Mahal memang, tapi yang antreeee, selalu menyemut, lho.
Percaya nggak, kalo banyak pelanggannya yang rela antre untuk dibawa ke luar 
negeri. Anehnya, biasanya rujak itu basi bila didiamkan dalam waktu cukup lama. 
Tapi Rujak Cingur yang satu ini, sama sekali gak berubah lho aroma dan rasanya.
Selamat mencoba....

Arohman

--- On Sat, 3/14/09, Wulansari Arliyanto <[email protected]> wrote:

From: Wulansari Arliyanto <[email protected]>
Subject: Bls: [bango-mania] Rujak Cingur Ahmad Jais, Khas Sampai Generasi Ketiga
To: [email protected]
Date: Saturday, March 14, 2009, 11:50 AM











    
            Setujuuuuuu, mahal banget ya, btw ada yang bisa bantu kasih info 
rujak cingur yang enak di Jakarta- khususnya Jaksel or Depok, sekalian harganya 
kaleee ya. Tks b4.

Dari: "herry...@gmail. com" <herry...@gmail. com>
Kepada: bango-mania@ yahoogroups. com
Terkirim: Sabtu, 14 Maret, 2009 11:01:05
Topik:
 Re: [bango-mania] Rujak Cingur Ahmad Jais, Khas Sampai Generasi Ketiga










    
            
     Wah rujak cingurnya mahal banget,tp menurutku harganya kemahalan untuk 
sepiring rujak cingur.di delta plasa rujak cingurnya jg enak dan tidak semahal 
ituPowered by Telkomsel BlackBerry®From:  Abdur Rohman 
Date: Wed, 11 Mar 2009 22:44:49 -0700 (PDT)
To: <bango-mania@ yahoogroups. com>
Subject: [bango-mania] Rujak Cingur Ahmad Jais, Khas Sampai Generasi Ketiga
                     Rujak Cingur Ahmad Jais, Khas Sampai Generasi Ketiga  
Makanan yang satu ini sangat khas dan telah jadi ikon kota Surabaya sejak dulu. 
Campuran sayur, buah, tahu dan tempe dengan potongan cingur sapi yang kenyal, 
yang di-topping bumbu petis yang nikmat, membuat sajian ini kerap dicari 
pemburu kuliner dari berbagai daerah.

SURABAYA
 POST | Rujak Cingur sepertinya telah menjadi menu wajib para pecinta kuliner 
saat berada di Surabaya. Meski begitu khas dan sangat terkenal, keberadaan 
penjual kudapan ini sangatlah berbeda dengan penjual bakso atau lontong balap 
di Surabaya yang sangat banyak jumlahnya.

Jumlah pedagang rujak cingur boleh dikata tak terlalu banyak. Apalagi yang 
favorit dan mempunyai pelanggan banyak, jumlahnya bisa dihitung dengan jari. 
Satu lagi, mereka yang favorit ini bisa dipastikan merupakan penjual yang sudah 
puluhan tahun malang melintang di usaha rujak cingur dan diturunkan ke generasi 
penerusnya.

Depot makan di kawasan Ahmad Jais merupakan satu depot rujak cingur yang sudah 
populer sejak 1970. Sebagai usaha makanan tradisional yang dikelola oleh warga 
Tionghoa, depot ini juga sudah melalui batas generasi dalam perjalanan 
usahanya. Setidaknya, pengelolaan depot tersebut sudah menjadi tanggung jawab 
generasi ketiga pendirinya.

Awal
 bukanya depot ini juga agak unik. “Sekitar tahun 70-an itu kami sekeluarga 
sering mendapat kiriman cingur dari seseorang setiap harinya. Lantas bingung 
mau diapakan karena terlalu banyak. Kemudian mulai ada keinginan untuk membuka 
warung yang menjual rujak cingur. Ternyata hasil dari racikan keluarga banyak 
yang suka. Buktinya bisa bertahan sampai sekarang,” kata Sin Siu, generasi 
ketiga yang dipercaya melanjutkan usaha makanan ini.

Menggunakan ruang depan sebagai depot, rujak cingur ini buka mulai pukul 10 
pagi hingga 5 sore pada Senin - Sabtu dan pukul 11 siang - 5 sore pada Minggu.

Beberapa perkumpulan kuliner yang kerap berinteraksi di dunia maya menyebut 
rujak cingur depot ini sebagai alternatif makanan khas Surabaya yang cukup 
banyak peminatnya.

Salah satu yang kerap menyebutkan sajian rujak cingurnya enak, adalah Rendi 
yang tinggal di kawasan Babatan Rukun. Meski tidak begitu sering makan, 
lantaran harga per porsinya yang
 cukup mahal, Rp 35 ribu, tetapi ia mengakui sangat menyukainya. “Kalau pas ada 
uang lebih dan ingin makan rujak cingur pasti datang ke tempat ini. Biasanya 
aku pilih yang bumbu petis yang memang sangat cocok dengan rasa cingurnya,” 
ujarnya.

Selain rujak cingur berbumbu petis yang banyak disukai kebanyakan pelanggannya, 
tersedia juga rujak dengan sambal kacang dan rujak bumbu manis.

Karena rasanya yang enak itulah, tidak salah kalau beberapa institusi kerap 
menjadikan makanan ini sebagai sajian ketika menggelar acara. Salah satunya 
Polda Jatim. Belum lagi orang-orang terkenal seperti Bang Yos –mantan gubernur 
DKI Jakarta-- sengaja datang ke Surabaya untuk melihat dan merasakan langsung 
bagaimana racikan bumbu rujak dibuat di tempat ini. Kerap juga orang yang 
datang dan membungkus rujak untuk dibawa ke luar kota.dwi

 
Sin Siu
Jaga Kualitas Bumbu

Menjadi penerus bagi usaha keluarga yang diminati masyarakat dirasa sangat 
menarik bagi Sin Siu, pengelola Rujak Cingur Ahmad Jais.

Semasa remaja, dia mulai suka membantu usaha yang dikelola oleh kakek-neneknya. 
Kesenangan dan seringnya membantu, ternyata membentuk dia jadi orang berbakat 
meracik bumbu rujak cingur dengan rasa yang masih sama sejak dulu. “Waktu 
pertama kali membantu, memang saya sudah bisa meracik bumbu sampai dengan cara 
menghaluskannya. Makanya sampai sekarang depotnya masih bertahan dengan 
pelanggan yang baru atau yang lama,” ujar Sin Siu yang terkadang masih 
bergantian meracik dan mengulek dengan sang mama.

Satu hal penting baginya dalam melanjutkan usaha ini ialah menjaga kualitas 
rasa, terutama racikan dan ulekan bumbu. “Harus tetap dijaga kualitas rasa dari 
bumbu. Begitupun dengan bahan-bahannya, seperti buah, sayur, tempe, tahu. Dan 
cingurnya harus pilihan, belinya juga di pasar tradisional.
 Dengan begitu orang yang makan tidak akan merasakan perbedaan rasa dulu atau 
sekarang,” ucap anak ketiga dari 6 bersaudara ini.

Saat ditanya pengembangan rujak cingur ini, Sin Siu mengaku belum bisa 
memastikan.. “Sulit cara yang ngulek bumbunya, nanti malah kerepotan,” ujarnya 
sambil tertawa. dwi

Sumber: Surabaya Post
                                                   
 

      


        
        

        Apa dia selingkuh?  
 Temukan jawabannya di Yahoo! Answers!
 

      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke