http://www.mediaindonesia.com/read/2009/03/03/63503/71/14/10_Produk_Susu_Terbukti_Mengandung_Melamin



10 Produk Susu Terbukti Mengandung Melamin 

Rabu, 04 Maret 2009 14:01 WIB      
Reporter : Deri Dahuri
 
MI/Sumaryanto
JAKARTA--MI: Masyarakat belum aman dari susu dan produk makanan yang mengandung 
melamin. Dari uji sampel Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) 
mengungkapkan 10 dari 28 merek susu dan produk makanan terbukti mengandung 
melamin. 

"Untuk uji sampel, kami membeli produk di sejumlah supermarket dan toko di 
Pasar Baru, Cempaka Mas, Mangga Dua, dan Kelapa Gading, Jakarta," kata Ketua 
YLKI Huzna Zahir pada jumpa pers di Jakarta, Rabu (4/3). 

Pihak YLKI mengatakan pemilihan lokasi-lokasi tersebut dengan asumsi sebagai 
pintu masuk produk impor baik yang legal maupun ilegal. Produk yang dijadikan 
sampel merupakan produk impor susu dan turunannnya dari China yang dicurigai 
produk impor tetapi dikemas seolah-olah produk lokal. 

Untuk menguji sampel pada Desember 2008, YLKI menjalin kerjasama dengan 
Laboratorium Afiliasi Departemen Kimi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan 
Alam Universitas Indonesia (FMIPA-UI). Hasil uji sampel itu mengungkapkan bahwa 
10 dari 28 merek susu dan produk makanan terbukti mengandung melamin. Jadi 
sebanyak 36% mengandung melamin. 

Susu dan produk yang mengandung melamin itu adalah Kino Bear Cokelat Kripsi 
(teregistrasi) dengan kandungan 97,28 ppm, Yake Assorted Candies yang berbentuk 
panjang (tanpa registrasi) 45,09 ppm, F&N susu kental (teregistrasi) 45,09 ppm, 
kembang gula Tirol Choco Mix (teregistrasi) 17,18 ppm, Dutch Mill Yoghurt Drink 
Natural (terregistrasi) 15,98 ppm, dan Pura Low Fat UHT Milk Beverage 
(teregistrasi) 11,70 ppm. 

Empat produk lainnya adalah Nestle Bear Brand Sterilized Low Fat Milk (tanpa 
registrasi) mengandung melamin 10,88 ppm, Crown Lonx Biskuit Rasa Cokelat 
(teregistrasi) 9,54 ppm, Fan Fun Sweetheart Biscuit (tanpa registrasi) 3,17 
ppm, dan Yake Assorted Candies yang berbentung lonjong (tanpa registrasi) 1,15 
ppm. 

Sementara, produk yang tidak terdeteksi mengandung melamin atau kadar 
melaminnya di bawah 0,5 ppm adalah Golden Fuji Good Series, Smarties Nestle, 
Jinny Ball, Koala B+W, Baoda (milk candy), Kidorikko, Alfen Milk (milk 
caramel), Oreo (2 jenis), Meiji Pucca Chocolate, Panda Milk Candies, Konjac 
Brown Rice Roll, Lotte pai coklat krim susu, Kembang Gula Susu, Choco Bit, 
Jiashibo, Yake permen cokelat bundar, OK biskuit susu (18 macam sampel). 
"Produk tersebut yang dikategorikan ilegal adalah Jiashibo cokelat," jelas 
Husna. 

Direktur Laboratorium Afiliasi Departemen Kimi FMIPA UI Drs Sunardi MSi 
mengatakan 10 dari 28 susu dan produk turunan yang diuji, terbukti mengandung 
melamin. "Dalam uji laboratorium, kami tidak melihat merek tetapi bahan yang 
diuji," katanya. 

Pada jumpa pers yang dihadiri sejumlah perusahaan, Huzna mengatakan dengan 
masih ditemukannya produk impor yang ilegal dan tidak aman menunjukkan 
ketidakmampuan pemerintah dalam mengawasi mata rantai tata niaga produk pangan. 

"Inisiatif dan peran serta masyarakat dan lembaga penelitian menjadi amanat 
Undang-Undang Perlindungan Konsumen salah satunya dengan uji sampel produk," 
katanya. 

Sekitar empat perusahaan dan wakil dari Duta Besar Australia turut hadir. 
Sebagian besar wakil perusahaan mempertanyakan hasil uji sampel yang dilakukan 
YLKI dan UI. "Kami masih memiliki pertanyaan besar dengan uji sampel pihak 
YLKI," kata General Manager Special Project F&N Teo Kim Chwee. 

Sementara itu Sunardi mengatakan teknik uji yang dilakukan sebenarnya sama dan 
alatnya juga sama hanya detektornya yang berbeda. Metode yang digunakan high 
performance liquid chromatography (HPLC). "Kami menggunakan detektor untuk 0,2 
ppm, kalau metode lain hingga 0,00 ppm. Jika dengan detektor lebih tinggi, 
kandungan melaminnya bisa ditemukan lebih besar lagi," katanya. 

Sunardi menjelaskan bahwa melamin biasanya digunakan lem, bahan polimer untuk 
membuat piring, dan pelapis kayu. "Untuk susu biasanya melamin digunakan susu 
yang encer. Dengan bahan dasar melamin, susu seakan mengandung protein tinggi. 
Karena memang melamin mengandung nitrogen sebagaimana protein," katanya. 

Untuk jangka panjang dikonsumsi manusia, menurut Sunardi, melamin akan 
bersenyawa asam uric dan membentuk kristal dalam ginjal. "Melamin akan 
membentuk kristal dan merusak ginjal serta menimbulkan gagal ginjal," 
katanya.(Drd/OL-02) 

++++
http://www.mediaindonesia.com/read/2009/03/03/63849/92/14/Menkes_Perintahkan_BPOM_Lakukan_Pemeriksaan_Ulang


 
Sabtu, 7 Maret 2009 | 

Kasus Produk Bermelamin 
Menkes Perintahkan BPOM Lakukan Pemeriksaan Ulang 

Jumat, 06 Maret 2009 20:01 WIB      

ANTARA
JAKARTA--MI: Menteri Kesehatan Siti Fadillah Supari memerintahkan Badan 
Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) melakukan pemeriksaan ulang 10 produk 
makanan yang mengandung zat melamin yang telah ditemukan oleh Yayasan Lembaga 
Konsumen Indonesia (YLKI) dan FMIPA UI itu. 

"Kita akan cek dulu, karena alat uji yang paling modern dan memenuhi syarat ada 
di BPOM," ujar Menkes seusai mengikuti rapat terbatas tentang stimulus di 
kantor presiden, Jakarta, Jumat (6/3). 

Februari lalu, sepengetahuan Menkes, BPOM telah melakukan pemeriksaan rutin. 
Yang hasilnya tidak menemukan produk makanan yang mengandung melamin. "BPOM 
sudah mengambil sampel-sampel secara periodis yang terakhir saja belum ada 
sebulan yang lalu, dan hasilnya nol," ujar Menkes. 

Bukan berarti pengujian BPOM tidak cermat. Pasalnya makanan yang digunakan 
sebagai contoh dipilih secara acak. Perbedaan contoh produk, maka wajar bila 
hasilnya berbeda pula. 

"Kalau ada orang lain menemukan lain ya silakan, ya BPOM akan cek lagi. Ya 
nggak apa-apa lha wong  memang itu pekerjaannya," tutur Menkes. (Rin/OL-06) 

Kirim email ke