Mas Indra, di Matraman ada gudeg ala jogja yg enak, tepatnya sebelum gramedia matraman kalau dari arah jatinegara. Namanya Gudeg Bu Darmo.. larisnya bukan main, kadang kalau agak sore dah kehabisan. Yg jualan sudah generasi ke 2, yg pertama dia buka persis di sebelah pahala kencana travel (sekarang dah jadi mess PATI TNI-AD) sebelum Berland kalau dari arah jatinegara menuju Senen. kalau ibuku kangen gudeg. musti deh lari kesitu. Tempat lainnya di Cikajang Kebayoran, namanya juga Gudeg Cikajang.. gudegnya lebih kering dan lebih manis, mirip gudeg Yu Jum di Jogja. Met mencicipi yaaa... salam, noVi
----- Original Message ---- From: Indra Permana <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected]; media jogja <[EMAIL PROTECTED]>; media jateng <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED] Sent: Wednesday, September 17, 2008 4:12:04 PM Subject: Re: [bango-mania] Gudeg Sambel Goreng Bu Jinah yang menggugah selera Wah jadi pengen makan Gudeg, Kira-kira di Jakarta yang jual Gudeg enak ada di mana ya ......? Thanks and Regards, Indra ----- Original Message ----- From: mediacare To: bango-mania@ yahoogroups. com ; media jogja ; media jateng ; [EMAIL PROTECTED] s.com ; resto-indonesia@ yahoogroups. com ; appetitejourney@ yahoogroups. com Sent: Wednesday, September 17, 2008 3:49 PM Subject: [bango-mania] Gudeg Sambel Goreng Bu Jinah yang menggugah selera Kelezatan Gudeg buatan Bu Jinah memang menggugah selera. Rasa gurihnya pas di lidah. Tak heran jika masyarakat Wonosobo menggandrungi makanan khas Yogyakarta tersebut. Bahkan di bulan Puasa ini, bagi ibu-ibu rumah tangga yang tidak sempat memasak untuk makan sahur, banyak yang memilih membeli Gudeg Bu Jinah untuk lauk makan. Khusus Ramadhan 1429 H, Gudeg Bu Jinah yang terkenal gurih ini sudah dibuka sejak pukul 02.00 WIB di trotoar sebelah Barat Taman Plaza Wonosobo. Sengaja dibuka lebih pagi dari hari-hari biasa, karena untuk melayani masyarakat yang menginginkan makan sahur dengan Gudeg buatannya. "Saya sengaja buka lebih pagi karena melayani pelanggan yang mau makan sahur. Ada yang membeli untuk dibawa pulang. Ada juga yang langsung menikmatinya di warung," tutur Bu Jinah kepada KR di sela-sela melayani pembeli. Letaknya yang berada di pusat kota, di tepi taman pecinta Gudeg di Kota Asri ini mudah mendapatkannya. Banyak pilihan menu Gudeg ala Bu Jinah, tergantung selera pembeli. Ada Gudeg Telur, Gudeg Krecek, Gudeg Ayam Kampung, sampai Gudeg Babat dan Paru. Lebih nikmat lagi, ketika memakannya dicampur dengan Sambel Goreng Tahu spesial buatan Bu Jinah. Menurut Bu Jinah, selama Ramadhan ini omzetnya mengalami kenaikan hampir 20 persen. Biasanya, dalam sehari ia hanya menggunakan gori sekitar 7-10 kg saja. Sedangkan selama bulan puasa ini perharinya ia mampu mengolah hingga 15 kg gori. Bu Jinah menganggap, kenaikan omzet ini sebagai berkah Ramadan. Bagi Bu Jinah yang sudah berjualan Gudeg bertahun-tahun, dalam berjualan tidak hanya mengandalkan cita rasa saja. Ada hal yang lebih penting, yaitu sikap ramah tamah terhadap pelanggan. Kunci sukses itulah yang sampai sekarang dipegang teguh oleh Bu Jinah dalam melayani pembeli. "Seenak apapun masakan yang dijual, tidak akan banyak peminatnya kalau penjualnya tidak ramah," ujarnya. (Ariswanto)- k) Kedaulatan Rakyat - Minggu, 14 September 2008
