. Tepuk tangan dari para orangtua dan guru kerap terdengar, di sisi kiri dan >kanan panggung. > > Tibalah kini akhir dari pementasan drama. Dan itu berarti, sudah saatnya Pak Guru >mengumumkan siapa yang berhak mendapat hadiah. Setiap anak tampak berdebar dalam >hati, berharap mereka terpilih menjadi pemain drama yang terbaik. Dalam komat-kamit >mereka berdoa, supaya Pak Guru akan menyebutkan nama mereka, dan mengundang ke atas >panggung untuk menerima hadiah. Para orangtua pun ikut berdoa, membayangkan anak >mereka menjadi yang terbaik. > > Pak Guru telah menaiki panggung, dan tak lama kemudian ia menyebutkan sebuah nama. >Ahha...ternyata, anak yang menjadi pak tua pemarah lah yang menjadi juara. Dengan >wajah berbinar, sang anak bersorak gembira. "Aku menang...", begitu ucapnya. Ia pun >bergegas menuju panggung, diiringi kedua orangtuanya yang tampak bangga. Tepuk tangan >terdengar lagi. Sang orangtua menatap sekeliling, menatap ke seluruh hadirin. Mereka >bangga. > > Pak Guru menyambut mereka. Sebelum menyerahkan hadiah, ia sedikit bertanya kepada >sang "jagoan, "Nak, kamu memang hebat. Kamu pantas mendapatkannya. Peranmu sebagai >seorang yang pemarah terlihat bagus sekali. Apa rahasianya ya, sehingga kamu bisa >tampil sebaik ini? Kamu pasti rajin mengikuti latihan, tak heran jika kamu terpilih >menjadi yang terbaik.." tanya Pak Guru, "Coba kamu ceritakan kepada kami semua, apa >yang bisa membuat kamu seperti ini..". > > Sang anak menjawab, "Terima kasih atas hadiahnya Pak. Dan sebenarnya saya harus >berterima kasih kepada Ayah saya dirumah. Karena, dari Ayah lah saya belajar >berteriak dan menjadi pemarah. Kepada Ayah lah saya meniru perilaku ini. Ayah sering >berteriak kepada saya, maka, bukan hal yang sulit untuk menjadi pemarah seperti >Ayah." Tampak sang Ayah yang mulai tercenung. Sang anak mulai melanjutkan, "..Ayah >membesarkan saya dengan cara seperti ini, jadi peran ini, adalah peran yang mudah >buat saya..." > > Senyap. Usai bibir anak itu terkatup, keadaan tambah senyap. Begitupun kedua >orangtua sang anak di atas panggung, mereka tampak tertunduk. Jika sebelumnnya mereka >merasa bangga, kini keadaannya berubah. Seakan, mereka berdiri sebagai terdakwa, di >muka pengadilan. Mereka belajar sesuatu hari itu. Ada yang perlu diluruskan dalam >perilaku mereka. > > *** > > Teman, setiap anak, adalah duplikat dari orang di sekitarnya. Setiap anak adalah >peniru, dan mereka belajar untuk menjadi salah satu dari kita. Mereka akan belajar >untuk menjadikan kita sebagai contoh, sebagai panutan dalam bertindak dan >berperilaku. Mereka juga akan hadir sebagai sosok-sosok cermin bagi kita, tempat kita >bisa berkaca pada semua hal yang kita lakukan. Mereka laksana air telaga yang >merefleksikan bayangan kita saat kita menatap dalam hamparan perilaku yang mereka >perbuat.> > > Namun sayang, cermin itu meniru pada semua hal. Baik, buruk, terpuji ataupun >tercela, di munculkan dengan sangat nyata bagi kita yang berkaca. Cermin itu juga >menjadi bayangan apapun yang ada di depannya. Telaga itu adalah juga pancaran sejati >terhadap setiap benda di depannya. Kita tentu tak bisa, memecahkan cermin atau >mengoyak ketenangan telaga itu, saat melihat gambaran yang buruk. Sebab, bukankah itu >sama artinya dengan menuding diri kita sendiri? > > Teman, saya ingin berpesan kepada kita semua, "berteriaklah kepada anak-anak kita >saat kita marah, maka, kita akan membesarkan seorang pemarah. Bermuka ketuslah kepada >mereka saat kita marah, maka kita akan membesarkan seorang pembenci, dan biarkanlah >mulut dan tangan kita yang bekerja saat kita marah, maka kita akan belajar >menciptakan seorang yang penuh dengki..." > > Peran apakah yang sedang kita ajarkan kepada anak-anak kita saat ini? Contoh apakah >yang sedang kita berikan kali ini? Dan panutan apakah yang sedang kita tampilkan? >Teman, percayalah, mereka akan selalu belajar dari kita, dari orang yang terdekatnya, >dari orang yang mencintainya. Merekalah lingkaran terdekat kita, tempat mereka >belajar, menerima kasih sayang, dan juga tempat mereka meniru dalam berperilaku. > > Saya berharap, bisa menjadi orang yang sabar saat melihat seorang anak menumpahkan >air di gelas yang mereka pegang. Saya berharap menjadi orang yang ikhlas, saat >melihat mereka memecahkan piring makan mereka sendiri. Sebab, bukankah mereka baru >"belajar" memegang gelas dan piring itu selama 5 tahun, sedangkan kita telah >mengenalnya sejak lebih 20 tahun? Tentu mereka akan butuh waktu untuk bisa seperti >kita. > > Teman, terima kasih telah membaca. > Hope you are well and please do take care. > Wassalamualaikum wr wb. Salam hangat!!! > > > Irfan > ~temanmu > > > > > > > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~--> > Free $5 Love Reading > Risk Free! > http://us.click.yahoo.com/NsdPZD/PfREAA/Ey.GAA/wf.olB/TM > ---------------------------------------------------------------------~-> > > Link to egroups web site : http://www.egroups.com/group/Politeknik-UI > > To unsubscribe from this group, send an email to: > [EMAIL PROTECTED] > > > > Your use of Yahoo! Groups is subject to http://docs.yahoo.com/info/terms/ > > >
>> Kirim bunga ke kota2 di Indonesia dan mancanegara? Klik, http://www.indokado.com/ >> Info balita, http://www.balita-anda.indoglobal.com Stop berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]
