Sup Torpedo Lebih Dasyat dari Viagra!!



Kebanyakan
pelanggan fanatiknya adalah masyarakat keturunan Tinghoa. Saban hari,
warungnya selalu penuh oleh orang yang ingin menikmati sup sum-sum.

Sup Sum-Sum Langsa yang ada di Jl. Setia Bui No. 17 B, Titi Bobrok, Sei 
Kambing, Medan, Sumatera Utara, menyediakan aneka hidangan dengan bahan dasar 
dari daging kambing dan sapi. Disamping sup sum-sum Langsa, warung makan
yang sudah berdiri 20 tahun lalu ini juga menyediakan Sup Torpedo. Baik
sup Sum-Sum Langsa atau Sup Torpedo, dua-duanya sama dasyat baik dari
rasa maupun khasiatnya.
Banyak pelanggannya percaya bahwa kedua
hidangan yang sedikit berkuah dengan aroma yang wangi ini dapat
meningkatkan stamina terutama bagi bagi kaum adam. Konon, Sup Torpedo
dan Sum-Sum Langsa lebih dasyat dari viagra dalam ‘mendongkrak’ gairah
seks. Umumnya pelanggannya adalah orang-orang keturunan Tionghoa.

Racikan dengan Bumbu Aceh
Kebanyakan
pelanggan fanatiknya adalah masyarakat keturunan Tinghoa. Saban hari,
warungnya selalu penuh oleh orang yang ingin menikmati sup sum-sum.
“Tapi orang sini juga banyak yang suka,” ujar Bapak Lukman Hakim. Bapak
Lukman Hakim bercerita, awal mulainya ia berjualan sup sum-sum lantaran
sering ia perhatikan, banyak orang makan daging namun tulangnya sering
tidak digunakan. “Saya berpikir sayang sekali. Kenapa tulangnya tidak
dimanfaatkan,” cerita Bapak Lukman Hakim. Dari sanalah akhirnya,
tulang-tulang yang tidak terpakai ia ‘olah’ kembali dengan menggunakan
racikan bumbu khas Aceh. “Ternyata banyak orang yang suka karena unik
dan sangat tradisonal sebab mengandung kalsium alamiah yang dapat
meningkatkan vitalitas,” tandasnya.

Menu Medan Resep Aceh
Pemilik
Warung Sum-Sum Langsa ini adalah Lukman Hakim. Pria kelahiran Aceh, 3
Febuari 1957 ini sudah lebih dari 20 tahun berjualan sup sum-sum. “Saya
jualan sejak tahun 1990,” ujar Lukman Hakim. Dulunya, lanjut Bapak tiga putra 
ini, ia berjualan di sekitar Jl.
Dr. Mansyur, Medan. Kini setelah 20 tahun lebih, Warung Sum-Sum Langsa
ada dimana-mana dan tersebar seantero kota Medan. “Ada 7 cabang lagi di
kota Medan,” ujarnya. Sup sumsum berasal dari daerah Nanggroe Aceh
Darussalam. Menurutnya, racikan dari sup sum-sum ini sendiri banyak
mengunakan resep dari Aceh.

Dikocok dan Disedot
Sup Sum-Sum Langsa menggunakan bonggol dari sapi maupun kambing. Bonggol 
dimasak selama tiga jam lebih dengan bumbu antara
lain jahe muda, kayu manis dan kapulaga dan bumbu lainnya khas Aceh.
“Enaknya sup disantap masih panas. Nikmatnya lebih terasa,” jelasnya.
Untuk menikmati sup sum-sum, sebaiknya menggunakan sedotan. Kuah sup
dimasukan dalam tulang lalu dikocok-kocok dengan sedotan. Bila sum-sum
dalam tulang sudah hancur, barulah disedot. “Letak nikmatnya sup
sum-sum ya disitu,” kata Lukman Hakim. Sum-sum ada yang berwarna coklat
dan putih. “Rasanya lebih enak warna
coklat dibandingkan yang warna putih. Sum-sumnya lebih terasa,” ujar
Hendrik, salah seorang pengunjung yang sudah 5 tahun lebih menjadi
pelanggan Sum-Sum Langsa. Sup sum-sum harganya sekitar Rp 20.000/porsi.
Selain sup sum-sum ada juga sup daging, urat, tulang iga atau babat.
Sedangkan sup torpedo yang terbuat dari telur kambing harganya Rp
15.000/porsi.

Sumber: www.restodb.com
Baca juga di http://kecap-bango.blogspot.com


      

Kirim email ke